Monthly Archives: Juli 2013

34. Peng Red (32)-14 Jul ’13

Standar

Petik Ajar dari Kudeta Mesir 2013

 

PK Turki: Rakyat Mesir akan Mengalahkan Keduanya  Imperialisme AS dan Kaum Kapitalis Mesir

 .

Apakah Washington di Balik Kudeta Mesir?

Oleh: Michel Chossudovsky

 

Sekali lagi,

Biarlah Jokowi Tetap Gubernur, Kecuali …

 .

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-32 bertarikh 14 Juli 2013.

Pada pengeposan kali ini Redaksi menurunkan dua tulisan  sebagai petik ajar dari Kudeta di Mesir awal bulan Juli 2013 ini.

Risalah pertama adalah pernyataan dari Komite Pusat Partai Komunis Turki atas jatuhnya Muhammad Mursi; silakan simak hlm 34a.

Sedangkan  tulisan kedua adalah dari Michel Chossudovsky Apakah Washington di Balik Kudeta Mesir? yang dimuat di situs RT (Russia Today). Menyoal keterlibatan Amerika dalam kudeta tersebut; silakan simak hlm 34b.

Dari kedua risalah ini, ajar yang dipetik dari Kudeta di Mesir tersebut, setidaknya bagi Redaksi, hapusnya UUD 2002/niramendemen UUD 45 adalah tak terelakkan.

Pancasila-UUD 45 yang menjadikan “… rakyat Indonesia berjuang untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi.

Pancasila-UUD 45 sebagai rechtsidee, cita hukum merupakan landasan berlakunya konstitusi Indonesia, jati diri kita, yang secara berandang tercantum dalam Arsip AG-AK-P (AG Pringgodigdo & AK Pringgodigdo)–simak hlm 22a.

Pancasila-UUD 45 yang membuyarkan omong kosong tentang kesaktian Pancasila di era junta militer Suharto. Sekaligus menggugurkan argumentasi “UUD 45 antidemokrasi” ala DR Adnan Buyung Nasution (Demokrasi Konstitusional, 2011); “demokrasi” serupa yang diusung oleh sang imperialis di Mesir hari-hari ini. Dipaksakan dengan “obat ekonomi mujarab” sang “dokter ekonomi gadungan” bernama IMF.

Dan hal ini, di abad ke-21 ini sekali pun, hanya mungkin oleh perjuangan lewat sebuah partai politik yang secara tegas mendukung Pancasila-UUD 45 dengan tujuan utama terdekatnya: hapus UUD 2002.

Parpol dimaksud  yang dengan dukungan luas massa rakyat lantaran sang pemimpinnya, pancasilais sejati, prorakyat.

Karena itu, sekali lagi, biarlah Jokowi tetap gubernur, kecuali …

Dengan kata lain, “benang merah” masing-masing dari kedua tulisan tersebut (pernyataan PK Turki dan tulisan Chossudovsky) merupakan dasar argumentasi lain lagi dari Redaksi, dalam sikap kami atas isu Jokowi sebagai capres–seperti sudah diulas di hlm 33a.

Di samping merupakan “bonus” atas penegasan kami bahwa “Imperialisme versi James Petras-Coen Husain Pontoh” tak lain adalah “otokritik” pada sang tuan, imperialis. ‘Sibuk memahami  dunia’ lewat  m2M (memusuhi Marxisme di dalam Marxisme itu sendiri).  Tak ada urusannya dengan tujuan tahap awal masyarakat sosialis sesuai perkembangan kapitalisme berbeda dari satu negeri ke negeri lainnya. Sejatinya menjauhi rakyat tertindas dari cita-cita sejati yang sangat diemohi sang imperialis.

Cita-cita sebuah sebuah republik di planet ini yang dengan kuat dinyatakan dalam Pancasila-UUD 45: masyarakat sosialis Indonesia, sosialisme khas Indonesia, sosialisme berkarakateristik Indonesia.

Cita-cita yang sedang dipraksiskan oleh Jokowi-Ahok yang pancasilais prorakyat itu “serta merta”, “begitu saja tanpa beban”, “bergaya Srimulat” (Kompas.com, 14/7/2013) dalam tekad lama kita yang  “sederhana” pula: 3-sakti.

Berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, berkepribadian sendiri di bidang budaya.

Jadi, jangan lupa,  untuk risalaah pernyataan PK Turki silakan simak hlm 34a.

Untuk tulisan Michel Chossudovsky silakan simak hlm 34b.

Dan terkait Jokowi silakan simak pengeposan bulan lalu hlm 33a.

ooOoo

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Terbarui Juli ’13

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

.

Inilah 27 Kampung yang Akan Direnovasi Pemprov DKI (Kompas.com)

.

Sebagai warita terbarui untuk pengeposan bulan Juli 2013 ini, kami kutip-muat ke-27 kampung yang akan direnovasi Pemprov DKI, seperti diwaritakan oleh Kompas.com (19/7/2013).

Silakan simak hlm 34c.

Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Pembaca Budiman