48. Peng Red (46)-14 Sep ’14

Standar

SOS SOS SOS

KMP Sedang Berkiprah

Melenyapkan NKRI Menyusul Uni Soviet & Yugoslavia

.

Koalisi Memusuhi Pancasila di Dalam Pancasila itu Sendiri
Ketika Menyoal Sila ke-4 Pancasila Minus UUD 2002

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-46 bertarikh 14 September 2014.

Seperti Redaksi tengarai pada pengeposan bulan lalu, 14 Agustus 2014, Prabowo-Hatta akan terus “merangsek” untuk terus memasalahkan Pilpres 2014 melalui segala macam cara. (Simak hlm 47).

Koalisi Merah Putih yang sejak awal kampanye Pilpres—koalisi bagi-bagi kursi,Tabloid Obor Rakyat, lembaga-lembaga Quick Count tidak kredibel—hingga tuntutan yang tak dikabulkan Mahkamah Konstitusi, sudah menunjukkan “ketidaktulusan” perjuangan mereka seturut salah satu orang tua mereka. Tokoh Partai Sosialis Indonesia yang bekerja sama dengan kaum imperialis musuhnya Sukarno, menjadi bagian dari gerakan separatis era 1950-an. (Simak hlm 13a).

Sehingga, begitu isu paling anyar bulan ini yang digelindingkan Fadli Zon seperti diwaritakan Kompas.com (13/9/2014,11.13 WIB) bertajuk “Fadli Zon: Kalau Mau Pilkada Langsung, Ubah Dulu Pancasila”, publik heboh memprotes keras!

Lamun, hemat Redaksi adalah kaum globalis-imperialis yang justru kegirangan, bersuka cita dengan protes itu.

Lantaran, konstitusi gadungan UUD 2002/niramendemen UUD 45 hasil intervensi NDI (National Democratic Institute)-Madeleine Albright (mantan Menlu AS) justru yang menghapus sila ke-4 Pancasila. Yang bukan saja men-down-grade MPR yang tidak lagi menjadi locus of power, sang pemberi mandat bagi Presiden (Mandataris MPR), tapi sistem pemilu-langsung sejak itu menggantikan sistem perwakilan.

Tetapi, bagi Redaksi Fadli Zon sekaligus juga telah melakukan “blunder”: membuka aib agenda tersembunyi KMP sendiri: begundal imperialis. Menentang Trisakti-Gotong Royong, visi misi pemerintah baru Jokowi-JK. Beda-beda tipis dengan greget imperialis yang mengkudeta-merangkak Soekarno, setengah abad silam.

Pasalnya, Fadli menyoal pemilu-langsung dengan menyodorkan argumentasi sila ke-4 Pancasila tapi tidak menyentuh sama sekali UUD 2002/niramendemen UUD 45.

Jadi, untuk kami sangat terang benderang. KMP kembali melakukan hal-hal pandir dalam berpolitik. Ya, namanya juga setiras wayang. Tapi memiliki power signifikan yang di-charge sang Tuan.

Makanya kami kirim isyarat untuk publik: SOS SOS SOS KMP sedang berkiprah melenyapkan NKRI menyusul Uni Soviet dan Yugoslavia.

KMP koalisi memusuhi Pancasila di dalam Pancasila itu sendiri ketika menyoal sila ke-4 Pancasila minus UUD 2002.

Silakan simak hlm 48a.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Pembaca Budiman.

ooOoo

47. Peng Red (45)-14 Agu ’14

Standar

Keputusan KPU 22 Juli 2014 yang Tak Tergoyahkan, Kecuali …

.

Akankah Watershed itu Raib Seperti Halnya Tembok Berlin

Tapi untuk Sebuah Sosialisme Khas Indonesia, Menyongsong Proklamasi ke-70 Tahun Depan?

.

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-45 bertarikh 14 Agustus 2014.

Terus terang Redaksi tiba-tiba tertegun, begitu hari ini Kompas.com (14/8/2014) melansir sebuah warita bertajuk “Pendukung Prabowo Orasi soal Pancasila Akan Diganti dengan Paham Komunis”.

Kekuatiran Redaksi selama ini, bahwa naiknya Jokowi-JK akan membuat sebagian “pihak tertentu tidak happy” kian jelas.

Sehingga, pada pengeposan kali ini, Redaksi memilih tidak akan menulis apa-apa. Kecuali Pengantar ini dengan sebuah kalimat mengambang–dan subkalimat tanya menyongsong proklamasi ke-70–sebagai tajuk seperti tertera di atas. Dalam pemahaman bahwa, keputusan MK akan menolak gugatan Prabowo-Hatta. Dan kalau pun ada “tambahan keputusan” sangat tidak signifikan terhadap hasil yang sudah ditetapkan KPU pada 22 Juli 2014 yang lalu: Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta.

Kecuali …

Inilah kekuatiran kami. Kami tengarai Prabowo-Hatta akan terus “merangsek” untuk terus memasalahkan Pilpres 2014 melalui segala macam cara. Apalagi, kami termasuk yang tidak percaya, “pihak tertentu” itu yang kerap gampang dicirikan oleh ketidaksukaan mereka pada komunisme, tidak tahu menahu terhadap sebuah momen penting sebuah negeri penting di abad 21 di era mula merekahnya BRICS (Brazil Russia India China South Africa).

“Pihak tertentu”–yang oleh Lenin disebut imperialisme sebagai tahap tertinggi dari kapitalisme–dengan sebuah ketidaksukaan, sebuah isu, sebuah “komoditi” yang memang menjadi “tren” dunia (dominasi imperialis) saat itu, setengah abad silam. Dan terbukti sangat berhasil di Republik Indonesia. Tahun 1965 yang lantas menjadi “watershed” (pembatas zaman). Sejak itu, hingga hari ini, kita menjadi tidak mandiri, pro-Barat, dan seterusnya (Asvi W Adam simak hlm 24a), kata-kata lain dari “kita kembali dijajah”.

Jadinya, keputusan KPU 22 Juli 2014 yang tak tergoyahkan, kecuali …

Jadi, Redaksi kali ini bersikap menunggu. Setidaknya sekitar sepekan ke depan. Ucapan “Dirgahayu Republik Indonesia” pun  …

.

ooOoo

.

Visi Maritim Presiden Terpilih

.

Oleh: Darmawan

.
Sumber: Kompas.com, Kamis, 18 Agustus 2014| 10:23 WIB

.

Sebagai kabar terbarui, sambil menunggu keputusan MK pada 22 Agustus 2014, Redaksi merasa perlu memuat utuh tulisan seorang perwira tinggi purnawirawan TNI AL Darmawan. Dikutip utuh dari Kompas.com. Menyusul pada bulan Juni 2014 lalu kami tampilkan risalah mantan KSAL Achmad Soetjipto “Visi Baru Pertahanan Indonesia” (simak hlm 45c). Serangkaian tulisan untuk ikut–seperti halnya Kompas.com– menggaungi greget maritim yang sudah dicanangkan dalam visi misi Jokowi-JK (simak hlm 44b). Hal yang, hemat kami, sangat menonjol dari Jokowi-JK untuk sebuah RI yang hebat.

.

ooOoo

.

Jokowi-JK Resmi sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

.

.

Seperti kami tengarai sekitar sepekan lalu, Keputusan KPU pada 22 Juli 2014 yang mengunggulkan pasangan Jokowi-JK, memang tak tergoyahkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi pada 21 Agustus 2014.

Lamun, justru sekaligus juga terbukti kubu pasangan Prabowo-Hatta tidak memberikan ucapan selamat, laiknya capres-cawapres yang kalah dalam sebuah tarung untuk sebuah posisi tertinggi di sebuah negeri. Sinyal berandang kekuatiran kami di atas …

Silakan simak warita yang kami kutip utuh sepenuhnya dari Kompas.com ini, di hlm 47b.

Demikian Kawan Pembaca Budiman.

Salam hangat, tetap merdeka!

ooOoo

46. Peng Red (44)-14 Jul ’14

Standar

Selamat Jalan “Demokrasi”, Selamat Datang Masohi*

.

Oleh Redaksi Dasar Kita

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-44 bertarikh 14 Juli 2014.

Kurang lebih sepekan ke depan, negeri berpopulasi terbesar ke-4 dunia ini akan memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang baru. Yang bagi Redaksi, sudah sejak kesediaan Jokowi “nyapres”, meyakini bahwa beliau bakal terpilih sebagai RI-1.

Dan ketika pesaing terdekatnya dan satu-satunya itu makin blingsatan pascalansiran hasil Quick Count beberapa lembaga yang kredibel. Malahan begitu “jorok” dan “kasar” mereka mengkounter dengan menghadirkan lembaga serupa yang takluk sebagai “orang upahan”.

Maka begitu urusan hitung cepat ini “bersinergi” dengan “koalisi bagi-bagi kursi”, sempurnalah “demokrasi” bukan milik kita itu. “Demokrasi” yang “digenapi” justru oleh sang calon yang sejatinya levelnya sudah negarawan. Sudah “beyond” gubernur bupati apalagi camat atau lurah bahkan menteri sekalipun–di Nusantara tercinta ini

Sepasang calon yang berlatar belakang pewira tinggi pasukan elit paling bergensi di negeri kita serta yang sipilnya bukan orang baru di pemerintahan, justru menghempaskan dan membuyarkan “demokrasi” itu.

“Demokrasi” yang dengan senyap tanpa heboh lewat “penyelundupan hukum” namun tampil powerful: UUD 2002. Ditengarai kuat diintervensi  NDI The National Democratic Institute Madeleine Albright. Konstitusi gadungan yang dalam 10 tahun terakhir ini membuat sebuah RI kental neolib. Jauh dari Trisakti dan gotong royong ala Visi Misi Jokowi-JK.

Alhamdulillah.

Selamat jalan “demokrasi”, selamat datang Masohi (* serapan Melayu Ambon bermakna gotong royong).

Silakan simak hlm 46a.

ooOoo

.

Brasil Serahkan Piala Dunia ke Rusia di Stadion Maracana Rio de Janeiro

.

Dari mancanegara, Redaksi pilih warita serah terima (sertifikat-bertandatangan) Piala Dunia dari Brasil ke Rusia sesaat sebelum pertandingan final Jerman-Argentina.

Soalnya, bagi kami pertama-tama bukan Piala Dunianya. Namun Rusia dan Brasil adalah bagian aliansi 5 negeri: BRICS Brazil Russia China South Africa. Putin yang saat bersamaan sedang melakukan lawatan Tur Amerika Latin ketika negerinya sedang diisolasi Eropa-Amerika menyusul Krimea yang bergabung Rusia sebagai hasil referendum.

Artinya, untuk kami, naiknya Joko Widodo dan Jusuf Kalla sangat berpeluang negeri kita bergabung dengan BRICS. Atau setidaknya menjalin hubungan lebih erat, setara, bebas eksploitatif. Ikut menciptakan dunia bipolar yang lebih baik, pupusnya penjajahan di muka bumi, hal yang sesuai perintah konstitusi awal 1945 itu.

Silakan simak hlm 46b.

ooOoo

.

Kecelakaan MH17 Malaysia: 10 Pertanyaan yang Rusia Ingin Ukraina Menjawab

.

Tertembaknya pesawat Malaysia Airlines kode penerbangan MH17, Redaksi tampilkan sebagai kabar terbarui di sini.  Pesawat jenis Boeing 777 dengan 283 penumpang dan 15 awak seluruhnya tak ada yang selamat saat meledak di udara.  Reruntuhan pesawat jatuh di kawasan yang dikuasai pasukan bela diri (self-defense forces) Ukraina yang berseberangan dengan pemerintah Kiev pro-Barat.

Kontroversial atas siapa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut–yang seperti “biasa”-nya Rusia menjadi kambing hitam oleh pihak Barat–menjadi relatif lebih jelas, setidaknya bagi kita di sini, di Indonesia, saat menyimak 10 pertanyaan Deputi Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov.

Silakan simak hlm 46d.

 

ooOoo

.

Pakar Hukum: Prabowo Bisa Dipenjara

.
Sumber: Kompas.com, 22/7/2014

.

Kabar terbarui. Keputusan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menarik diri dari Pilpres 2014, ternyata membawa implikasi hukum bagi bersangkutan.

Warita yang Redaksi kutip utuh dari Kompas.com ini memberikan sebuah gambaran bagi sebagian besar kita bahwa keputusan yang kita lakukan kemarin dalam memilih: “sudah bulat, berhasil dan  tak tergoyahkan”.

Kita yang dalam beberapa bulan belakangan ini antusias untuk menaruh sebuah harapan bagi sebuah RI hebat berjati diri Trisakti-masohi/gotong royong pada pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla. Dan, alhamdulillah, akhirnya mereka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Silakan simak hlm 46f.

 

ooOoo

.

Pidato Politik Perdana

Presiden Terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih Muhammad Jusuf Kalla

.

Sumber: Kompas.com, 22/7/2014 “Ini Pidato Politik Perdana Jokowi sebagai Presiden Terpilih”

.

KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES

.

Menarik, pidato politik perdana Jokowi-JK, dilakukan di atas kapal pinisi “Hati Buana Setia”–produk bahari anak bangsa–yang sedang sandar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. “Dipilihnya tempat ini adalah simbol komitmen dari pasangan ini (Jokowi-Jusuf Kalla) terhadap pembangunan dunia maritim Indonesia,” tulisan  tim Media Center Jokowi-JK di Twitter mereka. Hal yang seturut visi misi Jokowi-JK yang sampai tiga kali menyebut kata “maritim” dalam misi.

Silakan simak hlm 46g.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

Semoga media ini bermanfaat.

ooOoo

45. Peng Red (43)-14 Jun ’14

Standar

Era Presiden Joko Widodo

Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia? (3)

(Bagian Ketiga dari Tiga Tulisan)

.

Menimbang Arief Budiman di HIPIS Palembang 1984

(Bagian Kedua/Habis)

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-43 bertarikh 14 Juni 2014.

Pertama-tama Redaksi masih melanjutkan Bagian Kedua/Habis (pembagian oleh kami—Red DK) dari makalah Arief Budiman bertajuk Menciptakan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik Masalah Ilmu Sosial dan Proses Regenerasi, disampaikan pada Seminar Nasional Kualitas Manusia Dalam Pembangunan, Palembang, 19-22 Maret 1984, Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS).

Makalah Arief yang, sekali lagi, hemat Redaksi akan berkontribusi signifikan secara teoritis (khususnya bagi kami yang tengah menggandrungi pendekatan materialis) dalam menyoal seperti pertanyaan pada beranda judul di atas: Era Presiden Joko Widodo saatnyabicara lagi sosialisme Indonesia?

Menggenapi tiga tulisan bersama dua tulisan sebelumnya di hlm 42a dan hlm 43a.

Silakan simak hlm 45a.

ooOoo

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 14 Jun ’14

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan Bang Jokowi maupun Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

Di-crop dari foto Robertus Belarmus (klik)

Di-crop dari foto Robertus Belarminus, Kompas.com, 1/7/2013

_________________________________________________

.

“Bapak-ibu begitu lama di sini (Pemprov DKI). Kenapa Jakarta bisa begitu kacau?”

.

Sumber: Kompas.com, 14/6/2014

.

Dari Pemprov DKI, Redaksi sengaja mengangkat sebuah warita (sepintas) remeh-temeh. Lamun ada sebuah ujaran Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok yang menarik—seperti kami pakai sebagai judul di halaman khusus Pemprov DKI kali ini.

Silakan simak hlm 45b.

ooOoo

.

Visi Baru Pertahanan Indonesia

.

Oleh Achmad Soetjipto

.
Harus diakui grup media massa nasional tua satu ini Kompas, selalu saja (masih) bisa membidik hal-hal esensial dalam kapasitasnya sebagai pewarta dalam konteks berbangsa dan bernegara.

Tulisan mantan Kasal Achmad Soetjipto “Visi Baru Pertahanan Indonesia”, adalah sebuah pandangan yang mestinya klop dengan visi misi dan Nawa Cita Jokowi-JK (simak hlm 44b). Di mana kata “maritim” sebanyak tiga kali disebut pada visi misi mereka.

Silakan simak hlm 45c.

.
ooOoo

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara 14 Jun ’14

Perlambatan Jangka Panjang Ekonomi AS

.

Oleh John Ross

6 Juni 2014

.

Sementara dari mancanegara, lagi-lagi Amerika. Dan untuk kesekian kali risalah John Ross kami bahasaindonesiakan dengan tajuk seperti di atas.

Bagi Redaksi, “perjuangan kemerdekaan jilid 2” lewat Jokowi-JK, mau tak mau akan menghadapkan RI pada “adidaya” yang (alhamdulillah) bakal menjadi “mantan”. Seiring perlambatan ekonominya selama dua dekade  terakhir ini. Terima kasih Pak Ross.

Silakan simak hlm 45d.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

Kami Telah Memilih … Semoga

.

(Redaksi Dasar Kita, 9 Juli 2014)

.

.

Kabar terbarui, kami Redaksi Dasar Kita telah ikut memilih pada 9 Juli 2014.

Silakan simak foto dan teksnya di hlm 45e.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

44. Peng Red (42)-14 Mei ’14

Standar

Era Presiden Joko Widodo

Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia? (2)

Menimbang Arief Budiman di HIPIS Palembang 1984

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-42 bertarikh 14 Mei 2014.

Seperti kami janjikan pada pengeposan bulan lalu khususnya di risalah kami Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia? (simak hlm 43a), pengeposan kali ini utamanya memuat kutipan utuh makalah Arief Budiman bertajuk Menciptakan Masa Depan Indonesia yang Lebih Baik Masalah Ilmu Sosial dan Proses Regenerasi, disampaikan pada Seminar Nasional Kualitas Manusia Dalam Pembangunan, Palembang, 19-22 Maret 1984, Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIS).

Ada konsekuensi tersendiri dengan pemuatan utuh makalah ilmiah tersebut. Lamun, Redaksi akan coba ambil konsekuensi dimaksud, dengan pertimbangan yang sudah kami sampaikan pada risalah Redaksi di pengeposan bulan lalu yang disebutkan di atas itu.

Silakan simak hlm 44a.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

43. Peng Red (41)-14 Apr ’14

Standar

Era Presiden Joko Widodo

Saatnya Bicara Lagi Sosialisme Indonesia?

.

Oleh Redaksi Dasar Kita

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-41 bertarikh 14 April 2014.

Saat pengeposan ini, belum genap dua pekan sejak digelar pemilu legislatif Rabu (9/4/2014) lalu.

Hasilnya menurut sejumlah lembaga “hitung cepat” atau yang bukan versi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (sesuai pengalaman-pengalaman sebelumnya tidak jauh meleset dari versi resmi), PDI-P unggul.  Lamun tidak mencapai 20 persen. Sehingga parpol tua ini—sesuai aturan main—harus menggandeng partai politik lainnya agar bisa mengusung Jokowi sebagai presiden.

Redaksi meyakini, republik tercinta ini sudah pasti memiliki seorang presiden baru di tahun ini bernama Jokowi alias Joko Widodo.

Sekaligus Redaksi yakin tugas pertama Presiden Jokowi membatalkan demi hukum UUD 2002 plus diamendemen pada greget Tri Tunggal (Pembukaan-Batang Tubuh-Penjelasan) UUD 45.

Apalagi Jokowi rajin blusukan ke berbagai parpol menjaja sistem presidensial (tepatnya semi-presidensial menurut Prof Sofian Effendi) dan (istilah Redaksi) “Front Persatuan” yang pertama-tama bukan bagi-bagi kursi. Hal sejatinya seturut sila ke-4 Pancasila dan salah satu wujud dari MPR yang kembali lagi sebagai locus of power pasca-UUD 2002 dibatalkan.

Sehingga mencagun (muncul) pertanyaan Redaksi seperti di atas, sebuah tajuk risalah dari kami pada pengeposan kali ini. Silakan simak  hlm 43a.

ooOoo

.

MK Hapus Istilah “Pilar Bangsa”

.
Sumber: Kompas.com, Kamis, 3 April 2014 | 22:44 WIB

.

.

Alhamdulillah. Akhirnya 4 Pilar Kebangsaan yang hemat Redaksi adalah wujud lain lain dari UUD 2002/niramendemen UUD 45, dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 3 April 2014 lalu. Hal yang  bagi kami (ikut) “melapangkan jalan” bagi batalnya demi hukum UUD 2002, seperti kami singgung di atas.

Silakan simak hlm 43b.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

.

Jokowi dan Anak (2) – (Foto Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)

.

.

Ini kali kedua Redaksi sangat tertarik dengan foto anak dan Jokowi pada warita terkait ini, lalu memuatnya …

Silakan simak hlm 43c.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

42. Peng Red (40)-14 Mar ’14

Standar

Tugas Pertama Presiden Jokowi:

Restorasi Indonesia

Berlakukan UUD 1945 + Diamendemen pada Greget Tri Tunggal: Pembukaan, Batang Tubuh & Penjelasan UUD 1945

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-40 bertarikh 14 Maret 2014.

Saat-saat terakhir akan diunggah, tersiar kabar “gempar”. Jokowi bersedia menjadi calon presiden dari PDI-P dalam Pilpres 2014. Dideklarasikan Jokowi sendiri saat blusukan di Rumah Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Jumat, 14 Maret 2014 (Kompas.com,14/3/2014).

Redaksi yang secara kebetulan sedang menyiapkan tulisan terkait amendemen UUD 45 versi Prof Dimyati Hartono, langsung saja mengalihkannya ke isu Jokowi nyapres.

Dengan mencoba menitipkan sebuah harapan. Yang sejak blog ini hadir mengikhtiarkan hapusnya UUD 2002/niramendemen UUD 45.

Malahan sebagai harapan pada tugas perdana Jokowi—bila terpilih sebagai Presiden RI ke-7—seperti tercantum pada tajuk di atas.

Sebuah gagasan yang dilansir Prof DR Dimyati M Hartono di dalam bukunya Problematik & Solusi Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 (Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009). Langkah awal era Restorasi Indonesia pascaera Reformasi.

Pasalnya, Redaksi kuatir peluang  “emas” untuk menghapus UUD 2002 (yang mestinya batal demi hukum), diabaikan oleh PDI-P.

Sehingga sebuah RI perkasa berjati diri 3-sakti (berdaulat bidang politik, berdikari/mandiri bidang ekonomi, berkepribadian budaya sendiri) mungkin akan dicapai juga namun Redaksi kuatir akan lama sekali. Keburu masalah-masalah elementer berbangsa dan bernegara akan menghadang, mengerem laju kemajuan itu sendiri.

Seperti sudah terbukti satu dasawarsa terakhir ini …

Silakan simak hlm 42a.

ooOoo

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara 14 Mar ’14-(1/1)

Putin pada Obama: Hubungan Rusia-Amerika Tidak Boleh Dikorbankan untuk Perbedaan atas Masalah Internasional

.

Dari mancanegara, kudeta di Ukraina yang menjatuhkan Presiden Victor Yanukovych, memicu ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat.

Redaksi mencoba mengangkat versi RT/Russia Today atas sikap “perdamaian dunia” Putin menghadapi—seperti biasanya—Amerika. Yang masih saja berjualan “demokrasi”. Sembari bergaya cowboy menodongkan pistol ke pelipis sang calon pembeli.

Silakan simak hlm 42b.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat Membaca Kawan Pembaca Budiman.