AS Mengincar Venezuela setelah Rusia, Karena Kehilangan Pengaruh Global — Maduro kepada RT

.
.
Sumber: Russia Today, RT http://rt.com/news/257337-maduro-rt-us-russia/

.
Waktu publikasi: 10 Mei 2015, Pk 18.59
.
Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Cepretan (Still) dari RT Video

Cepretan (still) dari Video RT

.

Washington kehilangan bobotnya di arena internasional dan ini membuatnya menargetkan Rusia dan Venezuela, serta upaya untuk membatasi pertumbuhan Tiongkok, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan kepada saluran RT berbahasa Spanyol dalam sebuah wawancara eksklusif.

Pada Maret (2015 — Red DK), AS menyatakan Venezuela sebagai ancaman bagi keamanan nasional yang biasanya merupakan langkah pertama dalam memulai program sanksi AS. Maduro mengatakan negerinya mendapat dukungan besar di Amerika Latin setelah serangan ini, yang memaksa Washington untuk makin menggenjot (backpedal) pada tekanannya itu.

“Dan seluruh negeri tegak melawannya bahkan sebelum KTT Amerika (Summit of AmericaRed DK) dimulai, tepatnya sebulan yang lalu, menuntut [Presiden AS] Barack Obama mencabut perintah eksekutif yang menyatakan Venezuela sebuah ancaman. Itu sangat meyakinkan,” katanya.

“Presiden Obama menyadari bahwa Venezuela tidak sendirian, bahwa ia (Venezuela – Red DK) akan mendapatkan bantuan dan dukungan. Kami (Amerika latin – Red DK) bersatu dalam keragaman kami. “

Presiden Venezuela, yang melanjutkan kebijakan menentang pengaruh AS di Amerika Latin yang sudah dimulai pendahulunya Hugo Chavez, percaya bahwa Washington terkesima oleh pertumbuhan kekuatan politik dan ekonomi di negeri-negeri tersebut yang tidak dapat dia (AS – Red DK) kendalikan.

“AS melihat ia kehilangan pengaruh dan itu membuatnya menargetkan negeri-negeri seperti Rusia untuk menemukan cara menghentikan negeri-negeri tersebut. AS menciptakan hambatan dan masalah bagi negara-negara itu. AS mencoba untuk menghalangi perkembangan alami negara-negera dimaksud. Jadi AS melanjutkan serangannya pada negeri-negeri penuh kedamaian seperti Venezuela dan menentang pembangunan nasion-nasion cukup kuat seperti Tiongkok,” katanya.

.

Cepretan (still) dari tayangan RT

Cepretan dari tayangan RT

.

Menurut Maduro, nasion-nasion dapat berhasil menahan tekanan Amerika dengan tekad yang cukup, seperti dibuktikan dengan contoh Kuba. Setelah puluhan tahun blokade ekonomi dan sanksi, Washington berusaha menjalin kembali hubungannya dengan nasion Karibia itu.

“Barack Obama cukup berani untuk mengakui dalam pidatonya 17 Desember (2015 – Red DK) bahwa blokade dan penindasan atas Kuba gagal. Tapi dia juga berbicara dari sudut pandang imperialis … Sekarang mereka mencoba untuk memengaruhi Kuba,” katanya

“Saya yakin bahwa, cepat atau lambat, AS akan mengikuti cara yang dilakukan kekaisaran Inggris 70 tahun yang lalu. Ia akan menjadi sebuah kekaisaran yang kuat, memerintah seluruh wilayah Asia, Amerika Latin, Karibia dan Afrika selama 300 tahun. Ia akan memerintah dunia. Tapi kemudian mereka harus mengadopsi keadaan historis baru,” kata Maduro. “Kami percaya hal yang sama akan terjadi pada Amerika dan bahwa ia akan melewati serangkaian konflik.”

Maduro yakin Eropa menyakiti lagi diri sendiri dengan mengasingkan Rusia, yang kini berbalik mengarah Asia untuk kemitraan strategis. Pemimpin Venezuela itu hadir di antara mereka yang mengunjungi Rusia akhir pekan ini untuk berpartisipasi dalam Peringatan V-Day.

“Saya tiba di sini dengan maksud baik, untuk berada di antara rakyat Rusia di jam dengan tantangan besar ini. Saya pastikan bahwa perdamaian akan menang,” ujar Maduro kepada RT.

Sementara pemimpin negeri-negeri seperti Tiongkok, India, Vietnam, Serbia dan Kuba datang ke Moskow untuk acara ini, banyak pemimpin Eropa yang bersekutu dengan AS memilih untuk menolak undangan mereka. Maduro mengatakan mereka menyerah pada kepicikan.

“Mungkin ini sebuah kasus kerabunan (short-sightedness –Red DK) pada sebagian dari para pemimpin Barat hari ini,” ucapnya. “Hal yang menyangkut konspirasi dan dendam kecil (petty grudge – Red DK) … Tapi manusia memiliki cukup kekuatan dan nilai-nilai untuk tidak membiarkan kepicikan ini untuk menang.”

Pemimpin Venezuela ini mengatakan, gagasan serupa yang berlaku di Eropa saat munculnya para politisi seperti Hitler Jerman, Mussolini Italia dan Franco Spanyol, yang diabaikan di nasion-nasion lain, dengan harapan bahwa rezim-rezim antikomunis ini akan menargetkan Uni Soviet.

“Sebagian Eropa menutup mata dan bertaruh pada penciptaan sebuah monster gila yang akan menyelesaikan Uni Soviet. Hal yang jelas ada di kepala mereka. Hitler saat itu didukung kaum borjuis, para pemodal di seluruh Eropa, bukan hanya Jerman, dan bahkan di Amerika Serikat … Kemanusiaan harus membayar harga yang tinggi untuk taruhan itu,” katanya.

ooOoo

Redaksi Dasar Kita dalam rangka ikut memeringati V-Day 9 Mei 2015, pada pengeposan terbarui ini, membahasaindonesiakan interviu RT berbahasa Spanyol dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Silakan simak hlm 55b.

(Dikutip dari 55. Pengantar Redaksi (53) – 14 April 2015, pengeposan terbarui).

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s