68. Peng Red (66) – 14 Des ’15

Standar

Renungan Akhir Tahun 2015

 .

Upaya Kudeta Politik (Gagal)

 

di Saat

 

Setahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dari “Kanan” ke “Kiri” Berhenti Sejenak di “Tengah”

.

Oleh Redaksi Dasar Kita

 

Tanpa kami sadari, “Renungan Akhir Tahun” di setiap pengeposan bulan Desember telah menjadi semacam tradisi.

Dan untuk kali kedua renungan di penghujung tahun ini terkait pemerintahan Jokowi-JK. Setelah pada tahun lalu kami poskan renungan:  Jalan Ideologis Trisakti-Gotong Royong Solusi Cerdas & Cantik Jokowi-JK Atasi Konstitusi Gadungan UUD 2002.

Secara kebetulan sekitar medio November 2015 lalu, setahun lebih-sebulan pemerintahan Jokowi-JK, merebak kisruh Freeport , pinjam  istilah Menko Rizal Ramli,  “sinetron antar-geng”.

Selengkapnya simak pranala (link) di bawah ini.

.

ooOoo

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-66 bertarikh 14 Desember 2015.

Pengeposan risalah kami yang menyoal kisruh Freeport, “sinetron antar-geng” vrsi Rizal Ramli. Yang kami coba timbang dari sudut upaya kudeta politik, cara pandang yang kami pungut dari pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti.

Lalu, dalam konteks upaya kudeta politik (gagal) ini, bila tidak keberatan mengajak Kawan Pembaca Budiman menimbang ulang risalah kami juga sebelumnya menyambut: Setahun pemerintahan Jokowi-JK, Dari “Kanan” ke “Kiri” Berhenti Sejenak di “Tengah”.

Silakan saja simak/klik hlm 68a.

.

ooOoo

.

Ahok: Ikan Mati Itu Ikut Arus, Ikan Hidup Hadapi Arus

.

.

Warita satu ini dari Bang Ahok, setidaknya untuk kami sangat inspiratif, seperti diindikasikan pada tajuknya. Dan lebih dari itu, ada terucap dari Abang kita: “sekarang bahagia lebih banyak memberi daripada menerima”.

Frasa serupa yang ditulis Soekarno, menutup tulisan monumentalnya  pada 1926, kekuatan hidup itu letaknya tidak dalam menerima tapi dalam memberi.(Simak hlm 23c).

Sebuah tip untuk menyongsong Tahun Baru 2016: melawan arus dan banyak memberi!

Selengkapnya silakan simak/klik hlm 68b.

Selamat Membaca Kawan.

Semoga media pewarta warga ini bermanfaat.

Selamat Tahun Baru 2016.

ooOoo

One response »

  1. Jakarta butuh orang macam Ahok. Dan yang seperti itu, susah carinya. 🙂

    Redaksi Dasar Kita

    Akur. Tapi siapa tahu Bang Ahok sumber inspiratif lahirkan “Ahok-Ahok” berikutnya. Semoga.

    Terima kasih @kutukamus sudah mampir.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s