49. Peng Red (47)-14 Okt ’14

Standar

Selamat kepada
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
dan
Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla

.
Semoga Menjadi
Mandataris MPR (Diegezamte Staatgewallt liegt allein bei der Majelis)
Sesuai Penjelasan UUD 1945

.
Salah Satu dari ‘Harga Mati’
Tritunggal (Pembukaan—Batang Tubuh—Penjelasan) UUD 1945
.
.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-47 bertarikh 14 Oktober 2014.
Kurang dari sepekan ke depan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla akan dilantik pada 20 Oktober 2014.

Berharap Pemerintah Jokowi-JK, cepat atau lambat, mengeluarkan “veto” atau “dekrit” membatalkan demi hukum UUD 2002/niramendemen UUD 1945—karena masih tegaknya secara legal Dekrit Presiden 5 Juli 1959—kemudian diamendemen pada greget Tritunggal (Pembukaan—Batang Tubuh—Penjelasan) UUD 1945. Mengembalikan Presiden sebagai Mandataris MPR (Diegezamte Staatgewallt liegt allein bei der Majelis) yang merupakan penjelmaan seluruh rakyat Indonesia (Vertretungsorgan des Willens des Staatvolkes).

Mandataris MPR yang kini sudah tiada berbarengan Penjelasan UUD 1945—salahsatu dari Tritunggal (Pembukaan-Batang Tubuh-Penjelasan) UUD 1945—yang dihapus saat “amendemen” I, II, III dan IV UUD 1945 yang cacat hukum dan dilansir pada 1999-2002 (bareng kerusuhan Ambon yang masih marak-maraknya); kemudian dikenal sebagai UUD 2002 lantaran sudah sebuah konstitusi “baru” bukan lagi “amendemen” atas UUD 1945.

Hal yang adalah suatu keniscayaan, bukan saja karena perintah ‘harga mati’ atau Tritunggal UUD 45, namun visi misi Jokowi-JK Trisakti-Masohi/Gotong Royong (simak hlm 44b) “habitat”-nya adalah UUD 1945 bukan UUD 2002.

Karenanya, dalam pengeposan kali ini, Redaksi memuat utuh Penjelasan UUD 1945,  bagian yang dihilangkan—dengan argumentasi yang tidak jelas—saat terbitnya UUD 2002 hasil “penyelundupan hukum” itu. (Simak hlm 21a dan hlm 22a).

Silakan simak hlm 49a.

ooOoo

.

Ini Pidato Lengkap Jokowi Saat Pelantikan Presiden

.

Sumber: detikNews, Senin, 20/10/2014, hlm 1, hlm2, hlm 3, hlm 4

.

.

Masih terkait pelantikan Jokowi-JK dilantik pada 20 Oktober 2014 tersebut. Redaksi muat di sini pidato Presiden Joko Widodo dimaksud. Dikutip dari detikNews seperti pada alamat di atas.

Silakan simak hlm 49b.

.

ooOoo

Jokowi Telepon Presiden Tiongkok: “Good morning, who’s speaking?”

.
Sumber: Kompas.com, Jumat, 24 Oktober 2014 | 11:11 WIB

.

.

.

Warita terbarui ini Redaksi kutip utuh dari Kompas.com. Kabar RRT, negara yang pertama kali dikontak oleh Jokowi sekalipun kabinet belum terbentuk. Redaksi menambahkan di akhir kabar ini, argumentasi pemuatan utuh warita ini.

Silakan simak hlm 49c.

ooOoo

.

TERBARUI:

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Pasca-14 Okt ’14

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala (Jokowi)-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan (Bang Jokowi maupun) Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

———————————————————————————–

Ahok dan Anak (Foto-foto Kompas.com/Kurnia Sari Aziza/Silvita Agmasari)

.

.

.

.

.

Untuk warita terbarui terkait Pemprov DKI, kini giliran Ahok dan Anak — setelah Jokowi dan Anak pada dua pengeposan sebelumnya (simak hlm 28g dan hml 43c).

Idem argumetasi pada dua foto Jokowi dan Anak dimaksud. Bahwa Redaksi sangat tertarik dengan foto pada warita terkait ini, lalu memuatnya (sebagai kabar terbarui) dan diberi judul Ahok dan Anak (Foto-foto Kompas.com/Kurnia Sari Aziza/Silvita Agmasari).

Selebihnya, Redaksi serahkan komentarnya pada Kawan Pembaca Budiman.

Silakan simak hlm 49d.

ooOoo

.

Inilah Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK

.

.
.
Warita terbarui “Kabinet Kerja” Jokowi-JK yang Redaksi Dasar Kita kutip utuh dari Kompas.com seperti dapat diklik pada alamat link di atas.
.
Silakan simak hlm 49e.
.
Serta warita terkait:
.
           Hlm 49e.1. Ini 15 Menteri …                                                                                    Hlm 49e.3. Presiden Lantik …
Kabinet J2K-15 dari parpol
Kabinet Kerja Jokowi-JK Dilantik
.
.
.
.
.
.ooOoo
 .

Jokowi Pastikan Kabinetnya Pro-Rakyat Bukan Pro-Pasar

.

.
.

Terkait korupsi, Jokowi sebelumnya sudah menerima laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi terkait calon menteri di kabinetnya. Ia pun tidak akan main-main jika ada pembantunya yang terlibat perkara korupsi, akan langsung dicopot.

“Akan tetapi, jika ada yang seperti itu, ya, risiko, mohon maaf, langsung selesai. Saya tidak suka formalitas-formalitas, seperti tanda tangan pakta integritas, tekan-teken sudahlah… (sambil tertawa). Kamu tidak benar, ya tendang. Ya gitu saja. Manajemen, ya, seperti itu. Tidak benar, ya, ganti,” tutup Jokowi.

Ini bagian paling menarik  — menurut hemat Redaksi Dasar Kita — dari warita ini, terkait konsistensi Presiden Jokowi dalam memaknai Front Persatuan Nasionalis-Islamis (2 dari 3 asas Soekarno, simak hlm 23c). Atau “koalisi tidak bagi-bagi kursi” yang seyogianya dipahami “koalisi tidak pertama-tama bagi-bagi kursi tapi pembagian kursi itu hak prerogatif Presiden bahkan terhadap (campur tangan) parpol”.

Dengan demikian jabatan Presiden yang sejalan “sistem presidensial” bahkan (semoga) kelak kemudian hari “sistem semipresidensial” sesuai perintah UUD 1945 (simak hlm 2b.2)

Silakan simak hlm 49f.

.

ooOOoo
.

Kerja Sama dengan Angola, Jokowi Klaim Indonesia Hemat Rp 15 Triliun Setahun

.

.
.

 Warita bersumber dari Kompas.com ini, menarik, setidaknya bagi Redaksi Dasar Kita. Pasalnya, MoU (Nota Kesepahaman) bilateral pertama yang diteken Jokowi adalah dengan sesama negara Dunia Ketiga, dari Afrika pula, Republik Rakyat Angola yang berhaluan (berformasi sosial, pinjam Arief Budiman, simak hlm 44a dan hlm 45a) sosialistis.

Silakan simak hlm 49g.

ooOoo
.

Jokowi, Poros Maritim Dunia, Tol Laut, dan “Si Vis Pacem Para Bellum”

.

.
.
.
Dengan alasan mencoba ikut mensosialisasikan visi misi pemerintah Jokowi-JK di mana kata “maritim” disebut sampai tiga kali (simak hlm 44b), Redaksi Dasar Kita dengan sadar mengutip utuh warita dari dari Kompas.com ini. Yang hemat kami berisi informasi cukup signifikan terkait visi misi dimaksud.
.
Silakan simak hlm 49h.
.
Semoga media ini bermanfaat.

Selamat membaca Pembaca Budiman.

ooOoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s