Sebuah Wawancara dengan Warga Korea Utara Saat Berpergian di RDRK

.

Wawancara oleh Stansfield Smith

.

Sumber: blog BJ Murphy The prison gates are open …, alamat 

http://redantliberationarmy.wordpress.com/2013/04/06/an-interview-with-north-koreans-while-traveling-in-the-dprk/

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Artikel di bawah ini aslinya dipublikasikan oleh Fight Back! News sayap berita dari Freedom Road Socialist Organization

6 April 2013

Fight Back! News  mengedarkan wawancara berikut di mana aktivis Chicago Stansfield Smith, sudah lama berhubungan dengan para warga Korea di Republik Demokrasi Rakyat Korea (RDRK/DPRK Democratic People’s Republic of Korea—Red). Pengantar, pertanyaan-pertanyaan, dan penjelasan-penjelasan di dalam tanda kurung siku adalah oleh Smith. (Bila ada catatan dari kami blog Dasar Kita, diberi notasi: “—Red”)..

Saya seorang aktivis solidaritas Amerika Latin dan antiperang di Chicago. Saya baru saja kembali dari perjalanan akhir Maret (lalu—Red) ke Korea utara [Republik Demokratis Rakyat Korea (RDRK)], bersama dengan 45 orang lain, melalui Koryo Tours.

Dalam tur tersebut saya berkesempatan berdiskusi dengan pemandu wisata warga Korea, pandangan mereka atas situasi saat ini.

Saya hanya ingat pandangan RDRK, disinggung  di sini, yang pernah muncul dalam media korporasi, ketika Dennis Rodman (mantan pebasket NBA yang menemui Kim Jong Un di  Korea Demokratis akhir Februari lalu; klik Kompas.com, 28/2/2013—Red) kembali dengan sebuah pesan dari presiden yang baru Kim Jong. Pesan kepada Presiden Obama, “Saya tidak ingin perang, hubungi saya.” Peraih hadiah Nobel Perdamaian Presiden Obama menolak menerimanya, jelas lebih memilih eskalasi ancaman perang nuklir regional untuk berbicara.

Saya meminta pemandu wisata saya warga Korea itu untuk diwawancarai sehingga saya bisa menyampaikan pandangan mereka kepada rakyat AS.

Apakah RDRK membuat proposal untuk reunifikasi nasional secara damai?

Ya, sekarang kami punya opsi: pilihan historis republik federal, dan pilihan saat ini. Dalam sejarah kami, kami mengusulkan tiga prinsip untuk reunifikasi: bahwa utara dan selatan menyatukan negeri  bebas dari kekuatan asing, bahwa kita bersatu kembali secara damai, dan bahwa kita (akan—Red) bekerja sama selama bertahun-tahun untuk menciptakan penyatuan seluruh bangsa.

Opsi historis kami adalah sebuah republik federal: sebuah pemerintah pusat yang hanya berhubungan dengan pertahanan nasional dan diplomasi, serta dua pemerintah lokal, utara dan selatan, menangani seluruh isu-isu lainnya.

Tetapi akhir-akhir ini situasi di semenanjung tersebut memburuk. Tidak ada tanda-tanda menyelesaikan masalah. Jika provokasi Korea selatan berlanjut, perang akan pecah dan kami telah siap untuk melawan. Lantaran situasi memburuk, itulah mengapa kami membatalkan perjanjian gencatan senjata 1953. Apa yang kami butuhkan adalah sebuah perjanjian damai yang permanen, sehingga tidak akan ada lagi bahaya perang.

Sekarang tidak ada kontak antara utara dan selatan. Sekarang tidak ada saluran telepon antara utara dan selatan, tidak ada sambungan khusus (hotline—Red).

Sekarang rencana AS dan Korea selatan adalah bahwa RDRK akan runtuh. Situasi terus memburuk. Mereka memainkan sebuah permainan berbahaya.

Jepang juga sangat bermusuhan. Pemerintah (Jepang—Red) saat ini sangat sayap kanan. Mereka mencoba membangun militer yang kuat menggunakan RDRK ‘yang berbahaya’ (‘dangerous’ DPRK—Red) sebagai dalih untuk membenarkan pengubahan pasukan bela diri (self-defence force—Red DK) menjadi tentara reguler. Tidak hanya RDRK, tapi banyak negara Asia prihatin dengan kebangkitan sayap kanan Jepang ini.

Rakyat Amerika harus meminta pemerintah AS untuk mengubah kebijakan bermusuhan mereka (terhadap RDRK—Red). Membuat Amerika sadar atas situasi riil di semenanjung Korea. Meminta pemerintah Amerika untuk menandatangani perjanjian perdamaian dan mendorong hubungan diplomatik dengan RDRK.

Mengapa DPRK merasa perlu untuk mengembangkan bom nuklir?

Korea harus berurusan dengan realitas senjata nuklir dua kali sebelumnya. Ribuan warga Korea digunakan sebagai tenaga kerja yang diperbudak (slave labor—Red) oleh Jepang dalam Perang Dunia II dan banyak dari mereka ini merupakan para pekerja yang dipaksa bekerja di Hiroshima dan Nagasaki ketika AS menjatuhkan bom atom.

Kemudian, dalam perang AS di Korea, Jenderal AS MacArthur ingin menjatuhkan 50 – 70 bom atom sepanjang perbatasan Tiongkok-Korea untuk menciptakan sebuah sabuk ranah (belt of land—Red) di mana orang tidak bisa hidup atau melintas.

Kemudian dalam insiden Pueblo pada 1968, ketika RDRK menangkap sebuah kapal mata-mata AS di perairan kami, Presiden Johnson mengirim kapal induk dengan persenjataan nuklir ke Korea. Dan pada 1969 ketika pesawat mata-mata AS E-C ditembak jatuh di atas wilayah kami,  AS kembali mengancam kami dengan serangan nuklir.

“The Team Spirit” AS-Korea selatan, mengadakan latihan perang dari 1970-an sampai 1990-an menjajal pengunaan bom nuklir.

RDRK bergabung dengan Badan Energi Atom Internasional dan menjadi anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir pada 1985. Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang energi nuklir. Tujuan kami untuk bergabung adalah agar menjadi aman dari serangan nuklir. Tetapi ancaman itu berlanjut.

Pada 1994 berdasarkan kesepakatan kami dengan AS, kami membekukan program nuklir kami. Sebagai gantinya, Presiden Clinton dan AS berjanji untuk memasok kami dengan reaktor air ringan. Seperti yang kita ketahui sekarang, Clinton hanya membuat janji-janji karena AS pikir RDRK akan runtuh, sehingga tidak perlu menghormati perjanjian itu. Kami mengizinkan inspeksi nuklir sampai 1999, untuk menunjukkan bahwa tenaga nuklir kami hanya untuk maksud-maksud damai. Di bawah Bush, AS melanggar perjanjian pada 2002 dan kami kembali menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir kami.

Perang Yugoslavia memerlihatkan kepada kami bahwa kami perlu untuk memertahankan diri. Kami belajar dari AS bahwa AS tidak memiliki keadilan, tidak memiliki kejujuran. AS hanya menghormati kekuatan (power—Red). Jadi, RDRK mengembangkan senjata nuklir untuk memiliki kekuatan.

RDRK perlu mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi (juga—Red) harus menghabiskan uang bagi senjata nuklir untuk melindungi dan membela negeri kami. Kami memetik ajar dari Yugoslavia, Irak, Afghanistan: harus kuat (be strong—Red).

RDRK bernegosiasi dengan AS, tetapi AS mengingkari perjanjian dan meningkatkan sanksi (sampai—Red) kali kelima. Ketika RDRK akan menyetujui beberapa prasyarat (terms—Red), AS (pun—Red) akan menaikkan tagihannya (ante/pay up—Red/The Free Dictionary bay Farlex). AS mengatakan kami tidak boleh memiliki tenaga nuklir, karena kami bisa menggunakannya untuk bom. Kami tidak boleh memiliki satelit karena misil kami yang mengirimkannya ke ruang angkasa dapat digunakan sebagai misil militer. Hal-hal ini (menurut AS—Red) dapat memiliki tujuan ganda, sipil dan militer. Mereka menolak memberikan kami pangan karena mereka mengatakan itu dapat digunakan untuk memberi makan militer. Jika kami terus mengikuti hal-hal ini, mereka akan mengatakan kami tidak boleh memiliki pisau dapur karena kami bisa menggunakannya untuk berkelahi.

Ada negara-negara budak dan negara-negara bermartabat (noble—Red). Negara-negara bermartabat mengembangkan infrastruktur teknologi mereka sendiri, GPS, pelaporan cuaca, dll, sehingga membutuhkan satelit. Hari-hari ini satelit digunakan untuk banyak hal. Jika negara Anda tidak memiliki teknologi sendiri, Anda pada akhirnya sebuah negara budak, bergantung pada negara-negara lain. Negara-negara bermartabat berada dalam kendali pembangunan mereka sendiri dan memiliki masa depan.

Mungkin tanpa senjata nuklir kami  sudah diserang oleh AS dalam sebuah perang. Sekarang rakyat kami bisa hidup lebih damai. Rakyat RDRK bangga, kami memiliki senjata nuklir, senjata-senjata ini sebuah jaminan perdamaian. Hanya kita pada diri kita sendiri, dapat menjaga perdamaian.

AS memiliki lebih dari 1000 senjata nuklir di Korea selatan—artileri nuklir, rudal nuklir, bom-bom nuklir, ranjau-ranjau nuklir.

DPRK telah menyerukan semenanjung Korea yang bebas nuklir, tetapi seruan ini diabaikan. Sekarang kami melihat tidak ada pilihan selain mengembangkan senjata nuklir untuk membela diri, kami telah kena sanksi. Ini adalah standar ganda yang menghina rakyat kami.

Apa pendapat rakyat RDRK tentang sanksi-sanksi AS/PBB? Bagaimana sanksi-sanksi ini memengaruhi rakyat di sini?

Kami telah menanggulangi sanksi-sanksi AS sejak 1945. Rakyat kami berpendapat sanksi-sanksi tersebut merupakan contoh gamblang dari standar ganda dan penyalahgunaan Dewan Keamanan PBB. Tidak ada pembenaran bagi mereka. Sanksi-sanksi yang diterapkan lantaran pengujian bom nuklir dan peluncuran satelit kami.

Bagaimana situasi pangan sekarang dan peran apa yang dilakoni AS?

Situasi pangan masih belum memuaskan, dan kami masih mencoba untuk mengatasi kebutuhan dasar pangan kami dengan pertolongan impor pangan dan bantuan luar negeri. Sanksi berulang AS menghentikan bantuan pangan. Sanksi-sanksi tersebut telah membuat situasi pangan lebih buruk.

Saat ini LSM [lembaga swadaya masyarakat]  AS hanya memberikan beberapa, bantuan medis, terbatas, dan tidak ada bantuan pangan. Untuk periode tujuh hingga delapan tahun tidak ada bantuan pangan dari AS. Sanksi AS mengganggu pemecahan situasi pangan. Telah memotong bantuan pangan dan bahkan mengganggu negeri-negeri lain yang menyediakan bantuan pangan.

Apa penekanan utama dalam rencana ekonomi RDRK sekarang {selama beberapa tahun terakhir negara itu memiliki kebijakan utamakan militer (military-first policy—Red)}?

RDRK kini menekankan dua poin: produksi pertanian dan industri ringan. Industri ringan adalah apa yang Anda sebut tekstil, pengolahan makanan, mainan, furnitur, sepatu dan sebagainya. Kami ingin lebih berinvestasi dan mengembangkan kedua area ini. Kami ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami fokus pada keduanya ini bahkan jika situasi berbahaya. Malahan bila perang akan terjadi, kami akan (tetap—Red) fokus pada pertanian dan industri ringan hingga perang dimulai. Kami harus bekerja lebih keras pada pengembangan pertanian dan industri ringan.

Sekarang dengan bom nuklir, RDRK sedikit lebih aman dan dapat mengalihkan  pengeluaran pertahanan diri ke investasi industri ringan dan barang-barang konsumsi sehari-hari (consumer goods—Red). Anda lihat di Pyongyang (digelar—Red) sebuah konferensi besar 10.000 delegasi para industri ringan dari seluruh negeri. Mereka berada di sini untuk mendiskusikan dan saling bertukar pikiran tentang bagaimana meningkatkan industri ringan, apa yang dikerjakan di pabrik-pabrik mereka, apa masalahnya, dan bagaimana menyelesaikannya.

Bagaimana hubungan dengan Korea selatan sejak Kebijakan Cahaya Mentari? {Dimulai sejak Presiden Korea selatan Kim Dae Jung dan dilanjutkan oleh Presiden Roh Moo-hyun, dari tahun 1998-2008. Pada periode ini hubungan agak mesra antara utara dan selatan, kepala negara dari kedua negeri bertemu pada 2000 dan berulang pada 2007. Kawasan Industri Kaesong (The Kaesong Industrial Park—Red) di RDRK dibuka dan beberapa ribu wisatawan Korea selatan berkunjung ke utara.}

Sejak 2008 Korea selatan telah memerlihatkan (sikap—Red DK) konfrontasi semata. Tidak ada kerjasama. Korea selatan telah melanggar semua perjanjian yang telah kita buat selama kebijakan cahaya mentari. Tidak ada lagi kerjasama, tidak ada turisme dari selatan, tidak ada pertunangan. Sekarang hubungannya hanya negatif, tidak ada tanda-tanda positif. Hal ini lantaran baik tekanan AS maupun keputusan Korea selatan. Presiden Korea selatan Lee Myung-bak adalah seorang pengusaha sayap kanan, yang mengubah keadaan, persis seperti Bush yang merubah tingkat kerja sama yang agak moderat dari Clinton.

Presiden Korea selatan saat ini adalah Park Geun-hye, putri diktator militer Korea selatan Park Chung-hee yang adalah seorang perwira pada Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Kerja sama telah berubah menjadi konfrontasi. Korea Selatan berpikir tekanan militer pada utara, dikombinasikan dengan sanksi-sanksi, akan membuat RDRK runtuh.

ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

Bidasan (respons)/alasan  Redaksi memuat dan membahasaindonesiakan risalah ini, simak Pengantar pengeposan bulan ini di hlm 31 atau klik ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s