66. Peng Red (64) – 14 Okt ’15: Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK 20 Oktober 2015

Standar

Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK  20 Oktober 2015

 .

Dari “Kanan” ke “Kiri”

Berhenti Sejenak di “Tengah”

 .

MPR (Produk UUD 2002) Siap Menghadang

dengan Sosialisasi 4 Pilar (alm)

.

Ironi Sebuah “Majelis Permusyawaratan Rakyat”

 .

Oleh Redaksi Dasar Kita

.

“Lha ini, di waktu-waktu belakangan ini saya melihat, dan ini sudah saya katakan juga, dengan sedih saya melihat bahwa ada tren, tren yang mau menggeserkan revolusi kita ini ke kanan.

Jangan kira, Saudara-saudara, kiri is allen mar antiimperialisme. Jangan kira kiri hanya antiimperialisme, tapi kiri juga anti-uitbuiting [antieksploitasi – Red DK].

Kiri adalah juga menghendaki satu masyarakat yang adil dan makmur, di dalam arti tiada kapitalisme, tiada exploitation de l’homme par l’homme, tetapi kiri.

Oleh karena itu saya berkata tempo hari, Pancasila adalah kiri.

Oleh karena apa?

Terutama sekali oleh karena di dalam Pancasila adalah unsur keadilan sosial.

Pancasila adalah antikapitalisme.

Pancasila adalah anti-exploitation de l’homme par l’homme.

Pancasila adalah anti-exploitation de nation par nation.

Karena itulah Pancasila kiri.

Tetapi yang saya lihat di waktu-waktu yang akhir-akhir ini, Saudara.

Manakala saya berkata, rupanya revolusi kita mau dikanankan, itu oleh karena saya melihat bahwa sekarang ini ada actieve krachten [kekuatan aktif – Red DK] bekerja untuk on-kiri-en [Meniadakan unsur-unsur kiri – Peyunt/Red DK], unsur-unsur di dalam revolusi kita ini.

Lha ini yang membuat saya sedih. Apalagi on-kiri-en itu adalah sesuai dengan kehendaknya pihak nekolim.

(Pidato PJM Presiden Soekarno pada Sidang Paripurna Kabinet Dwikora di Bogor, 6 November 1965; di dalam ibid “Revolusi Belum Selesai”: 96)

Hanya sekitar lima pekan sejak dimulainya Kudeta Merangkak (1/10/1965), Bung Karno sudah merasakan apa yang kemudian menjadi kenyataan selama setengah abad ke depan di sebuah republik yang ia ikut perjuangkan sejak muda dan turut memproklamasikannya. Futuristik yang ia ungkapkan dengan sangat pas:

. “… Apalagi on-kiri-en itu adalah sesuai dengan kehendaknya pihak nekolim.”

Ya, selama 50 tahun ini, sejak Soeharto “meng-kanan-kan” revolusi itu dengan pola kaum revisionis “memusuhi Pancasila-UUD 1945 di dalam Pancasila-UUD 1945 itu sendiri” lewat apa yang disebut “Kesaktian Pancasila” dalam  program indoktrinasi (ala partai komunis) P4 (Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila).

Berlanjut “digenapi” dengan UUD 2002/niramendemen UUD 1945 … Kental sekali “on-kiri-en itu adalah sesuai dengan kehendaknya pihak nekolimterus saja diupayakan lenyap dari ingatan kolektif bangsa.

Lema nekolim, neokolonialisme atau imperialisme sebagai tahap tertinggi/terakhir kapitalisme “bernasib sama” seperti halnya sebandung kata “sosialisme Indonesia”  yang digambarkan dengan pas oleh Burhan D Magenda:

Sejak tahun 1968, kekangan ideologis ini tambah lunak 5,6,7. Seirama dengan laju pertumbuhan yang tinggi, maka solidaritas sosial mulai mengendor, bahkan pembicaraan tentang sosialisme Indonesia dianggap sebagai “bagian dari masa lalu yang buruk”.

(Selengkapnya simak hlm 66a)

ooOoo

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-64 bertarikh 14 Oktober 2015.

Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK pada 20 Oktober 2015, kami turunkan tulisan dengan tajuk dan subtajuk seperti tercantum di atas. Sebuah sikap kami — sebagai kaum yang mencoba memaknai dan berpandangan materialis nonrevisionis — mendukung tanpa reserve pemerintahan Jokowi-JK.

Silakan simak hlm 66a.

ooOoo

.

Menteri Susi Instruksikan Penenggelaman 16 Kapal “Illegal Fishing” Tanpa Proses Pengadilan

.

.

.

Masih dalam suasana menyambut setahun pemerintahan Jokowi-JK. Warita bersumber Kompas.com tentang Bu Susi terkait “Hadirnya Negara” dalam penenggelaman kapal “illegal fisihing” ini — melangkaui pengadilan pula — menjadi alasan Redaksi memuatnya utuh.

Silakan simak hlm 66b.

Selamat  Membaca Kawan Pembaca Budiman.

Semoga media pewarta warga ini bermanfaat.

ooOoo

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s