57a. Edisi 8 Juni 2015, Sepekan Pasca-1 Juni 2015, 10-Pekan Pra-17 Agustus 2015; Pengeposan Khusus (55-2)Menyambut: 70 Tahun Pancasila – 70 Tahun Republik Indonesia, 2015

Standar

Edisi 8 Juni 2015, Sepekan Pasca-1 Juni 2015, 10-Pekan Pra-17 Agustus 2015 Pengeposan Khusus (55-2) Menyambut: 70 Tahun Pancasila – 70 Tahun Republik Indonesia, 2015 .

70 Tahun Pancasila 1 Juni 1945 – 1 Juni 2015

. 70 Tahun Republik Indonesia 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2015

.

Jalan Ideologis Trisakti-Gotong Royong Pemerintahan Jokowi-JK yang dilantik pada 20 Oktober 2014

.

. pada hakikatnya:

.

. Menegakkan satu dari Panca Azimat Revolusi (Nasakom, Pancasila, USDEK, Trisakti, Berdikari) yang sejatinya “lima Panca Azimat ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain”.

. Yang sejatinya pula untuk mencapai sebuah Indonesia yang mengemban Ampera, Amanat Penderitaan Rakyat.

. Yang sejatinya pula, Panca Azimat, Ampera, adalah Revolusi Indonesia yang “belum selesai”.

(Redaksi Dasar Kita)

.

♦ ♦ ♦

.

Saudara-saudara, daripada pengetahuan umum tentang politik internasional, dari juga informasi informasi dan dokumentasi rahasia daripada politik nekolim ialah ternyata sebagai berikut.

Dulu pernah saya sinyalir, nekolim menganggap dunia ini ada dua musuh yang besar sekali, RRT dan Indonesia.

RRT terutama sekali di bagian utara Asia, Indonesia di bagian Asia Tenggara. Malahan bagian Asia Tenggara ini dianggap oleh pihak nekolim satu danger spot yang paling berbahaya bagi mereka. Yaitu Indonesia ini adalah danger spot bagi mereka.

Apalagi ternyata Indonesia ini telah menjadi mercusuar daripada perjuangan bangsa-bangsa di seluruh dunia, mercusuar perjuangan bangsa-bangsa antiimperialisme. Perjuangan bangsa-bangsa ini kok Indonesia menjadi mercusuarnya!

Makin, makin nekolim menghendaki supaya Indonesia ini hancur.

Sekarang ini bagaimana?

Nomor satu, jangan sampai Indonesia ini rapat dengan musuh nekolim yang lain di utara itu, yaitu Tiongkok. Pisahkan dua itu.

Satu, kalau dua ini terpisah, mudah, artinya sudah het halve werk is algedaan [separuh tugas sudah selesai – Peny./Red DK]. Nekolim [tinggal – Red DK] menghancurkan Tiongkok, karena Tiongkok [sudah – Red DK] berdiri sendiri[an – Red DK].

.Dan Saudara-saudara barangkali mengerti salah satu, salah satu unsur dari peperangan di Vietnam ini ialah untuk testing ground, kataku tempo hari dalam pidatoku di Senayan, daripada cara pertempuran-pertempuran baru, sama dengan dulu zaman Hitler, Spanyol dijadikan testing ground.

Hitler dengan kedok menghantam pergerakan buruh kaum komunis di Spanyol ikut menghantam Revolusi Spanyol yang mula-mula berpusat di Barcelona. Tapi pada pokoknya untuk testing ia punya senjata-senjata baru, dia punya taktik-taktik baru. Taktik misalnya dengan ia punya nieuws Heinkel bommenwerper. Heinkel fighter tapi sama sekali bommenwerper. Sesudah ternyata senjata-senjata baru ini efektif, barulah Hitler pergunakan senjata-senjata baru ini untuk menghantam Polandia, etc, etc.

Amerika sekarang berbuat hetzelfde (yang sama), hetzelfde grapje (perbuatan yang sama) di Vietnam. Caranya bagaimana menundukkan bangsa yang menjalankan satu guerilla warfare (perang gerilya). Caranya dengan napalm, menghancurkan, membakar puluhan hektar hutan sekaligus di dalam suatu aanval (serangan). Caranya dengan menghantam desa-desa, etc, etc.

Sekarang ini Amerika telah bisa mendapat satu bukti bahwa pos-pos missiles, ground-to-air missiles, 40 km dari Hanoi, bisa dihantam juga. Dulu semua mengira, kalau ada satu kesatuan missiles ground-to-air, kapal udara tidak bisa datang di situ untuk menghantamnya. Sebab, sebelum kapal udara bisa menghantam, sudah ada missiles nanti yang akan mengejar kapal udara itu dan menghancurkan kapal udara itu di udara.

Bomabardement 40 km dari Hanoi yang sekaligus 4 missiles unit dibikin hancur menunjukkan bahwa juga missiles bases bisa dihancurkan dengan cara baru daripada Amerika itu.

Sehingga Amerika berkata: now, kalau saya jalankan taktik baru ini, ik kan ook alle missiles-bases [Saya juga dapat semua pangkalan peluru kendali – Peny./Red DK] di RRT hancurkan.

.

(Pidato PJM Presiden Soekarno pada Sidang Paripurna Kabinet Dwikora di Bogor, 6 November 1965; di dalam “Revolusi Belum Selesai” Kumpulan Pidato Soekarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaskara, Penyunting Budi Setiyono dan Bonnie Triyana, PT Serambi Ilmu Semesta, 2014: 96-98) .

ooOoo

.

Catatan Redaksi Dasar Kita

Menyambut 70 tahun Pancasila dan 70 tahun Republik Indonesia pada 2015 ini, secara periodik setiap Senin, terhitung sejak 1 Juni 2015 (kemudian 8 Juni, 15 Juni, 22 Juni, dan seterusnya) hingga berakhir Senin, 17 Agustus 2015, Pengeposan Khusus ini akan hadir. Dengan catatan bahwa “tradisi” pengeposan bulanan setiap tanggal 14, untuk 3 bulan ini digantikan Pengeposan Khusus pada 15 Juni, 13 Juli dan 17 Agustus.

Pengeposan Khusus hadir dengan “cuplikan-cuplikan” sambutan/pidato Soekarno yang kami kutip dari buku “Revolusi Belum Selesai” dimaksud seperti tersajikan di atas.

(Selengkapnya simak Pengeposan Khusus Edisi 1 Juni 2015/70 Tahun Pancasila).

ooOoo

..

Catatan untuk Pengeposan Khusus Edisi 8 Juni 2015

Ketika Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, hal mencolok adalah RI yang lebih “merapat” ke Beijing ketimbang dua pemerintahan sebelumnya, Soeharto dan SBY, yang lebih cenderung ke Washington.

Keputusan RI yang menjadi anggota bank gagasan Tiongkok AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank), bank skala internasional (disebut-sebut sebagai alternatif Bank Dunia dan IMF) setelah pada peresmiannya di Beijing beberapa hari setelah Jokowi-JK dilantik RI tidak bergabung (ditengarai media dalam-jaringan Rusia RT, RI/SBY enggan masuk AIIB oleh tekanan AS), maka setidaknya untuk kami, Redaksi Dasar Kita, Presiden Joko Widodo yang mengusung Jalan Ideologis visi Trisakti-Masohi/Gotong Royong, tak pelak lagi adalah “Soekarno abad ke-21”.

Cuplikan pidato Soekarno di atas, adalah sepotong “bukti empiris” terkait.

Dan lantaran geopolitik dunia hari ini, di abad ke-21 ini, sang nekolim (neoimperialisme) masih “dia-dia juga”. Dalam artian masih saja jumawa dengan aksi invasi-militer (salah satu dalih melanggengkan bisnis senjata di samping modus oprandi jadul penguasaan SDA Negara Dunia Ketiga semisal di Irak, Libia, Suriah, Yaman) pertanyaan logisnya: “Apa nekolim akan berdiam diri?”

Kami serahkan jawabannya kepada Kawan Pembaca Budiman, dengan “pedoman jawaban”: sudah sejak kampanye pilpres bahkan baru seumur jagung, belum juga 3 bulan pemerintahan Jokowi-JK, sudah marak isu “Jokowi tak sampai 5 tahun”.

ooOoo

.

Simak rangkaian Pengeposan Khusus:

Edisi 1 Juni 2015/70 Tahun Pancasila

Edisi 15 Juni 2015 

Edisi 22 Juni 2015/488 Tahun Jakarta

Edisi 29 Juni 2015

Edisi 6 Juli 2015

Edisi 13 Juli 2015

Edisi 20 Juli 2015

Edisi 27 Juli 2015

Edisi 3 Agustus 2015

Edisi 10 Agustus 2015

Edisi 17 Agustus 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s