28.Peng Red (26)-14 Jan ’13

Standar

.RSBI-SBI Bubar 

MK: RSBI Tidak Sesuai Konstitusi.

 

Kompas.com,8/1/2013

 

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-26 bertarikh 14 Januari 2013.

Setelah BP Migas bubar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) jelang akhir tahun lalu dengan alasan bertentangan konstitusi UUD 1945, kini di awal tahun menyusul sebuah lagi keputusan MK, dengan alasan yang sama. Bubarnya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional-Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI-SBI).

Untuk itu, pada pengeposan kali ini Redaksi memuat warita terkait yang dikutip utuh dari sumbernya Kompas.com melalui alamat link seperti tercantum di atas.

Pemuatan warita ini, seperti halnya sewaktu bubarnya BP Migas, sekadar menegaskan ulang, seturut niat ingsun sebagai pewarta warga yang ikut berupaya menegakkan Pancasila-UUD 1945 setelah lahirnya UUD 2002/nir amendemen UUD 1945.

Memang, dalam pola terbarui (update), kabar bubarnya RSBI-SBI sudah disisipkan pada tulisan kami  pengeposan bulan lalu di halaman khusus terkait kepemimpinan Jokowi-Ahok (simak hlm hlm 27a atau klik ini). Lamun mengingat, sekali lagi, alasan MK yang setidaknya bagi Redaksi sangat strategis dan signifikan bagi masa depan negeri ini, Redaksi memuatnya secara khusus di blog ini (simak hlm 28a atau klik ini).

Dengan begitu bidasan (respons) Redaksi seputar bubarnya RSBI-SBI sudah disampaikan, maksudnya dapat disimak pada pengeposan lalu tersebut (hlm 27a klik ini). Kalau pun ada yang Redaksi perlu tambahkan, bahwasanya konstitusi awal Pancasila-UUD 45, jati diri negeri akbar itu, adalah hal tak terelakkan. Terlebih cita-cita  utama sosialisme Indonesia, sosialisme khas Indonesia, sosialisme berkarakteristik Indonesia dinyatakan dengan kuat dalam konstitusi awal ituseperti sudah disinggung Arief Budiman jauh-jauh hari (HIPIS Palembang, 1984); simak hlm 2a atau klik ini.

Lamun, dengan tiba-tiba muncul tulisan Yudhistira ANM Massardi RSBI: Hancurlah Sudah Bangsa Ini di Kompas.com (14/1/2013), Redaksi tergelitik membidas (merepons). Silakan simak bidasan Redaksi, yang kami tempatkan di bagian bawah kutipan utuh warita Kompas.com (8/1/2013) ini dengan, sekali lagi, alamat link seperti tercantum pada tajuk di atas atau ke hlm 28a atau klik ini. 

ooOoo

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Tenggang 14 Des ‘12-14 Jan ’13 (1/2).

Mengubah Sikap Menuju Sosialisme: Editorial Tahun Baru dari Return to the Source.

Oleh: Vince Sherman

 

Hal (sosialisme berkarakteristik Indonesia) yang, setidaknya menurut hemat Redaksi, paralel dengan tulisan Vince Sherman yang Redaksi bahasaindonesiakan di bawah tajuk Mengubah Sikap Menuju Sosialisme: Editorial Tahun Baru dari Return to the Source (simak hlm 28b atau klik ini).

Sherman yang percaya, khususnya terhadap kaum sosialis muda Amerika dan Eropa Barat ‘angkatan’ tahun 2000-an, bahwa para pemuda ini berbeda—lebih terbuka—ketimbang generasi sebelum dalam melihat negeri-negeri sosialis dari abad ke-20 lalu.

“Generasi para revolusioner yang baru ini mulai melihat melalui kotoran dan memahami kebenaran,” tulis Sherman.

Artinya, risalah Sherman ini bagi Redaksi ternyata pas juga ditujukan bagi kaum muda revolusioner kita di Indonesia di awal abad ke-21. Mereka, yang Redaksi harapkan pula, seperti cuplikan Sherman lainnya, “Mereka harus melihat ke pengalaman unik dari lima negara sosialis yang ada (Kuba, Tiongkok, Vietnam, Laos dan Republik Demokratis Rakyat Korea—Red) lantaran mereka (negeri-negeri sosialis ini—Red) bertarung untuk bertahan hidup dan tumbuh kembang, sekalipun dikelilingi oleh imperialisme.”

Artinya, tidak seperti generasi mereka sebelumnya—terutama di Jakarta—yang terlalu ”terpaku” hanya pada Venezuela, sembari memandang sinis pada RRT (Republik Rakyat Tiongkok) untuk tidak mengatakan menganggap RRT sudah negara kapitalis, misalnya.

Meski di sisi lain, Redaksi sepakat klaim Sherman, “…secara eksplisit bukanlah bahwa kaum muda makin meningkat bergerak menuju Marxisme-Leninisme.” Tapi yang paling penting, tulis Sherman mengakhiri risalahnya itu, mereka harus mengorganisasi tempat-tempat kerja, komunitas-komunitas, kampus-kampus untuk melawan imperialisme dan membangun perjuangan revolusioner melawan kapitalisme.

Jadi, sekali lagi, silakan simak Vince Sherman secara utuh, di hlm 28b atau klik ini.

ooOoo

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Tenggang 14 Des ‘12-14 Jan ’13 (2/2).

Presiden Belarus Lukashenko kepada Apologis Imperialisme:

‘Kalian Akan Membayar untuk Kejahatan yang Kalian Lakukan di Suriah’.

.

Dan Redaksi berharap pembaca budiman, sambil mengacu sepenggal kalimat, lagi-lagi dari risalah Vince Sherman di atas,

“Argumen-argumen antikomunis klasik dari kelas berkuasa dan ‘kiri degenerasi’ (‘degenerate left’/degenerasi bermakna kemunduran/kemerosotan suatu generasi—Red/Badudu, 2005) gagal total dalam berhadapan dengan imperialisme yang tak terkendalikan yang menandai abad ke-21,”

bisa menikmati hasil wawancara audio-visual dengan Presiden Belarus Lukashenko terkait kiprah imperialisme paling anyar di Suriah.

Silakan simak hlm 28c atau klik ini.

ooOoo

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Januari ’13

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

———————————————————————-

Jokowi Bantah Ada Tekanan

dari

Pemerintah Pusat 

.

Kompas.com 11/1/2013

.

 

Dan bila kita menyoal kiprah, sebutan Redaksi, kaum kapitalis-birokrat pancasilais, Jokowi-Ahok dalam hal ini, yang sedang menyudahi praCopernican UUD 2002/niramendemen UUD45 dengan blusukan-musyawarah: bumi (Jakarta) mengorbit matahari (simak hlm 27a atau klik ini), maka “konsistensi” seorang pejuang revolusioner di medan laga itu sejatinya tidak hitam-putih.

Artinya, “konsistensi” yang dituntut oleh seorang pangamat perkotaan Nirwono Joga, misalnya, Redaksi tempatkan dalam pemahaman ini; terlebih ketika beliau sudah mengklaim “ada tekanan”, apalagi, hemat Redaksi, “luar biasa” gedenya “tekanan” dimaksud Nirwono itu.

Jangankan sejarah kita, dari sejarah dunia saja, seorang Mao Zedong mundur dari markas PKT di Yan’an, ketika dibombardir pesawat-pesawat Chiang Kai-shek, sambil berucap: “Aku bertukar Yan’an untuk seluruh Tiongkok”. Dan hanya kurang dari 1,5 tahun Yan’an sudah direbut kembali—sebuah langkah maju menuju proklamasi RRT (simak hlm 4a atau klik ini).

Redaksi tidak sedang membela membabi-buta Jokowi-Ahok. Redaksi sedang kukuh ikut mengembalikan jati diri kita yang sudah masuk boks oleh intervensi kaum penjajah dan para begundalnya. Pembelaaan ini lebih pada dinamika perjuangan revolusioner sebuah Jakarta (baca: Indonesia) di awal abad ke-21 ketika tak sebutir peluru pun mendesing. Ketika duet Jokowi-Ahok sedang menggasak lewat blusukan-musyawarah (simak hlm 27a/klik ini) para begundal itu yang telah berdasawarsa mengabaikan rakyat tertindas sejak era Bang Ali.

Atas sikap Redaksi ini, warita bersumber Kompas.com dengan tajuk dan alamat link-nya seperti tercantum di atas, dimuat utuh pada halaman khusus kami tentang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Silakan simak hlm 28d atau klik ini.

Dan …

Semoga rangkaian aksara dari Redaksi di atas, termasuk yang terbarui pasca14 Januari 2013 di bawah ini, kiranya bermanfaat.

Selamat Membaca Kawan.

Tetap Merdeka!

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Pasca14 Jan ’13

Lebih dari 80 Tewas dalam Ledakan Dua Roket di Universitas Allepo Saat Para Mahasiswa Sedang Ujian 

Untuk warita terbarui (update) Redaksi kutip dari kemelut di Suriah. Ledakan dua roket yang menghantam Universitas Allepo, di kota terbesar Suriah Allepo, pada 15 Januari 2013. Silakan simak hlm 28e atau klik ini.

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Pasca14 Jan ’13 .

Partai Pekerja Belgia Menentang Intervensi Imperialis di Mali

Warita terbarui lainnya, intervensi imperialis di Mali. Redaksi memuat utuh pernyataan Partai Pekerja Belgia (PPB) menentang intervensi militer Prancis di Mali, Afrika Utara, di mana Belgia disebut PPB cepat berkontribusi di tengah-tengah langkah-langkah penghematan yang menyakitkan dan pemotongan anggaran sosial. Silakan simak hlm 28f atau klik ini.

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Januari ’13

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

———————————————————————-

Jokowi dan Anak (Foto Kompas.com/Kurnia Sari Aziza) 

Silakan simak hlm 28g atau klik ini.

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Pasca14 Jan ’13.

Komite Sentral PKN-Maois Mengancam untuk Melancarkan Pemberontakan Rakyat

Ini kali pertama Redaksi menampilkan warita dari Nepal.

Salah satu negeri—di luar 5 negeri yang termasuk ke dalam apa yang Vince Sherman sebut  “sosialisme sesungguhnya ada” (actually existing socialism—Red): Kuba, Republik Rakyat Tiongkok, Vietnam, Republik Demokratis Rakyat Korea, dan Laos–yang disarankan Vince Sherman untuk dipetik inspirasi dan ajarnya dalam perjuangan revolusi mereka untuk menuju negara sosialis seperti kelima negeri tersebut. (Simak hlm 28b atau klik ini.)

Selain Nepal, negeri-negeri yang  dimaksud Sherman antara lain Kolombia, Filipina, Palestina, Venezuela bahkan India.

Ada hal menarik dari warita ini, setidaknya bagi Redaksi. Bahwa PKN (Maois)—yang keluar dari partai berkuasa PKNB (Maois) yang dinilai antinasional—berencana membentuk front bersama dengan kaum  federalis, republiken dan nasionalis.

Front bersama yang pernah Redaksi singgung ketika mengutip pemikiran (para) jauhari era Uni Soviet dalam risalah kami bertajuk Mengapa Pancasila Perlu-Perlunya Masuk Kotak:

 Negara berorientasi sosialis, dalam esensi kelasnya, adalah kekuasaan rakyat revolusioner-demokratis. Sebuah negara yang kekuasaannya bukan dimiliki oleh borjuis nasional, tetapi oleh suatu blok terdiri dari kekuatan-kekuatan berbagai kelas dan kelompok-kelompok sosial revolusioner.

(Simak hlm 25a atau klik ini.)

Front bersama dalam konteks “orientasi sosialis” inilah, menurut hemat Redaksi, yang rupanya sedang diperjuangkan oleh PKN (Maois). Sekaligus di sinilah perbedaan hakiki PKN (Maois) dengan PKNB (Maois). Yang belakangan ini, bersuara kencang tentang “jalan kapitalisme” (simak Shirish B Pradhan UCPN (Maoist): ‘Socialism through Social Democracy, not New Democracy’ yang dimuat di blognya BJ Murphy The prison gates are open … , klik initapi minus “orientasi sosialis” yang setidaknya Redaksi coba pahami ini.

Dan hal ini pulalah yang Redaksi harapkan dari kaum muda ML kita di abad ke-21. Mendukung terbentuknya front bersama ber-platform Pancasila-UUD45 yang sejatinya bercita-cita utama sosialisme Indonesia, sosialisme khas Indonesia, sosialisme berkateristik Indonesia. Dengan agenda utama dan mendesak : hapus UUD 2002/niramendemen UUD 45.

Silakan simak hlm 28h atau klik ini

.

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Pasca14 Jan ’13.

Militer Suriah: Pesawat-Pesawat Tempur Israel Membom Pusat Riset Dekat Damaskus

Panik!

Hanya satu kata ini dari Redaksi menangapi serangan udara Israel atas Suriah bersumber dari RT (Russia Today) tersebut.

Bermakna paniknya kaum imperialis di Suriah!

Selebihnya, silakan langsung saja Kawan Pembaca Budiman simak hlm 28i atau klik ini.

.

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Sekilas Mancanegara Pasca14 Jan ’13.

Email yang Dibajak Mengungkapkan

‘Persetujuan Washington’

Atas Rencana untuk Menggelar Serangan Kimia Suriah

.

Memang email ini seperti yang diwaritakan masih dipertanyakan keotentikannya.

Tapi bagi Redaksi, pengalaman Irak dengan isu “senjata pemusnah massal” yang kemudian ternyata bohong belaka lamun agresi itu sudah dan terus berlangsung, sulit untuk tidak percaya pada kabar miring satu ini.

Julukan para pembohong dan agresor oleh Presiden Zimbabwe Robert Mugabe–di Sidang Umum PBB pada 2011–bukan saja pas tapi tampaknya bakal abadi berapa presiden pun pascaObama selesai.

Ya, tak pelak lagi inilah yang namanya tahap tertinggi kapitalisme yang tak lain adalah,  seperti potongan kalimat Vince Sherman di atas, “… imperialime yang tak terkendalikan yang menandai abad ke-21.”

Silakan saja Pembaca Budiman simak hlm 28j atau klik ini.

ooOoo

TERBARUI:

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Pasca14 Jan ‘13

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

Jokowi: Saya Mau Lakukan yang Terbaik.

.

Kompas.com 8/2/2013

.

 .

Alhamdulillah.

Ini komentar Redaksi terkait isu Jokowi untuk maju sebagai calon presiden (capres) dan tanggapan Jokowi sendiri seperti terwaritakan Kompas.com di atas.

Soalnya bagi kami, pertama, bahwa Jokowi-Ahok dengan blusukan-musyawarah diharapkan menjadi pemicu terbentuknya bola salju yang akan memporakporandakan UUD 2002/niramendemen UUD 45 yang cacat hukum/hasil “penyelundupan hukum”, yang membuat jati diri kita, konstitusi awal kita berstatus masuk kotak (simak hlm 27a atau klik ini).

Kedua, Redaksi termasuk yang percaya, seperti sudah pernah dilansir oleh DR Arief Budiman (HIPIS Palembang, 1984), bahwa perbaikan negeri ini bermula dari perbaikan  basisnya, struktur masyarakatnya (baca: ideologi negara), baru bangunan atasnya atau superstruktur dalam hal ini (termasuk) individu-individu yang berperilaku bersesuaian.

Ketiga, jabatan presiden sebuah Republik Indonesia hari-hari ini, hemat Redaksi, tidak lepas dari geopolitik dunia. Ketika memasuki abad ke-21 imperialis justru semakin menjadi-jadi. Dan kita sudah berada di “kubu” mereka, suka tidak suka. Sikap semula kita yang bukan “proBarat” telah “dipatahkan” lewat Kudeta Merangkak (1965-67) “digenapi” dengan UUD 2002/niramendemen UUD45–melalui intervensi bantuan sebuah lembaga swadaya masyarakat mereka.

Mungkin kami berlebihan, lamun Jokowi yang jelas-jelas berperilaku pancasilais, bukan tidak mungkin akan menjadi “bulan-bulanan” mereka bila  berada di posisi RI 1. Seorang tokoh besar, Bapak Bangsa Gus Dur, misalnya, yang “diisukan negatif macam-macam”, tak lama kemudian terjungkal. Sementara yang sekarang ini–maaf dengan sosok integritas yang jauh berbeda dengan Gus Dur dalam sepotong konteks “prorakyat”–malah bisa (?) bertahan hingga dua periode.

Alasan-alasan inilah, menjadi dasar pemuatan utuh warita bersumber Kompas.com ini.

Silakan simak hlm 28k atau klik ini.

batasterbaruipasca14jan2013-ooOoo-batasterbaruipasca14jan2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s