Di AS, Laporan Utama [Media] Menelanjangi Diri Sendiri: Citra Perang Dingin Dibangkitkan dalam Menghantam Sochi

.

Sumber Russis Today/RT, alamat: http://rt.com/news/olympic-boycott-art-1980-794/

Waktu publikasi: 13 Februari 2014, Pk 10.04

Waktu sunting: 14 Februari 2014, Pk 06.37

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

DK-Feb 2014-Sochi-Gbr8c

Kampanye untuk memboikot Olimpiade Sochi di media Barat tampaknya berkembang nyaris pada citra yang sama yang digunakan tiga dasawarsa lalu, pada puncak Perang Dingin, untuk mengesankan ketakutan terhadap Uni Soviet jelang Olimpiade Moskow 1980.

Selama berbulan-bulan menjelang acara olahraga terbesar tahun ini seruan untuk memboikot Olimpiade Sochi 2014 menumpat (saturated; menjejal hingga sesak—Red DK) media dan jaringan sosial Barat.

Dengan berbagai boikot online dan offline, protes dan petisi di seluruh dunia itu menyebabkan sejumlah pemimpin dunia tidak menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Sochi. Barack Obama, Angela Merkel dan David Cameron memilih untuk mengabaikan perhelatan itu, sebuah langkah yang dikritik oleh Thomas Bach, Ketua Komite Olimpiade Internasional.

Olahraga tidak harus “digunakan sebagai panggung untuk perbedaan pendapat politik atau mencoba untuk mencetak poin dalam kontes politik internal atau eksternal,” ujar Bach pada acara pembukaan, seraya memuji para pemimpin dunia yang datang menghadiri upacara.

Olimpiade Sochi 2014 telah menjadi katalis (zat yang mengubah kecepatan reaksi—Red DK/Badudu, 2005) bagi siapa saja yang tidak puas dengan kebijakan internal atau eksternal Rusia untuk melatih kecerdasan mereka dengan karikatur tajam, meniup-tiupkan masalah tertentu untuk menjadi bagian dari bencana (catastrophic proportions).

Pewartaan sedemikian rupa, hingga undang-undang yang melarang propaganda hubungan seksual nontradisional untuk anak di bawah umur, telah disampaikan kepada masyarakat internasional sebagai tindakan keras besar-besaran terhadap komunitas gay di tempat yang berpotensi berbahaya bagi pengunjung Olimpiade.

Satu-satunya bar gay di Sochi akhirnya “dikerumuni oleh para pewarta asing yang panasaran ingin mengetahui bagaimana kehidupan kaum gay lokal sekarang, soalnya Rusia … secara internasional dikenal membenci kaum gay,” tulis New Republic. Setelah mewawancarai beberapa orang di dalam bar penulis artikel sampai pada kesimpulan bahwa “satu-satunya yang mengganggu mereka, tampaknya, adalah para wartawan asing.”

Andrew Kreig, penulis beberapa buku tentang liputan berita di Amerika, melihat tidak ada yang mengejutkan dalam cara para koresponden asing yang setengah mati mencari kaum gay Rusia teraniaya.

Itu masalah klasik yang terjadi di mana-mana ketika para reporter berpikir mereka tahu apa ceritanya dan lalu yang mereka coba lakukan adalah menemukan seseorang untuk melampirkan nama dan wajah bagi kisah itu yang nyaris sudah tertulis di kepala reporter atau editor,” Kreig menuturkan pada RT.

Lamun, tema LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender—Red DK) telah benar-benar menjadi satu-satunya ide segar dalam kampanye menghantam Olimpiade (Olympics –bashing—Red DK), sementara sebagian besar yang lain tampaknya didasarkan pada stereotip (klise—Red DK/Badudu, 2005) era Perang Dingin. Borgol, kawat berduri dan beruang bermuka buas telah bermigrasi dari sampul majalah 34 tahun lalu ke terbitan 2014.

Fobia Barat atas militer Moskow merata pada 1980-an, ketika terinspirasi oleh kehadiran Uni Soviet di Afghanistan. Dan fobia yang sama tampaknya masih eksis di abad ke-21, sekalipun Rusia tidak terlibat dalam konflik militer apapun.

Runtuhnya Tembok Berlin telah meninggalkan dunia tanpa sebuah simbol utama penindasan totaliter. Lamun, penggantinya, kelihatannya telah ditemukan dalam citra tembok Kremlin.

Ide lain yang tidak terlalu segar, menggambarkan kesejajaran antara Nazi Jerman, Olimpiade Moskow 1980 dan Pesta Olah Raga Musim Dingin Sochi 2014. Ini tidak membuat  kekurangan sebuah penghinaan bagi jutaan warga Rusia yang kakek-nenek mereka mengorbankan hidupnya untuk memerangi  fasisme.

Cincin-cincin olimpiade dari kawat berduri telah mendominasi karikatur baik sekarang maupun di masa lalu. Di Uni Soviet digunakan sebagai alat yang efektif untuk menarik perhatian pada relatif berkurangnya kebebasan dalam ‘sistem totaliter Soviet’. Untuk Rusia baru, telah banyak digunakan untuk menandai langkah-langkah keamanan yang meningkat, diimplementasikan bagi keselamatan para atlet dan pengunjung Pesta Olah Raga tersebut.

Cincin-cincin olimpiade dalam bentuk borgol telah digunakan, baik pada 1980 maupun 2014, untuk melambangkan kurangnya hak asasi manusia di Uni Soviet dan Rusia modern.

Bahkan orang Rusia yang kritis terhadap pemerintah telah menemukan kampanye kotor aliran lama ini yang mengganggu dan menjengkelkan. Sebuah koleksi sampul-sampul majalah tua baru-baru ini muncul di sebuah blog Global Identification, mendorong membanjirnya komentar-komentar negatif.

“Ini adalah tema-tema yang akrab baik kepada publik maupun pemilik (media—Red DK) dan juga bagi banyak dari para wartawan zaman dulu,” kata Andrew Kreig kepada RT. “Jadi orang jatuh ke dalam sebuah pola nyaman yang meluas, mundur ke beberapa dasawarsa. Orang hanya mengambil sampul majalah tua dan berkata ‘Mari kita perbarui untuk Olimpiade ini.’ ”

Boikot Pesta Olah Raga 1980 itu tentu saja tidak menyenangkan. Bagaimana pun, dalam jangka panjang hal itu sebagian besar telah dilupakan di dalam Rusia sendiri, yang menghargai kenangan hangat dari Olimpiade yang kali pertama mereka selenggarakan itu.

ooOoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s