Pernyataan Khusus RDRK: Hubungan Utara-Selatan Telah Ditempatkan pada Keadaan Perang.

Sumber: Rodong Sinmun, http://www.rodong.rep.kp/InterEn/index.php?strPageID=SF01_02_01&newsID=2013-03-30-0013

Mengacu pada sebuah warita di blog BJ Murphy The prison gates are open …, alamat

http://redantliberationarmy.wordpress.com/2013/04/04/dprks-state-of-war-declaration-is-a-faulty-translation-not-an-official-policy-statement-from-kim-jung-un/

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

 

Pemerintah, partai-partai politik dan organisasi-organsisasi RDRK (Republik Demokratis Rakyat Korea—Red/Redaksi Dasar Kita) merilis pernyataan khusus berikut pada 30 Maret (2013—Red):

Gerak  imperialis AS untuk melanggar kedaulatan RDRK dan berdasar atas kepentingan tertingginya telah memasuki fase yang sangat serius.

Dalam situasi ini, yang terhormat Marsekal Kim Jong Un, komandan brilian Gunung Paektu, mengadakan suatu pertemuan operasi yang mendesak atas kinerja dari tugas Satuan Roket Strategis Tentara Rakyat Korea untuk (membahas—Red) kemampuan serangan balik atas musuh (firepower bermakna the ability to deliver fire against an enemy in combatRed/The Free Dictionary by Farlex) dan pada akhirnya menelaah dan meratifikasi sebuah rencana bagi kemampuan serangan balik atas musuh.

Keputusan penting yang beliau (Kim jong Un—Red) buat adalah deklarasi pertempuran hidup-mati (do-or-die battle—Red) untuk memberikan sebuah  zaman yg penting dalam mengakhiri sejarah pertarungan lama dengan AS dan membuka sebuah era baru.

Hal ini juga merupakan peringatan terakhir terkait keadilan yang dilayangkan kepada AS, grup Korea selatan dan kekuatan musuh antireunifikasi lainnya. Keputusan tersebut mencerminkan kehendak kuat tentara dan rakyat RDRK untuk memusnahkan musuh.

Sekarang personel militer (service personnel—Red) yang heroik dan seluruh rakyat lainnya RDRK penuh dengan gelora kemarahan atas langkah provokasi perang yang nekat dari kaum imperialis AS, dan kemauan (rakyat—Red) yang kuat untuk berubah sebagai salah satu (alasan—Red) dalam pertempuran menantang maut dengan musuh serta (untuk—Red) mencapai kemenangan akhir dari perang besar bagi reunifikasi nasional, sahih terhadap keputusan penting yang dibuat oleh Kim Jong Un tersebut.

Komando Tertinggi TRK (Tentara Rakyat Korea/KPA Korean People’s Army—Red) dalam pernyataan sebelumnya yang dideklarasikan dengan sungguh-sungguh, (bahwa—Red) baik di dalam dan di luar negeri kehendak tentara dan rakyat RDRK untuk mengambil tindakan balasan militer meyakinkan dalam memertahankan kedaulatan negeri dan martabat kepemimpinan tertingginya sebagai tanggapan atas langkah perang dari AS serta boneka Korea selatan yang telah mencapai tahap paling ekstrim.

Tidak puas dengan membiarkan B-52 membuat sorti-sorti (sorties: serangan-serangan mendadak—Red) di atas langit Korea selatan secara berturut-turut meski berulang kali diberi peringatan dari RDRK, AS membuat pembom strategis siluman B-2A dan sarana penyerangan strategi ultramodern lainnya terbang dari daratan AS ke Korea selatan untuk menggelar latihan pengeboman yang menargetkan RDRK. Ini merupakan provokasi tak terampuni dan keji serta sebuah tantangan terbuka.

Dengan mengambil keuntungan dari kampanye nekat  AS untuk perang nuklir terhadap RDRK, boneka Korea selatan berteriak tentang “serangan praemptif” (preemptive attack; serangan lebih dulu—Red) dan “kontra aksi yang kuat” (strong counteraction—Red) dan bahkan “menghajar pasukan komando” (strike at the commanding forces—Red), (hal-hal yang—Red) secara terbuka mengungkapkan upaya untuk menghancurkan monumen-monumen simbolis dari martabat kepemimpinan tertinggi RDRK.

Ini jelas menunjukkan bahwa ambisi  bak perampok (brigandish—Red/The Free Dictionary by Farlex) dari AS untuk agresi dan upaya sang boneka untuk menyerbu RDRK telah melampaui batas, dan ancaman mereka, dari fase ancaman serta pemerasan, telah memasuki fase nekat sebuah perang aktual.

Situasi suram yang berlaku, makin jelas membuktikan bahwa Komando Tertinggi TRK ketika membuat penilaian dan keputusan untuk secara tegas menyelesaikan perhitungan dengan imperialis AS dan boneka Korea selatan, hanya semata dengan persenjataan dari Songun (sebutan untuk kebijakan “utamakan militer”—Red/Wikipedia), karena saat di mana kata-kata dapat bekerja sudah lewat.

Sekarang mereka secara terbuka mengklaim bahwa latihan pembom strategis siluman B-2A yang menjatuhkan bom nuklir adalah “bukan untuk mengganggu utara” tetapi “semata pertahanan”. AS juga mengatakan pelatihan itu adalah “untuk membela kepentingan sekutunya”. Lamun, itu hanyalah dalih yang lemah untuk menutupi sifat agresif, menghindari kecaman di dalam dan di luar negeri serta melarikan diri dari pukulan balasan RDRK.

Era ketika AS mengambil jalan kebijakan kekuatan dengan mengacungkan senjata nuklir telah berlalu.

Ini adalah jawaban tegas dari RDRK dan berdiri teguh untuk melawan pemerasan nuklir kaum imperialis AS dengan serangan nuklir tanpa ampun dan perang agresi mereka dengan perang  yang habis-habisan (just all-out war—Red).

Mereka harus tahu dengan jelas sekarang, bahwa di era Marsekal Kim Jong Un, komandan terbesar yang pernah ada, segala sesuatu berbeda dari apa yang mereka telah gunakan di masa lalu.

Pasukan yang bermusuhan itu akan jelas menyadari kemauan baja, kegigihan tak tertandingi, keberanian luar biasa komandan brilian Gunung Paektu, bahwa bumi tidak bisa eksis tanpa Songun Korea.

Waktunya sudah tiba untuk menggelar sebuah pertempuran hidup-mati.

Pemerintah, partai-partai politik dan organisasi-organisasi RDRK menyatakan dengan sungguh-sungguh, seperti di bawah ini, mencerminkan keputusan final yang dibuat oleh Kim Jong Un pada pertemuan operasi Komando Tertinggi TRK dan kehendak bulat dari semua personel militer dan rakyat RDRK yang menunggu perintah terakhir dari beliau.

1. Sejak saat ini, hubungan utara-selatan akan ditempatkan pada keadaan perang dan semua masalah yang timbul antara utara dan selatan akan ditangani sesuai dengan peraturan-peraturan semasa perang (wartime regulations–Red).

Keadaan baik damai maupun tidak perang telah berakhir di Semenanjung Korea.

Sekarang, bahwa angkatan bersenjata revolusioner RDRK telah memasuki aksi militer aktual, hubungan antarKorea telah secara alami memasuki keadaan perang.

Sehubungan dengan itu, RDRK akan segera menghukum setiap provokasi sedikitpun yang menyakiti martabat dan kedaulatan dengan tindakan-tindakan fisik tegas dan tanpa ampun tanpa pemberitahuan sebelumnya.

2. Jika AS dan kelompok boneka Korea selatan melakukan provokasi militer untuk memicu perang terhadap RDRK di daerah manapun termasuk lima pulau di Laut Barat Korea atau di daerah sepanjang Garis Demarkasi Militer, hal itu tidak akan terbatas pada perang lokal, tetapi berkembang menjadi perang yang habis-habisan, sebuah perang nuklir.

Hal ini jelas dengan sendirinya, bahwa setiap konflik militer di Semenanjung Korea terikat untuk menyebabkan (bound to lead—Red) perang habis-habisan, sebuah perang nuklir sekarang, yang bahkan pembom-pembom strategis nuklir AS di pangkalan militernya di Pasifik termasuk Hawaii dan Guam serta yang di daratan (Amerika—Red) yang terbang menyusup langit di atas Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam langkah gila perang nuklir bertarget RDRK itu (the madcap DPRK-targeted nuclear war moves—Red).

Serangan pertama dari angkatan bersenjata revolusioner RDRK akan meledakkan pangkalan militer AS (digunakan—Red) untuk agresi di daratan (Amerika—Red) dan di teater operasional Pasifik termasuk Hawaii dan Guam dan mengurangi tidak hanya pangkalan militer di Korea selatan tetapi institusi-institusi penguasa boneka termasuk Chongwadae (kediaman kepresidenan Korea selatan di Seoul—Red) serta pangkalan-pangkalan angkatan darat sang boneka, untuk tidak mengatakan para agresor dan provokator, menjadi abu seketika.

3. RDRK tidak akan pernah melewatkan peluang emas untuk meraih kemenangan akhir dalam perang besar bagi reunifikasi nasional.

Perang ini tidak akan menjadi perang tiga hari tetapi itu akan menjadi perang kilat (blitz war—Red), melalui mana TRK akan menduduki seluruh wilayah Korea selatan, termasuk Pulau Jeju dalam sekali serangan, tidak memberi AS dan boneka penghasut perang, waktu untuk mereka engah, dan perang tiga dimensi yang akan bertarung di udara, darat dan laut serta di garis depan dan belakang.

Perang suci keadilan ini akan meluas secara nasional, perlawanan segenap rakyat yang melibatkan seluruh warga Korea di utara dan selatan serta mancanegara di mana pengkhianat bangsa termasuk para maniak konfrontasi keji, penghasut perang dan sampah masyarakat akan hanyut tanpa ampun.

Tidak ada kekuatan di muka bumi ini dapat mematahkan dan menyergap keinginan mereka, personel militer dan rakyat RDRK, yang habis-habisan dalam perang yang besar itu bagi reunifikasi nasional dan atas seluruh warga Korea lainnya.

Bertahan pada penghargaan tinggi orang-orang besar tiada taranya dari Gunung Paektu, rakyat Korea akan melampiaskan dendam terpendam dan mewujudkan keinginan mereka dihargai dan dengan demikian membawa hari cerah reunifikasi nasional dan membangun kekuatan terbaik di ranah ini tanpa gagal.

ooOoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s