76. Peng Red (74) – 14 Agu ’16

Standar

76. Pengantar Redaksi (74) – 14 Agustus 2016

Kawan, Selamat Datang di blog kami pengeposan (posting) ke-74 bertarikh 16 Agustus 2016.

Silakan saja simak/klik selengkapnya warita di bawah ini.

Selamat Membaca Kawan Pembaca Budiman.

Semoga media pewarta warga ini bermanfaat.

.

ooOoo

.

Menyambut

71 Tahun RI  (17 Agustus 1945 – 2016)

45 Tahun Decoupling Dolar AS-Emas (15 Agustus 1971 – 2016)

.

DK-76-Qiao Liang-Logo RI 71--JPEG dari PDF

“Perjuangan Kemerdekaan Jilid 2, Tarung-Sengit Finansial Abad XXI”

 Grafis oleh Redaksi Dasar Kita; simak/klik dalam format PDF, untuk kembali ke laman ini klik ikon <== di pojok kiri atas.

Terinspirasi “Logo HUT RI ke-71 Mirip Infanteri AS, Ini Kata Bekraf” Yoga Hastyadi Widiartono – Kompas Tekno, Rabu, 10 Agustus 

* * *

… peristiwa yang paling penting dari abad ke-20 bukanlah Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan runtuhnya Uni Soviet. Peristiwa paling penting dari abad ke-20 adalah decoupling dolar dan emas 15 Agustus 1971.

[…]

Banyak orang berpikir bahwa setelah surutnya Kekaisaran Inggris, sejarah kolonial pada dasarnya telah berlalu. Kenyataannya tidak seperti itu, karena setelah Amerika Serikat menjadi sebuah kekaisaran finansial, ia mulai menggunakan dolar sebagai ekspansi “kolonial” tersembunyi: Amerika mengendalikan ekonomi-ekonomi nasional melalui dolar, sehingga membuat berbagai negara di dunia “koloni-koloni” finansialnya. 

[…]

Karena mereka tidak menyadari bahwa sebuah era besar sedang berakhir, Amerika Serikat akan tumbang seiring berjalannya waktu [fall with time] karena kapitalisme finansial telah dibawa ke tahap tertinggi [“Imperialism the Highest Stage of Capitalism” salah satu buku karya VI Lenin, 1920].

Di satu sisi, melalui ekonomi virtual, Amerika Serikat telah melahap [eaten up] semua keuntungan kapitalisme. Di sisi lain, melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi – yang [di sini] berbangga sebagai pemimpin dunia  – Internet, data besar, dan awan [the cloud] mendorong ke ekstrim yang pada akhirnya akan menguburkan Amerika Serikat  sebagai representatif dari oponen paling penting kapitalisme keuangan. [Artinya, internet dan awan akan mendapatkan kehidupan mereka sendiri dan melawan pemerintah AS — dari sumber, Red DK].

(Jend Qiao Liang)

* * *

.

One Belt, One Road [OBOR]

.

Jend Qiao Liang

.

Sumber: Heartland http://temi.repubblica.it/limes-heartland/one-belt-one-road/2070

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Selengkapnya simak/klik hlm 76a.

.

ooOoo

One response »

  1. KETIKA AJARAN SOEKARNO DIKHIANATI KAUM YANG MENGAKU SOEKARNOIS

    Banyak yang mengaku Soekarnois tetapi tidak paham bawah Pancasila itu antitesis Liberalisme, Kapitalisme, termasuk Pilkada, pilsung, kalah menang, banyak-banyakan suara, mayoritas minoritas. Semua itu bertentangan dengan Pancasila, artinya sama dengan mengkhianati ajaran Soekarno.

      “… Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara ‘semua buat semua’, ‘satu buat semua, semua buat satu’…”
      “… Saya yakin, bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan … “
      (Cuplikan pidato 1 Juni 1045 lahirnya Pancasila).

    Padahal desain negara sudah ditentukan di Pembukaan UUD 1945, alenia ke-4 Pembukaan UUD 1945.

      “… Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia …”

    Catatan Redaksi Dasar Kita

    Terima kasih Bung Prihandoyo, telah mampir lagi.

    Setelah setahun lebih Bung meninggalkan di blog ini komentar-komentar membidas pengeposan kami — dalam memeringati Kemerdekaan RI ke-70 — pemuatan kutipan-kutipan dari pidato-pidato Soekarno semasa periode Kudeta Merangkak (1965-1967) mengacu buku “Revolusi Belum Selesai” Penyunting Budi Setiyono & Bonnie Triyana (2014).

    Kami apresiasi tinggi greget Bung (dalam komentar-komentar terdahulu) yang bergeming khususnya terkait konstitusi awal dilansir pada 18 Agustus 1945, yang Bung garisbawahi seperti ditunjukkan oleh tajuk di atas pada komentar kali ini.

    Lebih spesifik lagi, pengkhianatan terhadap ajaran Soekarno, Bung tunjukkan dengan mengutip sila keempat dari Pancasila. Juga mengutip alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945, sebuah “afirmasi” bagi sebandung (sepasang) entitas yang tak terpisahkan satu dengan lainnya: Pancasila-UUD 1945.

    Sementara, sekadar mengingatkan Bung Prihandoyo, bahwa pada catatan kami atas komentar terakhir Bung sekitar setahun lalu (Juli 2015), kami menunggu …

      Setidaknya, dengan segala kelemahan dan keterbatasan kami sebagai pewarta warga yang bukan apa-apa/siapa-siapa, berupaya ikut “mencabut chips ‘kentutin BK’ yang ditanam kaum imperialis di kepala masing-masing kita” — 1/2 abad ini.
      Pertanyaannya, apakah Rumah Pancasila tidak berminat ikut berupaya mencabut chips itu, lantas mendukung Jokowi-JK tanpa reserve?
      Atau, opsi apa yang Rumah Pancasila coba tawarkan untuk mengatasi “Negara Proklamasi” yang ambruk ini?
      Kami tunggu opsi itu.

    Bung Prihandoyo … terima kasih banyak.

    “Tetap Merdeka!”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s