47. Peng Red (45)-14 Agu ’14

Standar

Keputusan KPU 22 Juli 2014 yang Tak Tergoyahkan, Kecuali …

.

Akankah Watershed itu Raib Seperti Halnya Tembok Berlin

Tapi untuk Sebuah Sosialisme Khas Indonesia, Menyongsong Proklamasi ke-70 Tahun Depan?

.

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-45 bertarikh 14 Agustus 2014.

Terus terang Redaksi tiba-tiba tertegun, begitu hari ini Kompas.com (14/8/2014) melansir sebuah warita bertajuk “Pendukung Prabowo Orasi soal Pancasila Akan Diganti dengan Paham Komunis”.

Kekuatiran Redaksi selama ini, bahwa naiknya Jokowi-JK akan membuat sebagian “pihak tertentu tidak happy” kian jelas.

Sehingga, pada pengeposan kali ini, Redaksi memilih tidak akan menulis apa-apa. Kecuali Pengantar ini dengan sebuah kalimat mengambang–dan subkalimat tanya menyongsong proklamasi ke-70–sebagai tajuk seperti tertera di atas. Dalam pemahaman bahwa, keputusan MK akan menolak gugatan Prabowo-Hatta. Dan kalau pun ada “tambahan keputusan” sangat tidak signifikan terhadap hasil yang sudah ditetapkan KPU pada 22 Juli 2014 yang lalu: Jokowi-JK unggul atas Prabowo-Hatta.

Kecuali …

Inilah kekuatiran kami. Kami tengarai Prabowo-Hatta akan terus “merangsek” untuk terus memasalahkan Pilpres 2014 melalui segala macam cara. Apalagi, kami termasuk yang tidak percaya, “pihak tertentu” itu yang kerap gampang dicirikan oleh ketidaksukaan mereka pada komunisme, tidak tahu menahu terhadap sebuah momen penting sebuah negeri penting di abad 21 di era mula merekahnya BRICS (Brazil Russia India China South Africa).

“Pihak tertentu”–yang oleh Lenin disebut imperialisme sebagai tahap tertinggi dari kapitalisme–dengan sebuah ketidaksukaan, sebuah isu, sebuah “komoditi” yang memang menjadi “tren” dunia (dominasi imperialis) saat itu, setengah abad silam. Dan terbukti sangat berhasil di Republik Indonesia. Tahun 1965 yang lantas menjadi “watershed” (pembatas zaman). Sejak itu, hingga hari ini, kita menjadi tidak mandiri, pro-Barat, dan seterusnya (Asvi W Adam simak hlm 24a), kata-kata lain dari “kita kembali dijajah”.

Jadinya, keputusan KPU 22 Juli 2014 yang tak tergoyahkan, kecuali …

Jadi, Redaksi kali ini bersikap menunggu. Setidaknya sekitar sepekan ke depan. Ucapan “Dirgahayu Republik Indonesia” pun  …

.

ooOoo

.

Visi Maritim Presiden Terpilih

.

Oleh: Darmawan

.
Sumber: Kompas.com, Kamis, 18 Agustus 2014| 10:23 WIB

.

Sebagai kabar terbarui, sambil menunggu keputusan MK pada 22 Agustus 2014, Redaksi merasa perlu memuat utuh tulisan seorang perwira tinggi purnawirawan TNI AL Darmawan. Dikutip utuh dari Kompas.com. Menyusul pada bulan Juni 2014 lalu kami tampilkan risalah mantan KSAL Achmad Soetjipto “Visi Baru Pertahanan Indonesia” (simak hlm 45c). Serangkaian tulisan untuk ikut–seperti halnya Kompas.com– menggaungi greget maritim yang sudah dicanangkan dalam visi misi Jokowi-JK (simak hlm 44b). Hal yang, hemat kami, sangat menonjol dari Jokowi-JK untuk sebuah RI yang hebat.

.

ooOoo

.

Jokowi-JK Resmi sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

.

.

Seperti kami tengarai sekitar sepekan lalu, Keputusan KPU pada 22 Juli 2014 yang mengunggulkan pasangan Jokowi-JK, memang tak tergoyahkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi pada 21 Agustus 2014.

Lamun, justru sekaligus juga terbukti kubu pasangan Prabowo-Hatta tidak memberikan ucapan selamat, laiknya capres-cawapres yang kalah dalam sebuah tarung untuk sebuah posisi tertinggi di sebuah negeri. Sinyal berandang kekuatiran kami di atas …

Silakan simak warita yang kami kutip utuh sepenuhnya dari Kompas.com ini, di hlm 47b.

Demikian Kawan Pembaca Budiman.

Salam hangat, tetap merdeka!

ooOoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s