53. Peng Red (51) -14 Feb ’15

Standar

Pergilah ke Barat, Han Muda

.
Oleh: Pepe Escobar

Sumber: Russia Today, RT http://rt.com/op-edge/215147-china-politics-asia-russia/

Waktu publikasi: 17 Desember 2014, Pk 11.35

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-53 bertarikh 14 Februari 2015.

Bagi Redaksi Dasar Kita pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada 20 Oktober 2014, adalah pembatas zaman, watershed (pinjam istilah Asvi W Adam untuk peristiwa ‘65; simak hlm 24a). Di mana sesudahnya hingga hari ini Indonesia berada di era “Kemerdekaan Jilid 2”.

Argumennya, Redaksi alaskan pada “Jalan Ideologis” yang dicanangkan Jokowi-JK: Trisakti-Masohi/Gotong Royong dalam visi misi mereka (simak hlm 44b). Yang bagi Redaksi, baru engah belakangan, merupakan solusi cerdas dan cantik atasi konstitusi gadungan UUD 2002 (simak hlm 51a).

“Jalan ideologis” yang mustahil kita harapkan dari junta militer Suharto dan SBY sebagai Presiden terpilih pertama bukan mandataris MPR. Yang sikap pro-Barat kedua penguasa ini kental sekali. (Simak hlm 35a).

Pertanyaannya. Apakah Kemerdekaan Jilid 2 ini akan bertahan lebih lama dari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang hanya mencapai 20 tahun itu? Ataukah malah hanya bertahan kurang dari 5 tahun (seperti kabar burung yang sudah beredar bahkan sebelum Jokowi-JK dilantik pascamemenangkan pemilu 2014 dan suara-suara pemakzulan yang kini merebak)? Seperti era almarhum Gus Dur dan Megawati yang sulit dikatakan “darling”-nya Barat.

Hemat Redaksi, kuncinya jawabannya terletak pada partai politik pendukung. Dalam hal ini PDI-P dan NasDem yang kondang sebagai kaum Sukarnois, di samping empat parpol lainnya yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, PKB, Hanura, PKPI dan PPP.

Artinya, dalam panggung politik dunia modern bahkan dunia disebut-sebut sudah berada pada era pascamodern, apapun sistem pemerintahan/ideologi negeri bersangkutan, parpol tetap merupakan sarana efektif bagi suatu perubahan sosial politik termasuk ekonomi negeri tersebut.

Dalam konteks ini, tulisan Pepe Escobar yang bersumber dari RT tersebut, kami bahasaindonesiakan pada pengeposan kali ini.

Memang, Escobar tidak sedang menilik parpol dan perubahan sebuah negeri.

Tapi menimbang sebuah negeri raksasa yang sedang menggeliat, merambah ke seluruh muka bumi ini bukan untuk berhegemoni-ria atas negeri-negeri yang dirambahnya. Tapi “sekadar” menawarkan sebuah hubungan anatarnegara pada kesepakatan “sama-sama untung” (“win-win” deals — Red DK) yang pernah dilakoninya dahulu kala. Dan yang kini Tiongkok ingin “mengartikulasikan kembali” pada awal abad 21 ini: Jalan Sutra Baru.

Kerja mahabesar ini hanya mungkin oleh dukungan tanpa reserve parpol yang kuat baik ideologis maupun politis terhadap pemerintahannya. Pemerintah yang berkomitmen penuh pada rakyat lantaran kediktatoran proletar yang dianutnya, sejalan garis partai, tak memberi ruang sedikitpun bagi kapitalisme untuk berdaulat atas rakyat “tanpa sepengetahuan” partai.

Kapitalisme dan kaum kapitalisnya “dibiarkan” mencapai puncak kejayaannya yang sejati, sesuai “road map” yang dicanangkan Marx: feodalisme–kapitalisme maju–sosialisme. Lantas seperti dikatakan Duan Zhongqiao:

Ekonomi milik-negara adalah berdasarkan kesadaran untuk menuju sosialisme yang digambarkan Marx.

Ekonomi individual bisa mau atau tidak untuk bergerak langsung ke sosialisme. Ekonomi kapitalis tidak bisa bergerak ke sosialisme secara spontan dan niscaya melawan sosialisme.

Jika hanya ekonomi milik-negara yang menduduki posisi terdepan dalam keseluruhan ekonomi pasar, akan memungkinkan negara-negara sosialis mendesak suatu orientasi sosialis bagi seluruh masyarakat dan mentransformasikan sektor ekonomi kapitalis, ketika ia kehilangan alasan untuk eksistensi, ke dalam ekonomi sosialis.
(Simak hlm 10a)

Sekali lagi, tulisan Pepe Escobar Redaksi tempatkan dalam konteks ini.

Dan Pemerintahan Jokowi-JK dengan “Jalan Ideologis”-nya  sudah “on track” pada tawaran RRT-Xi Jinping ini — lema “maritim” disebut sampai tiga kali dalam visi misi. Hal yang membuat “mereka”, kaum globalis yang sukses membuat kemerdekaan kita hanya berumur 2 dekade, berang!

Politik jadul devide et impera pun tampaknya dimainkan kembali. Kita dibuat sibuk dengan bertengkar satu sama lain “ala ’65”, tapi kini atas nama “penegakan hukum”. Jadinya, boro-boro ingat “Jalan Ideologis” — yang justru penjamin masa depan anak cucu kita.

Silakan saja, simak Pepe Escobar di hlm 53a.

ooOoo

.

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pasca-14 Feb ’15

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala (Jokowi)-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan (Bang Jokowi maupun) Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat Pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2 per 20/10/2014

.

Ahok: Nanti Cerita Sama Cucu, Ada Gubernur Berani Lawan Semuanya

.

Sumber: Kompas.com, 4 Maret 2015 Pk 17.54

.

.

Maaf, Kawan Pembaca, langsung saja disimak. Tajuk Kompas.com di atas  sudah cukup jelas

Silakan klik hlm 53b.

ooOoo

Kebijakan Susi Bikin Stok Tuna di Pasaran Dunia Berkurang

.
.
Warita ini sengaja Redaksi muat utuh di blog ini. Setidaknya, untuk ikut mewaritakan yang dilansir kompas.com, bahwa pemerintahan Jokowi-JK dengan kabinetnya, dalam hal ini kementerian yang dipimpin Ibu Susi, sudah menunjukkan kinerjanya. Sehingga, ketimbang kita “terpancing” pada hal-hal negatif ala devide et impera (politik adu domba oleh penjajah), lebih baik kita sambut positif salah satu hasil kerja bagus Jokowi-JK dan kbinetnya ini.
.
Silakan simak hlm 53c.
.
Semoga media ini bermanfaat.

Selamat Membaca Kawan Pembaca Budiman.

ooOoo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s