Rekening a/n Joko Widodo / Jusuf Kalla:

Bank BRI KC Mall Ambassador No Rek 122301000172309

.

Rekening a/n Joko Widodo:

Bank Mandiri No Rek 070-00-0909096-5

 .

Rekening a/n Joko Widodo:

Bank BCA No Rek 5015.500015

 .

.

Sumber: (1) Ingin Sumbang Jokowi-JK? Ini Nomor Rekeningnya, Kompas.com, 27/5/2014

(2) Sumbangan Gotong Royong Buat Jokowi-JK Capai Rp 29 Miliar, Tribunnews.com, 7/6/2014

Foto dan Tampilan Grafis oleh Redaksi Dasar Kita

.

Resi (yang dilipat-lipat) dari ATM setelah Redaksi Dasar Kita transfer sebesar Rp 18.845 * kerekening a/n Joko Widodo / Jusuf Kalla Bank BRI No Rek 122301000172309.

Resi ATM (dilipat-lipat) setelah Redaksi Dasar Kita transfer sebesar Rp 18.845 * ke rekening a/n Joko Widodo / Jusuf Kalla Bank BRI KC Mall Ambassador No Rek 122301000172309 pada 28 Mei 2014.

.

Resi ATM (dilipat-lipat) setelah Redaksi Dasar Kita transfer sebesar Rp 18.845 * ke rekening a/n Joko Widodo Bank Mandiri  No Rek 070-00-0909096-5 pada 8 Juni 2014

Resi ATM (dilipat-lipat) setelah Redaksi Dasar Kita transfer sebesar Rp 18.845 * ke rekening a/n Joko Widodo Bank Mandiri No Rek 070-00-0909096-5 pada 8 Juni 2014.

.

Resi ATM (dilipat-lipat) setelah Redaksi Dasar Kita transfer sebesar Rp 18.845 * ke rekening a/n Joko Widodo Bank BCA  No Rek 5015.500015 pada 8 Juni 2014

Resi ATM (dilipat-lipat) setelah Redaksi Dasar Kita transfer sebesar Rp 18.845 * ke rekening a/n Joko Widodo Bank BCA No Rek 5015.500015 pada 8 Juni 2014.

 

———

* Sumbangan kami sebesar Rp 18.845 adalah, pertama, merupakan ikon 18 Agustus 1945. Hari ditetapkannya konstitusi UUD 1945 sehari setelah diproklamasikan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

UUD 1945 yang memiliki “sistem sendiri” yakni “semi-presidensial” di mana Presiden adalah mandataris dari locus of power MPR. Hal yang hilang dengan terbitnya UUD 2002 pasca-Suharto lengser bareng kerusuhan Ambon sedang marak-maraknya memasuki milenium ketiga. (Simak hlm 2b.2)

Hal kedua, jumlah sumbangan kami yang relatif kecil itu, esensinya seperti yang kami tangkap dari Jokowi-JK. Bukan pada besarnya rupiah yang disumbangkan lamun pada bentuk partisipasif sebagai seorang warga untuk sebuah RI yang lebih baik–yang akan “digenapi” di dalam bilik suara pada 9 Juli 2014 atau pada 4-6 Juli 2014 untuk yang berdomisili di luar negeri.

Yang bagi kami, bukan semata sebuah “deal” yang akan kami “tagih” secara lugas, tapi kami memang berikhtiar bila tak ada aral melintang terus bersama Jokowi-JK  saat mereka menduduki RI-1-2 dengan Visi Misi dan Nawa Cita itu. Tentunya, dalam segala keterbatasan kami sebagai pewarta warga yang bukan apa-apa dan siapa-siapa.

Lantaran, kami masih percaya keampuhan musyawarah-mufakat/gotong royong/masohi (serapan dari Melayu Ambon simak hlm 13a) politik ketimbang “demokrasi” ala UUD 2002 atau pinjam Djon P Lalanlangi (2013), “pemilu ala UUD 2002”–salah satu saja aspek dari konstitusi gadungan itu.

Sehingga bagi kami, batalnya UUD 2002 demi hukum adalah tak terelakkan terlebih sejak visi misi Jokowi-JK dicanangkan. (Simak hlm 42a).

ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening Bank BRI sejak diumumkannya nomor rekening dimaksud oleh Jokowi  sendiri pada 27 Mei 2014 sore sampai dengan 3 Juni 2014 Pk 10.00 WIB: Rp 2.997.952.737. (Sumber: Kompas 6/4/2014)

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank tersebut sampai dengan Sabtu, 7 Juni 2014 Pk 10.00 WIB (Sumber: Tribunnews.com, 7/6/2014):

Bank BRI                  Rp   3.300.811.740

Bank Mandiri                  5.014.039.213

Bank BCA                      20.812.059.388

                                        ————————-

Total                          Rp 29.126.910.341

 Berasal dari 26.000 orang dan 5 perusahaan.

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Selasa, 11 Juni 2014, jam tidak disebutkan, (Sumber: Tribunnews.com, 11/6/2014):

Rp 35.034.423.166

Berasal dari 29.992 orang dan 5 perusahaan.

———

Di mana dalam warita Tribunnews.com, 11/6/2014 tersebut ada informasi yang patut kita cermati bahwa:

… bagi penyumbang yang mengirim lewat non-ATM untuk menyantumkan identitas di KTP, nomor telepon dan data pelengkap lainnya. “Pasalnya bagi pengirim yang lewat bank langsung, nanti uangnya tidak dapat digunakan lantaran tak ada data lengkap,” kata Zuhairi.

Artinya, bagi Redaksi Dasar Kita, yang masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut, apa yang dimaksud dengan “lewat bank langsung” itu adalah lewat ATM?

Bila diasumsi bahwa hal yang Redaksi tengarai ini benar, Redaksi hanya bisa sarankan “lanjutkan saja lewat ATM”.

Tetapi nominal rupiahnya tidak perlu besar malah mungkin sekitar Rp 5.000-an dengan biaya (bila bank kita berbeda dengan ketiga bank tujuan dimaksud) Rp 5.000 maka total Rp 10.000-an.

Maaf, hitung-hitung “uang hilang”.

Pasalnya, bagi kami yang esensinya–seperti sudah disebutkan di atas–adalah jumlah orang yang gotong royong/masohi bukan jumlah rupiahnya. Artinya pula, dengan segala maaf, kita kan tidak dalam posisi menopang finansial Jokowi-JK.

Karena itu, kami tetap prihatin meski jumlah rupiah mencapai Rp 35 miliar lebih jumlah orang yang gotong royong relatif sedikit: nyaris 30 ribu.

Malah, Redaksi bayangkan bila Rp 35 miliar itu berasal dari 35 juta orang yang donasi “hanya” Rp 1.000 per orang sangat berbeda dampak politiknya.

Jadi?

Kami sangat merekomendasikan:

Donasilah ke Jokowi-JK Lewat ATM Bukan Rp-nya Tapi Gotong Royong/Masohi

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank tersebut sampai dengan Kamis, 12 Juni 2014  (Sumber: Kompas, 12/6/2014):

Bank BRI                  Rp   4.084.030.752

Bank Mandiri                  6.607.561.545

Bank BCA                      26.538.095.997

                                        ———————–

Total                          Rp 37.229.688.294

Jumlah orang dan perusahaan tidak disebutkan.

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Sabtu, 14 Juni 2014 Pk 10.00 WIB,  (Sumber: Kompas.com, 14/6/2014): 

Rp 47.132.777.531

Berasal dari 35.507 orang dan 7 perusahaan.

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Senin, 16 Juni 2014 (Sumber:Tribunnews.com, 16/6/2014):

Rp 48.176.444.470

Berasal dari 39.204 orang dan 7 perusahaan.

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Senin, 17 Juni 2014 (Sumber: Tribunnews, 17/6/2014):

Rp 49,105 miliar

Berasal dari 41.972 orang dan 7 perusahaan.

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Minggu, 22 Juni 2014 (Sumber: Tribunnews, 23/6/2014):

Rp 30.817.912.120         (berasal dari 48.005 orang)

      26.000.000.000          (berasal dari 7 perusahaan)

——————————

Rp 56.817.912.120

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Jumat, 27 Juni 2014 (Sumber: Tribunnews, 28/6/2014):

Rp 33.413.366.635         (berasal dari 51.987 orang)

      39.000.847.500          (berasal dari 12 perusahaan)

         4.000.099.000*         (berasal dari partai politik)

——————————

Rp 76.422.214.135

*Hasil kalkulasi Redaksi Dasar Kita, karena, sangat disayangkan, baik Zuhairi Misrawi maupun media tidak merinci kecuali menyebut Rp 4 miliar.

———

Data terbarui donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Selasa, 1 Juli 2014 Pk 10.00 WIB  (Sumber: Tribunnews, 1/7/2014):

Rp  89.230.538.430         (berasal dari 53.078  orang dan 12 perusahaan)

       19.000.000.000          (berasal dari partai politik)

——————————

Rp 108.230.538.430

———

Data terbarui dan yang terakhirberbarengan berakhirnya masa kampanye jelang Pilpres pada 9 Juli 2014–donasi yang masuk ke rekening ketiga bank–tanpa rincian pada masing-masing bank–tersebut sampai dengan Sabtu, 5 Juli 2014 (Sumber: detikNews, 6/7/2014):

Rp  109.940.391.923         (berasal dari 58.532  orang dan 19 perusahaan)

         37.500.000.000         (berasal dari partai politik)

—————————–

Rp 147.440.391.923

———

Data terbarui dan final serta sudah dilaporkan dan termuat di situs KPU, www.kpu.go.id. Redaksi Dasar Kita mengacu situs tersebut termasuk pada tabulasi rekap dari KPU dan warita terkait Intisari, 18/7/2014  juga progres laporan periodik seperti tertera di atas, kemudian merangkumnya.

Rp   23.892.548.897     (Laporan Tahap I, rincian asal sumbangan tidak ada*)

      271.151.437.701     (Laporan Tahap II/Final, berasal dari 40.411 orang, 12 perusahaan, 5 parpol)

—————————

Rp 295.043.988.598     (Total Sumbangan Gotong Royong, rincian asal sumbangan tidak ada kecuali 5 parpol*)

*Sangat disayangkan rincian asal sumbangan pada laporan Tahap I dan Total Sumbangan Gotong Royong tidak ada/tidak lengkap. Sehingga data per 5 Juli 2014 (lihat atas) khususnya jumlah perorangan yang mencapai 58.532 orang dan jumlah perusahaan sebanyak 19 buah, tidak klop dengan laporan Tahap II/Final.  Sekalipun Redaksi mencoba mengacu progres laporan periodik saat mencapai jumlah sekitar Rp 23 miliar (lihat atas). Maaf, tampaknya kita harus lebih telaten lagi untuk “setia pada hal-hal kecil tapi bukan kerdil”.

ooOoo

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s