TERBARUI:

Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Pasca14 Jan ’13

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan Bang Jokowi maupun Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

.

Jokowi Bantah Ada Tekanan dari Pemerintah Pusat

Kompas.com, 11/1/2013

..

Kurnia Sari Aziza | Jumat, 11 Januari 2013 | 12:38 WIB

.

TERKAIT

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menyetujui proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menuai kritik dari berbagai kalangan. Jokowi dianggap tidak kuat menahan tekanan pemerintah pusat untuk melanjutkan rencana tersebut. Namun, hal itu dibantah keras oleh Jokowi.

Rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota itu telah digagas sejak kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Saat masih mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, Jokowi berulang kali menegaskan bahwa pembangunan jalan tol itu tidak berpihak pada warga kalangan bawah dan hanya menguntungkan warga berkendaraan pribadi.

Namun, setelah mendengarkan paparan dari Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, mantan Wali Kota Solo itu akhirnya menyetujui proyek tersebut dengan sejumlah syarat. Jokowi menegaskan, perubahan sikapnya itu tidak disebabkan adanya tekanan dari pemerintah pusat.

“Oh enggaklah. Masak saya ditekan-tekan, ya enggaklah. Tekanan apanya? Apa wajah saya terlihat tertekan? Sudahlah,” kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Jokowi menyetujui megaproyek tersebut dengan catatan transportasi massal juga bisa masuk dan melintas di jalan tol tersebut. Gubernur mengharapkan agar nantinya jalan tol itu dapat dilalui oleh transjakarta, kopaja, maupun metromini. Saat ini Jokowi masih menunggu pemaparan dari investor yang akan menjalankan proyek tersebut dan akan menghitung dan mengalkulasi keekonomiannya.

“Ini karena dengan catatan transportasi bisa masuk, itu bukan urusan gampang. Itu nanti pasti ada hitung-hitungan ekonominya. Ya nanti dilihat. Terus terang, saya minta terus masukan-masukan dari siapa pun,” katanya.

Sebelumnya, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menyampaikan rasa penyesalan terhadap langkah yang diambil oleh Jokowi. Nirwono menduga perubahan sikap Jokowi dikarenakan tidak tahan terhadap tekanan pemerintah pusat.

“Inkonsistensinya yang harus digarisbawahi. Itu berarti dia tidak tahan tekanan pusat karena intervensi pusat kelihatan sekali,” kata Nirwono kepada Kompas.com, Kamis (10/1/2013).

Ia memaparkan, proyek jalan tol layang tersebut, selain membahayakan, belum terkonsep secara jelas, termasuk di mana tempat pemberhentian atau halte apabila transportasi massal boleh melintas di ruas tol itu. Ia juga menilai pembangunan jalan tol semakin menjauhkan Jakarta dari kota yang humanis. “Satu hal yang pasti, belum ada kasus kemacetan di negara mana pun yang diselesaikan karena pembangunan jalan tol. Ini sama saja seperti mematikan kompor pakai bensin,” kata Nirwono.

Pembangunan enam ruas jalan tol dibagi empat tahap yang rencananya selesai pada 2022.

Tahap pertama meliputi pembangunan ruas Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer senilai Rp 7,37 triliun.

Tahap kedua mencakup ruas Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.

Pada tahap ketiga, dibangun jalan tol koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,27 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun.

Pada tahap terakhir, pembangunan dilakukan pada koridor Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT Jakarta Tollroad Development, tapi tarifnya akan terpisah dari tol lingkar luar.

 

Editor : Laksono Hari W

ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

Untuk alasan Redaksi memuat utuh warita bersumber pada Kompas.com ini, silakan simak hlm 28 atau klik ini; di mana setelah halaman dimaksud tampil, silakan gulirkan ke bawah untuk menemukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s