Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Terbarui Juni  ’13

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan Bang Jokowi maupun Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

Di-crop dari foto Robertus Belarmus (klik)

Di-crop dari foto Robertus Belarminus, Kompas.com, 1/7/2013

_________________________________________________

.

Memeringati Hari Lahir Ke-486 DKI Jakarta, 22 Juni 2013

Ziarah Makam Bukan Supaya Masa Lalu Menguasai Masa Kini

.

Sepatah dua patah kata dari Redaksi dalam memeringati 486 tahun DKI Jakarta yang merupakan “rangkuman-tafsir” (mengacu analisis “masa lalu vs masa kini”  dan “eksekutif negara modern hanyalah sebuah komite” versi kaum materialis; simak hlm

Sepatah dua patah kata dari Redaksi dalam memeringati 486 tahun DKI Jakarta yang merupakan “rangkuman-tafsir” (mengacu analisis “masa lalu vs masa kini” dan “eksekutif negara modern hanyalah sebuah komite” versi kaum materialis; simak/klik hlm 32a) atas keempat warita yang sengaja dikutip secara utuh dari Kompas.com seperti tercantum di bawah ini. (* Untuk istilah blusukan-musyawarah silakan simak/klik hlm 27a).

.

Jelang HUT DKI, Jokowi Ziarah ke TMP Kalibata

.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado

Kamis, 20 Juni 2013 | 08:32 WIB

.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. | Fabian Januarius Kuwado/ KOMPAS.COM

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. | Fabian Januarius Kuwado/ KOMPAS.COM

..

 JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam rangka menyambut hari jadi ke-486 DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013) pagi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Jokowi datang ke TMP Kalibata sekitar 08.00 WIB. Seusai berbincang sejenak dengan Kepala Staf Garnisun I Brigjen TNI Toto Rinanto, Jokowi lalu beranjak ke lapangan memimpin upacara ziarah.

Upacara ziarah itu sendiri dilaksanakan di tengah cuaca terik. Meski demikian, peserta upacara yang terdiri dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah tampak khidmat mengikuti tiap prosesi, yakni penghormatan kepada arwah para pejuang, mengheningkan cipta, dan peletakan karangan bunga.

Hingga pukul 08.20 WIB, proses ziarah tersebut masih berlangsung. Mantan Wali Kota Surakarta itu tampak berkeliling ke makam para pejuang.

Di makam-makam tersebut, Jokowi melakukan tabur bunga serta membacakan doa. Rencananya, seusai ziarah ke TMP Kalibata, Gubernur akan melakukan ziarah ke beberapa tempat pemakaman umum lainnya, antara lain TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Editor : Ana Shofiana Syatiri
ooOoo
.

Jokowi dan Basuki Bagi-bagi Tugas untuk Ziarah Makam

.

Penulis:  Kurnia Sari Aziza

Kamis, 20 Juni 2013 | 09:14 WIB

.

Kompas.com, 20/6/2013

.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berziarah di Makam Pangeran Wijaya Kusuma, di Tubagus Angke, Jakarta, Kamis (20/6/2013). Ziarah itu dalam relangka memperingati HUT DKI Jakarta ke 486 tahun. | Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berziarah di Makam Pangeran Wijaya Kusuma, di Tubagus Angke, Jakarta, Kamis (20/6/2013). Ziarah itu dalam relangka memperingati HUT DKI Jakarta ke 486 tahun. | Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

.

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam ziarah makam jelang HUT ke-486 Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bagi-bagi tugas. Jokowi ke TMP Kalibata, sementara Basuki ke makam Pangeran Wijaya Kusuma.

Dengan menggunakan pakaian seragam sadariah dibalut dengan sarung biru, Basuki tiba di pemakaman sekitar pukul 07.45 WIB. Basuki langsung disambut oleh Wali Kota Jakarta Barat Fatahillah. Basuki pun didapuk sebagai pemimpin upacara penghormatan ziarah Makam Pangeran Wijaya Kusuma.

Pria yang akrab disapa Ahok itu pun tampak khusuk saat berdoa di depan Makam Pangeran Wijaya Kusuma. “Kepada arwah Pangeran Wijaya Kusuma, beri hormat,” kata Basuki seraya memimpin upacara di Makam Wijaya Kusuma, Tubagus Angke, Jakarta Barat, Kamis (20/6/2013).

Setelah berziarah dan tabur bunga ke makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki atas nama Pemprov DKI memberikan santunan bagi juru kunci (kuncen) makam Pangeran Wijaya Kusuma, Hadidoyo (63). Kemudian, ia bersama Hadidoyo berkeliling menengok lingkungan makam Pangeran Wijaya Kusuma.

Pangeran Wijaya Kusuma merupakan seorang pejuang yang memperjuangkan Jakarta dari tangan pemerintahan VOC Belanda. Selain Basuki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Pemakaman Karet Bivak.

Setelah berziarah di Makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki pun langsung meluncur ke acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Daan Mogot, Jakarta Barat.

Editor : Ana Shofiana Syatiri
ooOoo
.

Jokowi Marah Pesta Rakyat Diibaratkan Pameran Kerak Telor

.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado

Senin, 10 Juni 2013 | 18:31 WIB

.

Kompas.com, 10/6/2013

.

Hamzah, salah satu pedagang kerak telor yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta. | KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI

Hamzah, salah satu pedagang kerak telor yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta. | KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI

.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo marah atas pernyataan tentang pesta rakyat Jakarta yang diibaratkan seperti pameran kerak telor. Jokowi menilai pernyataan itu salah besar.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika ditanya tentang pernyataan Komisaris Utama PT Jakarta International Expo (PT JIExpo), Murdaya Poo, pekan lalu. Pada pertemuan dengan Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (4/6/2013), Murdaya Poo menyanggah PRJ hanya mengakomodasi industri skala besar dan mengabaikan industri kecil. Menurutnya, PT JIExpo telah proporsional dalam menempatkan usaha kecil dan industri besar.

“Sekarang itu, sudah dua kali lipat (keberadaan usaha kecil di PRJ), tiap tahun dilipatkan terus. Memang, di luar ada, di dalam ada, karena ini kan bukan pameran kerak telor,” kata Murdaya kepada wartawan setelah bertemu dengan Basuki, Selasa.

Jokowi menilai salah besar jika pesta rakyat yang digagas olehnya diadakan untuk menyingkirkan Pekan Raya Jakarta yang selama ini digelar oleh PT JIExpo. “Karena dia (Murdaya Poo) enggak mulai dari awal. Dia ngertinya kan hanya untung, hanya untung, hanya untung. Tahu kamu?” kata Jokowi dengan nada tinggi kepada wartawan ketika ia membeli kerak telor di tepi Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) siang.

Pernyataan tegas dengan mimik serius dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut sempat membuat sejumlah wartawan terkejut. Tidak biasanya Jokowi melontarkan pernyataan dengan nada tinggi seperti itu karena Jokowi selalu melayani pertanyaan media dengan gaya santai.

Jokowi mengatakan, keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar pesta rakyat menyambut HUT DKI Jakarta bukan untuk mengusik acara PRJ yang diselenggarakan oleh PT JIExpo. Menurut Jokowi, bisa saja ada pameran industri berskala besar. Namun, harus ada juga acara yang mengakomodasi usaha kecil dari masyarakat.

“Konsepnya awal itu untuk kegembiraan rakyat, kemudian juga untuk usaha-usaha yang kecil, usaha mikro, usaha-usaha rumah tangga seperti ini yang seharusnya diberi ruang. Biar mereka pun bisa berpesta satu tahun sekali,” ujarnya.

Jokowi mencontohkan, jika JIExpo mengklaim telah mengakomodasi pedagang kecil, buktinya masih ada ratusan pedagang kerak telor yang tidak bisa masuk ke arena PRJ dan berjualan di pinggir-pinggir jalan di sekitar arena PRJ. Oleh sebab itu, kata Jokowi, perlu ada acara yang mampu menampung para pedagang makanan kecil itu.

Pemprov DKI mewacanakan untuk menggelar acara PRJ di pelataran Monumen Nasional sebagai bagian dalam merayakan ulang tahun Kota Jakarta. Pemprov DKI melihat PRJ yang digelar di Kemayoran selama beberapa tahun ini telah kehilangan roh karakter Betawi. Hal itu antara lain ditandai oleh keberadaan stan-stan industri raksasa di PRJ yang menggeser produk kebudayaan Betawi. Pemprov DKI melihat perlu digelar HUT DKI yang memiliki ciri Betawi.

Editor : Laksono Hari W
.
ooOoo
.

Basuki: Harus Ada Tempat untuk Orang Betawi di Jakarta

.

Penulis :  Kurnia Sari Aziza

Sabtu, 22 Juni 2013 | 20:09 WIB

.

Kompas.com, 22/6/2013

.

(dari kiri ke kanan) Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menghadiri apel HUT DKI Jakarta ke-486 tahun, di Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013). | Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

(dari kiri ke kanan) Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menghadiri apel HUT DKI Jakarta ke-486 tahun, di Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013). | Kompas.com/Kurnia Sari Aziza

.

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menilai budaya Betawi kurang berkembang di Jakarta, yang berulang tahun ke-486 pada Sabtu (22/6/2013). Menurutnya, itu karena banyak orang Betawi tergusur dari tanah kelahirannya dan pergi ke daerah lain.

“Budaya itu kan mengikuti orang tinggal dimana. Tapi, sekarang budaya Betawi sudah banyak yang lari ke Depok, ke Bekasi. Karena apa? Dia tidak bisa tinggal di Jakarta. Mereka harus disediakan tempat,” ujar Basuki, di Balaikota Jakarta, Sabtu (22/6/2013).

Lebih jauh, Basuki menjelaskan, Ibu Kota saat ini terkesan ekslusif hanya untuk orang kaya, karena banyaknya mal, apartemen dan perumahan mewah dan mahal. Menurut Basuki, keadaan itu membuat Gubernur Joko Widodo menciptakan konsep pembangunan yang mengakomodasi semua orang dari berbagai tingkat ekonomi.

“Kita ini sebenarnya hanya lebih banyak mengurusi orang kaya. Jakarta ini seolah-olah dibangun hanya untuk orang kaya. Makanya dengan konsep Pak Gubernur, di tengah-tengah kota itu harus dibangun rumah dan tempat usaha orang-orang yang yang belum beruntung,” kata Basuki.

Berkaitan dengan tempat tinggal dan tempat usaha untuk tingkat ekonomi menengah ke bawah itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai pembangunan tiga rumah susun sederhana sewa (rusunama) di Muara Baru, Pulogebang, dan Daan Mogot.

Pembangunan tiga rusun itu merupakan pemenuhan kewajiban dari para pengembang, yaitu memberikan 20 persen fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) kepada Pemprov DKI.

Pemprov DKI juga akan melanjutkan pembangunan rusun di Tanjung Priok dan Marunda. Rusun tersebut pun direncanakan dibangun secara terpadu, yang menyatu dengan pasar dan sekolah di lantai paling bawah.

“Jadi konsep-konsep itu yang pak gubernur tanamkan. Harus ada tempat yang tertata rapi dan modern untuk orang-orang yang kurang beruntung,” tandas Basuki.

Editor : Tjatur Wiharyo
ooOoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s