50. Peng Red (48)-14 Nov ’14

Standar

Ahok Resmi Jadi Gubernur DKI Jakarta, Ini Pernyataan Resmi DPRD

.
Sumber: Kompas.com, Jumat, 14 November 2014 | 13:05 WIB
.

152028520140918-153615780x390

.

 Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-50 bertarikh 14 November 2014.

Akhirnya Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Warita yang kami kutip utuh dari Kompas.com lantaran bukan saja berisi pernyataan resmi DPRD, lamun ada warita lain di situ: “Ahok: Perasaannya Senang Saja, Berarti DPRD ini tidak dikuasai KMP”.

Yang hemat Redaksi Dasar Kita sangat signifikan bagi negeri ini yang di bawah kepemimpinan Jokowi-JK. Dalam konteks hubungan Presiden-DPR yang sesuai UUD 2002 namun bertentangan UUD 1945. Artinya, kasus Ahok ini semoga membuat kita semua, khususnya pemerintahan Jokowi-JK, untuk tidak mengabaikan untuk menimbang UUD 2002 cacat hukum itu. Malahan demi keajekan dan kesuksesan visi misi pemerintah sendiri (simak hlm 44b).

Silakan simak hlm 50a.

.

ooOoo

.

Begini Surat Rekomendasi Pembubaran FPI yang Dibikin Ahok

.

.

.1909525surat-fpi780x390

.

.

.

.

Sebelumnya, ada warita signifikan bagi perjalanan ke depan negeri kita tercinta. Dua surat rekomendasi pembubaran FPI dari Ahok. Silakan langsung saja simak hlm 50b.

.

ooOoo

.

Indonesia Mengatakan Menyambut Bisnis Tiongkok dalam Pembangunan Infrastruktur

.

Sumber: People’s Daily, Sun, Nov 9, 2014

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

.

 

 

 

 

 

.

Dari mancanegara kabar pertemuan APEC ke-22 di Beijing bersumber People’s Daily/Xinhua. Presiden Jokowi membuktikan lagi tekadnya untuk “kerja-kerja-kerja”. RRT bukan saja negeri asing pertama yang ditelepon, juga merupakan negeri pertama yang dikunjungi untuk mengadakan pertemuan bilateral sebelum konferensi APEC berlangsung.

Silakan simak hlm 50c.

ooOoo

.

Presiden Tiongkok Mengusulkan Mimpi Asia-Pasifik

.
Sumber: People’s Daily, Sun Nov 9, 2014

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

.

Masih dari APEC ke-22 di Beijing. Sambutan pembuka Presiden RRT Xi Jinping, bagi Redaksi Dasar Kita menunjukkan secara subtil, tidak harafiah sosialisme berkarakteristik Tiongkok. Setidaknya dari cuplikan berikut: “Reformasi komprehensif mendalam tidak hanya akan membebaskan tenaga produktif tetapi juga melepaskan (unleash—Red DK) vitalitas masyarakat,” kata Xi. “Ini akan menjadi kekuatan pendorong yang kuat bagi pembangunan ekonomi dan sosial Tiongkok.”

Silakan simak hlm 50d.

.

ooOoo

.

Pertemuan Para Pemimpin APEC Dimulai

.

Sumber: People’s Daily, Tue, Nov 11, 2014

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Masih dengan APEC ke-22 di Beijing, Tiongkok. Bangga! Presiden Jokowi di antara Putin, Xi dan Obama.
Silakan simak lebih lanjut foto kedua foto ini berikut teksnya di hlm 50e.
.
ooOoo
.
.
.
 
Tak ketinggalan, masih dari APEC 2014, audio visual Pidato Presiden Joko Widodo lewat YouTube.
.
Silakan simak/klik hlm 50f.
.
ooOoo
.

Jokowi Tetapkan Harga Premium Rp 8.500 dan Solar Rp 7.500

.

.
.
Kami sengaja memuat utuh warita kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) Premiun dan Solar bersumber Kompas.com ini, dalam salah satu upaya Redaksi untuk mendukung tanpa reserve pemerintahan Jokowi-JK.
.
Malah hemat Redaksi, kenaikan harga BBM kali ini, adalah sebuah “terobosan” Jokowi-JK.
.
Selanjutnya silakan simak warita bersumber Kompas.com ini, berikut Catatan Redaksi Dasar Kita, di hlm 50f.2.
.
ooOoo
.

Ahok Resmi Menjadi Gubernur DKI Jakarta

.

.
.
“Saya tadi bilang ke Pak Jokowi. Ini keajaiban dunia, dua tahun kita dilantik bersama. Sekarang malah Bapak Jokowi yang lantik,” seloroh Ahok semringah,” demkian cuplikan warita yang dilansir Kompas.com, 19/11/2014, 15:15 WIB bertajuk “Dilantik Jokowi, Ahok Sebut ‘Ini Keajaiban Dunia’ “.
.
Silakan simak hlm 50a.1.
.
Semoga media ini bermanfaat.
.
Selamat membaca Pembaca Budiman.

ooOoo

49. Peng Red (47)-14 Okt ’14

Standar

Selamat kepada
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
dan
Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla

.
Semoga Menjadi
Mandataris MPR (Diegezamte Staatgewallt liegt allein bei der Majelis)
Sesuai Penjelasan UUD 1945

.
Salah Satu dari ‘Harga Mati’
Tritunggal (Pembukaan—Batang Tubuh—Penjelasan) UUD 1945
.
.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-49 bertarikh 14 Oktober 2014.
Kurang dari sepekan ke depan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla akan dilantik pada 20 Oktober 2014.

Berharap Pemerintah Jokowi-JK, cepat atau lambat, mengeluarkan “veto” atau “dekrit” membatalkan demi hukum UUD 2002/niramendemen UUD 1945—karena masih tegaknya secara legal Dekrit Presiden 5 Juli 1959—kemudian diamendemen pada greget Tritunggal (Pembukaan—Batang Tubuh—Penjelasan) UUD 1945. Mengembalikan Presiden sebagai Mandataris MPR (Diegezamte Staatgewallt liegt allein bei der Majelis) yang merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia (Vertretungsorgan des Willens des Staatvolkes).

Mandataris MPR yang kini sudah tiada berbarengan Penjelasan UUD 1945—salahsatu dari Tritunggal (Pembukaan-Batang Tubuh-Penjelasan) UUD 1945—yang dihapus saat “amendemen” I, II, III dan IV UUD 1945 yang cacat hukum dan dilansir pada 1999-2002 (bareng kerusuhan Ambon yang masih marak-maraknya); kemudian dikenal sebagai UUD 2002 lantaran sudah sebuah konstitusi “baru” bukan lagi “amendemen” atas UUD 1945.

Hal yang adalah suatu keniscayaan, bukan saja karena perintah ‘harga mati’ atau Tritunggal UUD 45, namun visi misi Jokowi-JK Trisakti-Masohi/Gotong Royong (simak hlm 44b) “habitat”-nya adalah UUD 1945 bukan UUD 2002.

Karenanya, dalam pengeposan kali ini, Redaksi memuat utuh Penjelasan UUD 1945 yang dihilangkan—dengan argumentasi yang tidak jelas—saat terbitnya UUD 2002 hasil “penyelundupan hukum” itu. (Simak hlm 21a dan hlm 22a).

Silakan simak hlm 49a.

ooOoo

.

Ini Pidato Lengkap Jokowi Saat Pelantikan Presiden

.

Sumber: detikNews, Senin, 20/10/2014, hlm 1, hlm2, hlm 3, hlm 4

.

.

Masih terkait pelantikan Jokowi-JK dilantik pada 20 Oktober 2014 tersebut. Redaksi muat di sini pidato Presiden Joko Widodo dimaksud. Dikutip dari detikNews seperti pada alamat di atas.

Silakan simak hlm 49b.

.

ooOoo

Jokowi Telepon Presiden Tiongkok: “Good morning, who’s speaking?”

.
Sumber: Kompas.com, Jumat, 24 Oktober 2014 | 11:11 WIB

.

.

.

Warita terbarui ini Redaksi kutip utuh dari Kompas.com. Kabar RRT, negara yang pertama kali dikontak oleh Jokowi sekalipun kabinet belum terbentuk. Redaksi menambahkan di akhir kabar ini, argumentasi pemuatan utuh warita ini.

Silakan simak hlm 49c.

ooOoo

.

TERBARUI:

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Pasca-14 Okt ’14

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala (Jokowi)-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan (Bang Jokowi maupun) Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

———————————————————————————–

Ahok dan Anak (Foto-foto Kompas.com/Kurnia Sari Aziza/Silvita Agmasari)

.

.

.

.

.

Untuk warita terbarui terkait Pemprov DKI, kini giliran Ahok dan Anak — setelah Jokowi dan Anak pada dua pengeposan sebelumnya (simak hlm 28g dan hml 43c).

Idem argumetasi pada dua foto Jokowi dan Anak dimaksud. Bahwa Redaksi sangat tertarik dengan foto pada warita terkait ini, lalu memuatnya (sebagai kabar terbarui) dan diberi judul Ahok dan Anak (Foto-foto Kompas.com/Kurnia Sari Aziza/Silvita Agmasari).

Selebihnya, Redaksi serahkan komentarnya pada Kawan Pembaca Budiman.

Silakan simak hlm 49d.

ooOoo

.

Inilah Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK

.

.
.
Warita terbarui “Kabinet Kerja” Jokowi-JK yang Redaksi Dasar Kita kutip utuh dari Kompas.com seperti dapat diklik pada alamat link di atas.
.
Silakan simak hlm 49e.
.
Serta warita terkait:
.
           Hlm 49e.1. Ini 15 Menteri …                                                                                    Hlm 49e.3. Presiden Lantik …
Kabinet J2K-15 dari parpol
Kabinet Kerja Jokowi-JK Dilantik
.
.
.
.
.
.ooOoo
 .

Jokowi Pastikan Kabinetnya Pro-Rakyat Bukan Pro-Pasar

.

.
.

Terkait korupsi, Jokowi sebelumnya sudah menerima laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi terkait calon menteri di kabinetnya. Ia pun tidak akan main-main jika ada pembantunya yang terlibat perkara korupsi, akan langsung dicopot.

“Akan tetapi, jika ada yang seperti itu, ya, risiko, mohon maaf, langsung selesai. Saya tidak suka formalitas-formalitas, seperti tanda tangan pakta integritas, tekan-teken sudahlah… (sambil tertawa). Kamu tidak benar, ya tendang. Ya gitu saja. Manajemen, ya, seperti itu. Tidak benar, ya, ganti,” tutup Jokowi.

Ini bagian paling menarik  — menurut hemat Redaksi Dasar Kita – dari warita ini, terkait konsistensi Presiden Jokowi dalam memaknai Front Persatuan Nasionalis-Islamis (2 dari 3 asas Soekarno, simak hlm 23c). Atau “koalisi tidak bagi-bagi kursi” yang seyogianya dipahami “koalisi tidak pertama-tama bagi-bagi kursi tapi pembagian kursi itu hak prerogatif Presiden bahkan terhadap (campur tangan) parpol”.

Dengan demikian jabatan Presiden yang sejalan “sistem presidensial” bahkan (semoga) kelak kemudian hari “sistem semipresidensial” sesuai perintah UUD 1945 (simak hlm 2b.2)

Silakan simak hlm 49f.

.

ooOOoo
.

Kerja Sama dengan Angola, Jokowi Klaim Indonesia Hemat Rp 15 Triliun Setahun

.

.
.

 Warita bersumber dari Kompas.com ini, menarik, setidaknya bagi Redaksi Dasar Kita. Pasalnya, MoU (Nota Kesepahaman) bilateral pertama yang diteken Jokowi adalah dengan sesama negara Dunia Ketiga, dari Afrika pula, Republik Rakyat Angola yang berhaluan (berformasi sosial, pinjam Arief Budiman, simak hlm 44a dan hlm 45a) sosialistis.

Silakan simak hlm 49g.

 

ooOoo
.

Jokowi, Poros Maritim Dunia, Tol Laut, dan “Si Vis Pacem Para Bellum”

.

.
.
.
Dengan alasan mencoba ikut mensosialisasikan visi misi pemerintah Jokowi-JK di mana kata “maritim” disebut sampai tiga kali (simak hlm 44b), Redaksi Dasar Kita dengan sadar mengutip utuh warita dari dari Kompas.com ini. Yang hemat kami berisi informasi cukup signifikan terkait visi misi dimaksud.
Silakan simak hlm 49h.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Pembaca Budiman.

ooOoo

48. Peng Red (46)-14 Sep ’14

Standar

SOS SOS SOS

KMP Sedang Berkiprah

Melenyapkan NKRI Menyusul Uni Soviet & Yugoslavia

.

Koalisi Memusuhi Pancasila di Dalam Pancasila itu Sendiri
Ketika Menyoal Sila ke-4 Pancasila Minus UUD 2002

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-46 bertarikh 14 September 2014.

Seperti Redaksi tengarai pada pengeposan bulan lalu, 14 Agustus 2014, Prabowo-Hatta akan terus “merangsek” untuk terus memasalahkan Pilpres 2014 melalui segala macam cara. (Simak hlm 47).

Koalisi Merah Putih yang sejak awal kampanye Pilpres—koalisi bagi-bagi kursi,Tabloid Obor Rakyat, lembaga-lembaga Quick Count tidak kredibel—hingga tuntutan yang tak dikabulkan Mahkamah Konstitusi, sudah menunjukkan “ketidaktulusan” perjuangan mereka seturut salah satu orang tua mereka. Tokoh Partai Sosialis Indonesia yang bekerja sama dengan kaum imperialis musuhnya Sukarno, menjadi bagian dari gerakan separatis era 1950-an. (Simak hlm 13a).

Sehingga, begitu isu paling anyar bulan ini yang digelindingkan Fadli Zon seperti diwaritakan Kompas.com (13/9/2014,11.13 WIB) bertajuk “Fadli Zon: Kalau Mau Pilkada Langsung, Ubah Dulu Pancasila”, publik heboh memprotes keras!

Lamun, hemat Redaksi adalah kaum globalis-imperialis yang justru kegirangan, bersuka cita dengan protes itu.

Lantaran, konstitusi gadungan UUD 2002/niramendemen UUD 45 hasil intervensi NDI (National Democratic Institute)-Madeleine Albright (mantan Menlu AS) justru yang menghapus sila ke-4 Pancasila. Yang bukan saja men-down-grade MPR yang tidak lagi menjadi locus of power, sang pemberi mandat bagi Presiden (Mandataris MPR), tapi sistem pemilu-langsung sejak itu menggantikan sistem perwakilan.

Tetapi, bagi Redaksi Fadli Zon sekaligus juga telah melakukan “blunder”: membuka aib agenda tersembunyi KMP sendiri: begundal imperialis. Menentang Trisakti-Gotong Royong, visi misi pemerintah baru Jokowi-JK. Beda-beda tipis dengan greget imperialis yang mengkudeta-merangkak Soekarno, setengah abad silam.

Pasalnya, Fadli menyoal pemilu-langsung dengan menyodorkan argumentasi sila ke-4 Pancasila tapi tidak menyentuh sama sekali UUD 2002/niramendemen UUD 45.

Jadi, untuk kami sangat terang benderang. KMP kembali melakukan hal-hal pandir dalam berpolitik. Ya, namanya juga setiras wayang. Tapi memiliki power signifikan yang di-charge sang Tuan.

Makanya kami kirim isyarat untuk publik: SOS SOS SOS KMP sedang berkiprah melenyapkan NKRI menyusul Uni Soviet dan Yugoslavia.

KMP koalisi memusuhi Pancasila di dalam Pancasila itu sendiri ketika menyoal sila ke-4 Pancasila minus UUD 2002.

Silakan simak hlm 48a.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Pembaca Budiman.

ooOoo

47. Peng Red (45)-14 Agu ’14

Standar

Keputusan KPU 22 Juli 2014 yang Tak Tergoyahkan, Kecuali …

.

Akankah Watershed itu Raib Seperti Halnya Tembok Berlin

Tapi untuk Sebuah Sosialisme Khas Indonesia, Menyongsong Proklamasi ke-70 Tahun Depan?

.

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-45 bertarikh 14 Agustus 2014.

Terus terang Redaksi tiba-tiba tertegun, begitu hari ini Kompas.com (14/8/2014) melansir sebuah warita bertajuk “Pendukung Prabowo Orasi soal Pancasila Akan Diganti dengan Paham Komunis”.

Kekuatiran Redaksi selama ini, bahwa naiknya Jokowi-JK akan membuat sebagian “pihak tertentu tidak happy” kian jelas.

Sehingga, pada pengeposan kali ini, Redaksi memilih tidak akan menulis apa-apa. Kecuali Pengantar ini dengan sebuah kalimat mengambang–dan subkalimat tanya menyongsong proklamasi ke-70–sebagai tajuk seperti tertera di atas. Dalam pemahaman bahwa, keputusan MK akan menolak gugatan Prabowo-Hatta. Dan kalau pun ada “tambahan keputusan” sangat tidak signifikan terhadap hasil yang sudah ditetapkan KPU pada 22 Juli 2014 yang lalu: Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta.

Kecuali …

Inilah kekuatiran kami. Kami tengarai Prabowo-Hatta akan terus “merangsek” untuk terus memasalahkan Pilpres 2014 melalui segala macam cara. Apalagi, kami termasuk yang tidak percaya, “pihak tertentu” itu yang kerap gampang dicirikan oleh ketidaksukaan mereka pada komunisme, tidak tahu menahu terhadap sebuah momen penting sebuah negeri penting di abad 21 di era mula merekahnya BRICS (Brazil Russia India China South Africa).

“Pihak tertentu”–yang oleh Lenin disebut imperialisme sebagai tahap tertinggi dari kapitalisme–dengan sebuah ketidaksukaan, sebuah isu, sebuah “komoditi” yang memang menjadi “tren” dunia (dominasi imperialis) saat itu, setengah abad silam. Dan terbukti sangat berhasil di Republik Indonesia. Tahun 1965 yang lantas menjadi “watershed” (pembatas zaman). Sejak itu, hingga hari ini, kita menjadi tidak mandiri, pro-Barat, dan seterusnya (Asvi W Adam simak hlm 24a), kata-kata lain dari “kita kembali dijajah”.

Jadinya, keputusan KPU 22 Juli 2014 yang tak tergoyahkan, kecuali …

Jadi, Redaksi kali ini bersikap menunggu. Setidaknya sekitar sepekan ke depan. Ucapan “Dirgahayu Republik Indonesia” pun  …

.

ooOoo

.

Visi Maritim Presiden Terpilih

.

Oleh: Darmawan

.
Sumber: Kompas.com, Kamis, 18 Agustus 2014| 10:23 WIB

.

Sebagai kabar terbarui, sambil menunggu keputusan MK pada 22 Agustus 2014, Redaksi merasa perlu memuat utuh tulisan seorang perwira tinggi purnawirawan TNI AL Darmawan. Dikutip utuh dari Kompas.com. Menyusul pada bulan Juni 2014 lalu kami tampilkan risalah mantan KSAL Achmad Soetjipto “Visi Baru Pertahanan Indonesia” (simak hlm 45c). Serangkaian tulisan untuk ikut–seperti halnya Kompas.com– menggaungi greget maritim yang sudah dicanangkan dalam visi misi Jokowi-JK (simak hlm 44b). Hal yang, hemat kami, sangat menonjol dari Jokowi-JK untuk sebuah RI yang hebat.

.

ooOoo

.

Jokowi-JK Resmi sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

.

.

Seperti kami tengarai sekitar sepekan lalu, Keputusan KPU pada 22 Juli 2014 yang mengunggulkan pasangan Jokowi-JK, memang tak tergoyahkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi pada 21 Agustus 2014.

Lamun, justru sekaligus juga terbukti kubu pasangan Prabowo-Hatta tidak memberikan ucapan selamat, laiknya capres-cawapres yang kalah dalam sebuah tarung untuk sebuah posisi tertinggi di sebuah negeri. Sinyal berandang kekuatiran kami di atas …

Silakan simak warita yang kami kutip utuh sepenuhnya dari Kompas.com ini, di hlm 47b.

Demikian Kawan Pembaca Budiman.

Salam hangat, tetap merdeka!

ooOoo

46. Peng Red (44)-14 Jul ’14

Standar

Selamat Jalan “Demokrasi”, Selamat Datang Masohi*

.

Oleh Redaksi Dasar Kita

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-44 bertarikh 14 Juli 2014.

Kurang lebih sepekan ke depan, negeri berpopulasi terbesar ke-4 dunia ini akan memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang baru. Yang bagi Redaksi, sudah sejak kesediaan Jokowi “nyapres”, meyakini bahwa beliau bakal terpilih sebagai RI-1.

Dan ketika pesaing terdekatnya dan satu-satunya itu makin blingsatan pascalansiran hasil Quick Count beberapa lembaga yang kredibel. Malahan begitu “jorok” dan “kasar” mereka mengkounter dengan menghadirkan lembaga serupa yang takluk sebagai “orang upahan”.

Maka begitu urusan hitung cepat ini “bersinergi” dengan “koalisi bagi-bagi kursi”, sempurnalah “demokrasi” bukan milik kita itu. “Demokrasi” yang “digenapi” justru oleh sang calon yang sejatinya levelnya sudah negarawan. Sudah “beyond” gubernur bupati apalagi camat atau lurah bahkan menteri sekalipun–di Nusantara tercinta ini

Sepasang calon yang berlatar belakang pewira tinggi pasukan elit paling bergensi di negeri kita serta yang sipilnya bukan orang baru di pemerintahan, justru menghempaskan dan membuyarkan “demokrasi” itu.

“Demokrasi” yang dengan senyap tanpa heboh lewat “penyelundupan hukum” namun tampil powerful: UUD 2002. Ditengarai kuat diintervensi  NDI The National Democratic Institute Madeleine Albright. Konstitusi gadungan yang dalam 10 tahun terakhir ini membuat sebuah RI kental neolib. Jauh dari Trisakti dan gotong royong ala Visi Misi Jokowi-JK.

Alhamdulillah.

Selamat jalan “demokrasi”, selamat datang Masohi (* serapan Melayu Ambon bermakna gotong royong).

Silakan simak hlm 46a.

ooOoo

.

Brasil Serahkan Piala Dunia ke Rusia di Stadion Maracana Rio de Janeiro

.

Dari mancanegara, Redaksi pilih warita serah terima (sertifikat-bertandatangan) Piala Dunia dari Brasil ke Rusia sesaat sebelum pertandingan final Jerman-Argentina.

Soalnya, bagi kami pertama-tama bukan Piala Dunianya. Namun Rusia dan Brasil adalah bagian aliansi 5 negeri: BRICS Brazil Russia China South Africa. Putin yang saat bersamaan sedang melakukan lawatan Tur Amerika Latin ketika negerinya sedang diisolasi Eropa-Amerika menyusul Krimea yang bergabung Rusia sebagai hasil referendum.

Artinya, untuk kami, naiknya Joko Widodo dan Jusuf Kalla sangat berpeluang negeri kita bergabung dengan BRICS. Atau setidaknya menjalin hubungan lebih erat, setara, bebas eksploitatif. Ikut menciptakan dunia bipolar yang lebih baik, pupusnya penjajahan di muka bumi, hal yang sesuai perintah konstitusi awal 1945 itu.

Silakan simak hlm 46b.

ooOoo

.

Kecelakaan MH17 Malaysia: 10 Pertanyaan yang Rusia Ingin Ukraina Menjawab

.

Tertembaknya pesawat Malaysia Airlines kode penerbangan MH17, Redaksi tampilkan sebagai kabar terbarui di sini.  Pesawat jenis Boeing 777 dengan 283 penumpang dan 15 awak seluruhnya tak ada yang selamat saat meledak di udara.  Reruntuhan pesawat jatuh di kawasan yang dikuasai pasukan bela diri (self-defense forces) Ukraina yang berseberangan dengan pemerintah Kiev pro-Barat.

Kontroversial atas siapa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut–yang seperti “biasa”-nya Rusia menjadi kambing hitam oleh pihak Barat–menjadi relatif lebih jelas, setidaknya bagi kita di sini, di Indonesia, saat menyimak 10 pertanyaan Deputi Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov.

Silakan simak hlm 46d.

 

ooOoo

.

Pakar Hukum: Prabowo Bisa Dipenjara

.
Sumber: Kompas.com, 22/7/2014

.

Kabar terbarui. Keputusan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menarik diri dari Pilpres 2014, ternyata membawa implikasi hukum bagi bersangkutan.

Warita yang Redaksi kutip utuh dari Kompas.com ini memberikan sebuah gambaran bagi sebagian besar kita bahwa keputusan yang kita lakukan kemarin dalam memilih: “sudah bulat, berhasil dan  tak tergoyahkan”.

Kita yang dalam beberapa bulan belakangan ini antusias untuk menaruh sebuah harapan bagi sebuah RI hebat berjati diri Trisakti-masohi/gotong royong pada pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla. Dan, alhamdulillah, akhirnya mereka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Silakan simak hlm 46f.

 

ooOoo

.

Pidato Politik Perdana

Presiden Terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih Muhammad Jusuf Kalla

.

Sumber: Kompas.com, 22/7/2014 “Ini Pidato Politik Perdana Jokowi sebagai Presiden Terpilih”

.

KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES

.

Menarik, pidato politik perdana Jokowi-JK, dilakukan di atas kapal pinisi “Hati Buana Setia”–produk bahari anak bangsa–yang sedang sandar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. “Dipilihnya tempat ini adalah simbol komitmen dari pasangan ini (Jokowi-Jusuf Kalla) terhadap pembangunan dunia maritim Indonesia,” tulisan  tim Media Center Jokowi-JK di Twitter mereka. Hal yang seturut visi misi Jokowi-JK yang sampai tiga kali menyebut kata “maritim” dalam misi.

Silakan simak hlm 46g.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

Semoga media ini bermanfaat.

ooOoo

45. Peng Red (43)-14 Jun ’14

Standar

Era Presiden Joko Widodo

Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia? (3)

(Bagian Ketiga dari Tiga Tulisan)

.

Menimbang Arief Budiman di HIPIS Palembang 1984

(Bagian Kedua/Habis)

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-43 bertarikh 14 Juni 2014.

Pertama-tama Redaksi masih melanjutkan Bagian Kedua/Habis (pembagian oleh kami—Red DK) dari makalah Arief Budiman bertajuk Menciptakan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik Masalah Ilmu Sosial dan Proses Regenerasi, disampaikan pada Seminar Nasional Kualitas Manusia Dalam Pembangunan, Palembang, 19-22 Maret 1984, Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS).

Makalah Arief yang, sekali lagi, hemat Redaksi akan berkontribusi signifikan secara teoritis (khususnya bagi kami yang tengah menggandrungi pendekatan materialis) dalam menyoal seperti pertanyaan pada beranda judul di atas: Era Presiden Joko Widodo saatnyabicara lagi sosialisme Indonesia?

Menggenapi tiga tulisan bersama dua tulisan sebelumnya di hlm 42a dan hlm 43a.

Silakan simak hlm 45a.

ooOoo

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 14 Jun ’14

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan Bang Jokowi maupun Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

Di-crop dari foto Robertus Belarmus (klik)

Di-crop dari foto Robertus Belarminus, Kompas.com, 1/7/2013

_________________________________________________

.

“Bapak-ibu begitu lama di sini (Pemprov DKI). Kenapa Jakarta bisa begitu kacau?”

.

Sumber: Kompas.com, 14/6/2014

.

Dari Pemprov DKI, Redaksi sengaja mengangkat sebuah warita (sepintas) remeh-temeh. Lamun ada sebuah ujaran Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok yang menarik—seperti kami pakai sebagai judul di halaman khusus Pemprov DKI kali ini.

Silakan simak hlm 45b.

ooOoo

.

Visi Baru Pertahanan Indonesia

.

Oleh Achmad Soetjipto

.
Harus diakui grup media massa nasional tua satu ini Kompas, selalu saja (masih) bisa membidik hal-hal esensial dalam kapasitasnya sebagai pewarta dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Tulisan mantan Kasal Achmad Soetjipto “Visi Baru Pertahanan Indonesia”, adalah sebuah pandangan yang mestinya klop dengan visi misi dan Nawa Cita Jokowi-JK (simak hlm 44b). Di mana kata “maritim” sebanyak tiga kali disebut pada visi misi mereka.

Silakan simak hlm 45c.

.
ooOoo

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara 14 Jun ’14

Perlambatan Jangka Panjang Ekonomi AS

.

Oleh John Ross

6 Juni 2014

.

Sementara dari mancanegara, lagi-lagi Amerika. Dan untuk kesekian kali risalah John Ross kami bahasaindonesiakan dengan tajuk seperti di atas.

Bagi Redaksi, “perjuangan kemerdekaan jilid 2” lewat Jokowi-JK, mau tak mau akan menghadapkan RI pada “adidaya” yang (alhamdulillah) bakal menjadi “mantan”. Seiring perlambatan ekonominya selama dua dekade  terakhir ini. Terima kasih Pak Ross.

Silakan simak hlm 45d.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

Kami Telah Memilih … Semoga

.

(Redaksi Dasar Kita, 9 Juli 2014)

.

.

Kabar terbarui, kami Redaksi Dasar Kita telah ikut memilih pada 9 Juli 2014.

Silakan simak foto dan teksnya di hlm 45e.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

44. Peng Red (42)-14 Mei ’14

Standar

Era Presiden Joko Widodo

Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia? (2)

Menimbang Arief Budiman di HIPIS Palembang 1984

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-42 bertarikh 14 Mei 2014.

Seperti kami janjikan pada pengeposan bulan lalu khususnya di risalah kami Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia? (simak hlm 43a), pengeposan kali ini utamanya memuat kutipan utuh makalah Arief Budiman bertajuk Menciptakan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik Masalah Ilmu Sosial dan Proses Regenerasi, disampaikan pada Seminar Nasional Kualitas Manusia Dalam Pembangunan, Palembang, 19-22 Maret 1984, Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS).

Ada konsekuensi tersendiri dengan pemuatan utuh makalah ilmiah tersebut. Lamun, Redaksi akan coba ambil konsekuensi dimaksud, dengan pertimbangan yang sudah kami sampaikan pada risalah Redaksi di pengeposan bulan lalu yang disebutkan di atas itu.

Silakan simak hlm 44a.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo