26. Peng Red (24)-14 Nov ’12

Standar

BP Migas Bubar

 

MK: BP Migas

Bertentangan dengan UUD 1945

..

Kompas.com 13/11/2012

 

Obama “Kerahkan” Rakyat

Hadapi Republik

.

Kompas.com 12/11/2012

 

 

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-24 bertarikh 14 November 2012.

Pada pengeposan kali ini Redaksi sengaja menurunkan dua warita yang dikutip utuh dari sumbernya Kompas.com. Dengan masing-masing tajuk seperti tercantum di atas, lengkap dengan alamat link-nya yang bisa diklik. Atau untuk masing-masing warita simak hlm 26a/klik ini dan hlm 26b/klik ini.

Sejujurnya Redaksi terkejut sekaligus menyambut positif kabar bubarnya BP Migas (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, bukan BPH Migas/Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi) melalui keputusan uji materi UU Migas (Undang-Undang No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi–Red) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa, 13 November 2012.

Sebagai pewarta warga yang ikut berupaya menegakkan Pancasila-UUD 1945 setelah lahirnya UUD 2002/nir amendemen UUD 1945, alasan MK dalam keputusan berakibat bubarnya BP Migas itu, sungguh sebuah langkah progresif.

Seluruh hal yang berkaitan dengan Badan Pelaksana dalam penjelasan UU Migas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” demikan Ketua MK Mahfud MD seperti dikutip Kompas.com.

Dan hal menarik bagi Redaksi, bahwa uji materi UU Migas ini diajukan  belasan organisasi massa yang berbasis agama mayoritas negeri ini. Sebuah bukti lagi, bahwa bila berbicara, berikhtiar untuk sebuah Indonesia yang lebih baik ke depannya, jati diri, dasar pijakan negeri ini ketika diproklamasikan, suka tidak suka, mau tidak mau, harus dijadikan platform bersama.

Tak terkecuali kaum yang menamakan dirinya Marxis-Leninis—yang sejatinya menolak sikap ahistoris serta mengutamakan pembebasan nasional dari penjajahan dalam sebuah front persatuan. Harus pula menerima Pancasila-UUD 1945—yang kini masuk kotak—tanpa reserve.

Sehubungan warita ini, dengan permohonan maaf dan tanpa mengurangi rasa hormat berhubung tidak merinci nama-nama, kepada 30 tokoh dan 12 organisasi massa dimaksud (mengacu pada berita “Tidak Sesuai Konstitusi, BP Migas Juga Memihak Asing” Kompas.com/13/11/2012 atau klik ini) Redaksi Dasar Kita menyampaikan penghargaan dan terima kasih.

Warita kedua yang Redaksi gandeng dengan kabar bubarnya BP Migas, sengaja Redaksi pilih dari pascaterpilihnya Obama–yang menyoal pajak bagi orang berpunya–untuk menunjukkan betapa beruntung kita ketimbang mereka.

Kita memiliki sebuah jati diri berikut konstitusi awal yang dirancang putra-putri terbaik, para pendiri republik ini yang walau sudah dimasukkotakkan dengan bantuan asing, tetap menunjukkan keperkasaannya sebagai pijakan sebuah nasion besar bernama Indonesia. Bubarnya BP Migas adalah sebuah bukti teranyar.

Betapa tidak. Dibanding kita, demokrasi mereka yang sudah ratusan tahun, sebuah negeri maju nan kaya pula, masih saja belum mampu menuntaskan ketimpangan, jurang kaya-miskin para warganya.

Sementara RRT Republik Rakyat Tiongkok, misalnya—dengan dasar pijakan yang paralel kita dalam hal keberpihakan pada rakyat tak berpunya—hanya kurang dari 3 dasawarsa berhasil mengangkat sekitar 400 juta warganya keluar dari kemiskinan absolut (data: Bank Dunia, klik ini). Atau data terbarui yang diajukan John Ross, malah mencapai angka 610-an juta penduduk Tiongkok yang terangkat dari kemiskinan versi Bank Dunia — simak hlm 41a.

Bahkan dari risalah yang Redaksi sadur dari para penulis kaum Kulit Hitam Amerika, mereka, kaum Kulit Hitam itu sedang merapatkan barisan untuk perjuangan pembebasan nasional (terutama) di kawasan Sabuk Hitam (Black Belt)—simak hlm 22b/klik ini dan hlm 23b/klik ini.

Secuil harapan Redaksi, mudah-mudahan dua kabar berita ini, menginspirasikan kita, mengingatkan kita akan pentingnya sebuah jati diri. Apalagi sebuah nasion besar dan kaya akan sumber daya alam, budaya, juga manusia, berjati diri unik dan khas pula.

Masalahnya sekarang, jati diri yang bernama Pancasila-UUD 1945 itu kini sudah masuk kotak. Yang di luar kotak adalah Pancasila gadungan alias UUD 2002/nir amendemen UUD 45 yang salah satu produknya adalah UU No 22/2001 Tentang Migas itu.

(Silakan simak hlm 21a/klik ini dan hlm 22a/klik ini juga hlm 23a/klik ini, hlm 24b/klik ini, dan hlm 25a/klik ini)

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Kawan Pembaca Budiman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s