Warita/Risalah Sekilas Mancanegara 14 Mar ’14 (1/1)

Putin pada Obama: Hubungan Rusia-Amerika Tidak Boleh Dikorbankan untuk Perbedaan atas Masalah Internasional

.

Sumber: RT/Russia Today alamat http://rt.com/news/putin-obama-ukraine-crimea-334/

Waktu terbit: 7 Maret 2014, Pk 06.18

Waktu sunting: 7 Maret 2014, Pk 08.31

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters / RIA Novosti)

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters / RIA Novosti)

Presiden Rusia dan Presiden Amerika Serikat sekali lagi telah menjelaskan satu sama lain melalui telepon, pandangan divergen mereka pada situasi di Ukraina. Vladimir Putin mengatakan ia tidak ingin hubungan (yang ada—Red DK) harus dikorbankan untuk perbedaan mereka hanya pada satu masalah.

Sebuah pembicaraan telepon selama satu jam pada Kamis (6/3—Red DK) diprakarsai oleh Barack Obama beberapa jam setelah ia mengumumkan pembatasan visa yang baru dan sanksi keuangan terhadap para warga Rusia yang dituduh AS berkontribusi terhadap krisis Ukraina.

“Presiden Obama menekankan bahwa tindakan Rusia merupakan pelanggaran kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial , yang telah menyebabkan kami untuk mengambil beberapa langkah dalam menanggapi , mengkoordinasi dengan mitra Eropa kami,” tertulis pada siaran pers Gedung Putih.

Presiden Putin mengatakan kepada sejawat amerikanya, bahwa pemerintah yang berkuasa di Ukraina setelah kudeta , tidak didukung oleh semua negara tetapi “memaksakan keputusan yang sama sekali tidak sah itu pada wilayah timur, tenggara dan Krimea.”

“Rusia tidak bisa mengabaikan seruan untuk bantuan yang diterimanya dalam situasi ini dan bertindak menurut , memenuhi sepenuhnya hukum internasional,” ujar Putin seperti dikutip dalam sebuah pernyataan Kremlin pada Jumat (7/3—Red DK) .

Presiden Rusia menekankan bahwa ia memandang hubungan Rusia-AS sebagai salah satu yang sangat penting untuk menjamin stabilitas dan keamanan di dunia.

“Hubungan ini tidak boleh dikorbankan untuk perbedaan individual—meski sangat penting—atas masalah-masalah internasional,” siaran pers itu menyebutkan.

Kedua presiden AS dan Rusia itu mengatakan bahwa pimpinan urusan luar negeri mereka, John Kerry dan Sergey Lavrov, masing-masing, akan melanjutkan pembicaraan intensif selama krisis Ukraina.

Pada Kamis (6/3—Red DK) parlemen Krimea, sebagian besar daerah swatantra (otonom—Red DK) berbahasa Rusia dan pusat dari ketegangan saat ini antara Moskow dan Kiev, membuat keputusan untuk memisahkan diri dari Ukraina dan menjadi bagian Rusia . Keputusan itu masih harus disetujui oleh mayoritas sederhana (simple majority—Red DK) rakyat Krimea dalam referendum yang dijadwalkan pada 16 Maret (2014—Red DK).

Kabar itu tidak diinginkan oleh pemerintah Kiev pelaku-kudeta, yang menyebutkan referendum Krimea tidak sah.

Reaksi (reaction –Red DK) dari Gedung Putih adalah brifing spontan oleh Presiden Obama, yang mengatakan referendum sedang dipertimbangkan di Krimea akan melanggar hukum internasional jika disetujui.

“Setiap diskusi tentang masa depan Ukraina harus mencakup pemerintah yang sah Ukraina,” ujar Obama.  “Pada 2014 , kami telah jauh melampaui hari-hari ketika perbatasan dapat digambar ulang melangkaui (over the heads/mem-bypass—Red DK) para pemimpin demokratis.”

Washington juga mengumumkan pada hari Kamis (6/3—Red DK) bahwa AS telah mulai memberlakukan sanksi terhadap Rusia , termasuk pembatasan visa terhadap siapapun “yang mengancam kedaulatan” Ukraina .

Para pemimpin Uni Eropa juga telah mengancam (threatened—Red DK) Rusia dengan sanksi, yang dapat mencakup larangan visa, pembekuan aset dan berbagai pembatasan ekonomi, kecuali (Rusia—Red DK) terlibat dalam pembicaraan langsung dengan pemerintah Ukraina yang ditunjuk lewat kudeta (coup-appointed Ukranian goverment—Red DK).

Fakta yang perlu Anda ketahui tentang Krimea dan mengapa dalam kekacauan. (Facts you need to know about Crimea and why it is turmoil—Red DK).

Lebih dari setengah populasi Krimea adalah orang Rusia dan hanya menggunakan bahasa ini (Rusia—Red DK) untuk komunikasi mereka .

Otoritas Krimea mengecam pemerintah yang memproklamasikan diri di Kiev dan yang menyatakan bahwa semua penegak hukum dan militer Ukraina yang bertugas di semenanjung itu harus menerima perintah dari mereka. Sebagian besar pasukan di Krimea beralih kesetiaan (switched sides—Red DK) mendukung pemerintah setempat.

ooOoo

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s