59. Peng Red (56) – 13 Jul ’15 – AHOK UNTUK PILKADA DKI 2017

Standar

AHOK UNTUK PILKADA DKI 2017

.

Kawan Pembaca Budiman, di “sela-sela” Pengeposan Khusus menyambut 70 Tahun Pancasila dan 70 Tahun RI, di samping ada pengeposan yang juga khusus dalam hal ini terkait isu Presiden Joko Widodo dan Perekonomian Indonesia (simak hlm 58), masih ada lagi pengeposan khusus lainnya kami beri tajuk “AHOK UNTUK PILKADA DKI 2017”.

Pengeposan khusus yang tak lain berisi serangkaian pewartaan yang merupakan wujud dukungan Redaksi Dasar Kita kepada Bang Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) DKI (Daerah Khusus Ibukota) Jakarta pada 2017 mendatang.

Dan bagi kami, dukungan dimaksud tidak melihat/memerhitungkan pada “kendaraan politik” yang digunakan Bang Ahok. Maksudnya, entah Bang Ahok menggunakan jalur independen atau parpol tertentu, kami tetap dukung tanpa reserve.

Bahkan Bang Ahok sendiri dalam beberapa kesempatan sebelum ini, sesungguhnya belum final dalam keputusannya apakah akan mengunakan jalur parpol atau nonparpol/independen mengahadapi Pilkada DKI 2017.

Termasuk kepada gerakan para relawan yang sudah mulai mengumpulkan KTP DKI di bawah nama “Teman Ahok”, Bang Ahok pun masih bersikap menunggu. Seperti diwaritakan Tempo.co, 08 Juni 2015 “Ahok mempersilakan jika ada warga DKI yang mau membantunya mengumpulkan satu juta KTP warga DKI sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2015. Dia akan berdialog dengan mereka saat satu juta KTP itu terkumpul. Alasannya, jika saat baru mulai sudah dikumpulkan, nanti semakin banyak gerakan relawan yang tak bisa dia bendung. “Saya biarkan mereka bekerja dulu,” kata Ahok.

Sehingga, pada data terbarui (update) progres jumlah pengumpulan KTP oleh Teman Ahok, kami Redaksi Dasar Kita, menghentikan sementara pewartaan progres jumlah KTP terkumpul pada periode 3-23 Agustus 2015 (yang kami gunakan untuk “prediksi kasar” bahwa pada Juli 2016 “Teman Ahok” bakal melebihi target yakni 1.048.080 KTP DKI). Dengan alasan, menunggu kepastian Bang Ahok sendiri apakah memilih jalur parpol atau jalur independen, termasuk sikapnya terhadap “Teman Ahok”.

Dalam artian, kami tidak ingin terlibat pada masalah yang (mungkin) timbul dari relasi politik antara Bang Ahok dengan “Teman Ahok”. KTP dan suara kami, Redaksi Dasar Kita, akan diberikan pada tujuan semula: “Ahok untuk Pilkada DKI 2017”. 

Kembali ke sosok Bang Ahok sendiri, kami tidak akan beragumen ala “reinventing the wheel” mengapa Bang Ahok perlu dan harus memenangkan Pilkada DKI 2017. Seperti apa yang dengan sangat baik sekali sudah dan tengah dilakukan oleh “Teman Ahok” . Paling banter seperti pada pengeposan terbarui di hlm 59c.1 sikap kami Redaksi Dasar Kitaidem atau setidaknya paralel Teman Ahok: Ahok jaminan Jakarta mengorbit matahari bukan nalar tak bernalar ala era pra-Copernicus! (Silakan simak/klik hlm 27a) .

Atau paling banter pula saat tulisan ini disiapkan kami  (yang percaya perubahan signifikan dan berjangkau jauh ke depan adalah lewat parpol pelopor progresif-revolusioner yang belum “berhasil” dicapai PDI-P dan NasDem yang usung pikiran-pikiran Soekarno) coba “melengkapi”  — dalam konteks “jasmerah” (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) — dengan memuat utuh …

Teks lengkap pidato Soekarno seusai pelantikan Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta pada 1966 (sumber: “Revolusi Belum Selesai”, 2014).  Yang sudah lebih awal diposkan, mengawali pagina khusus ini, dukungan kepada Ahok untuk memenangkan Pilkada DKI 2017. Amin.

Silakan simak halaman-halaman berikut (yang akan bertambah hingga Pilkada DKI 2017 yang akan datang):

hlm 59a;    hlm 59b;    hlm 59c: hlm 59d & terbarui: hlm 59e ; selanjutnya dalam pengeposan terbarui seperti disinggung di atas hlm 59c.1 warita-warita media arus utama (mayoritas dari Kompas.com) khususnya terkait keputusan Bang Ahok di awal Maret 2016 yang pastikan pilihan pada Teman Ahok atawa memilih jalur perorangan.

Termasuk terkait pilihan Bang Ahok tersebut yang tampak belum “final” dengan munculnya dukungan dari parpol Hanura, NasDem serta Golkar.  Bang Ahok kembali diminta ketegasan sikapnya pada Teman Ahok.

“Gonjang-ganjing” ini bagi kami, “hanyalah” konsekuensi logis sebuah Indonesia yang “sedang menemukan jati dirinya” yang sudah diawali sejak Jokowi-Ahok menjadi DKI-1-2. Kemudian makin “memantapkan diri” ketika Jokowi menjadi RI-1 yang mengusung “jalan ideologis” Trisakti-Gotong Royong.

Sehingga bagi kami, kami tetap percaya Bang Ahok apapun keputusannya tak mungkin beranjak dari keberpihakannya pada rakyat yang tulus bahkan jiwanya adalah taruhannya.

Sikap langka “pasang  badan demi rakyat” yang mungkin hanya satu-satunya di level pejabat tinggi negara era transaksional “demokrasi kriminal” ini  bahkan bukan tidak mungkin sejak era junta militer Soeharto yang meng-kudeta-merangkak-kan Soekarno itu.

Selamat Membaca Kawan Pembaca Budiman

Dan semoga tertarik ikut mendukung Bang Ahok untuk Pilkada DKI 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s