Perubahan Rezim Suriah[-nya] AS Hadapi Jalan Buntu

.

Oleh Finian Cunningham

.

Sumber: American Herald Tribune, 4 Februari 2016

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

DK-70a-foto dari AHT

.

Dan begitu pula roda perundingan Jenewa macet dengan cara spektakuler, di mana semua pihak saling menyalahkan atas kegagalan apa yang disebut proses perdamaian Suriah.

Negosiasi di kota negeri Swiss [Jenewa—Red DK] itu hanya berlangsung hingga hari kedua – yang dibuka pada hari Senin [1/2/2016 – Red DK], dan setelah penundaan sejak minggu sebelumnya [seharusnya pada 29 January 2016 – Red DK] – ketika utusan khusus PBB Staffan de Mistura mengumumkan bahwa pembicaraan akan ditunda hingga 25 Februari [2016—Red DK]. Hendaknya dibaca sebagai: ini sudah berakhir.

Washington dan Paris segera berusaha menyalahkan pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia dan Iran dalam “mentorpedo” pembicaraan Jenewa. Menteri Luar Negeri AS John Kerry menuduh Suriah dan sekutunya mencari solusi militer untuk konflik berusia lima tahun itu. Dengan latar belakang ini di mana serangan udara dan darat sedang berlangsung, menurut AS dan para mitranya negosiasi Jenewa kandas.

Kerry dan mitra-Perancis-nya Laurent Fabius, terlibat dalam pembalik realitas [reality-inversion – Red DK] yang dibantu dengan cakap oleh media berita arus utama Barat.

Faktanya adalah pembicaraan Jenewa gagal karena Washington dan para pengganti terorisnya [its terrorist surrogates – Red DK] berjuang untuk perubahan rezim di Suriah tidak dapat mempengaruhi sebuah diplomasi-diplomasian [semblance of diplomacy – Red DK].

Ya, kemajuan militer Tentara Arab Suriah berjalan secara cepat dengan dukungan kekuatan udara Rusia dan kekuatan darat dari Iran dan Hizbullah. Pengubah permainan [the game-changer – Red DK] adalah intervensi Rusia hampir empat bulan yang lalu, yang telah memungkinkan pemerintah Suriah Presiden Bashar al-Assad untuk memulihkan petak-petak besar dari wilayah yang diduduki oleh para tentara bayaran dukungan asing.

Kemajuan militer terbaru minggu ini di barat laut Suriah telah menempatkan Tentara Arab Suriah dalam jangkauan untuk mengambil kembali kota Aleppo, pusat urban terbesar di negara itu, kedua setelah ibukota Damaskus.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pekan ini bahwa operasi Rusia di Suriah akan terus berlanjut sampai seluruh “kelompok teror” hancur. Lavrov menyebutkan Al Qaeda yang berafiliasi Front Nusra dan Daesh (juga dikenal sebagai ISIL), tetapi cakupan Rusia juga meluas ke berbagai kelompok militan lain yang terintegrasi dengan organisasi teroris lebih terkenal.

Para militan ini palsu dan menggelikan [risibly – Red DK] dibagi menjadi “moderat” dan “ekstremis” oleh pemerintah Barat dan korporat media berita yang mereka tugaskan dan kendalikan. Apa yang moderat dalam hal pemenggalan kepala warga sipil yang dianggap “kafir”? Dan kebiadaban ini telah dipraktikkan secara rutin oleh apa yang disebut pemberontak moderat “Tentara Pembebasan Suriah” [TPS/FSA Free Syria Army – Red DK]. Terutama, hari-hari ini kita tidak banyak mendengar tentang TPS yang digadang-gadangkan penting. Itu karena dalam realitasnya mereka tidak ada.

Tidak hanya Turki dan Arab Saudi terus memasok kelompok-bersenjata ilegal di dalam wilayah Suriah, kedua sekutu Barat ini termasuk organisasi teroris ke dalam apa yang disebut “oposisi” dalam pembicaraan Jenewa. Nama mentereng Komite Tinggi Negosiasi [High Negotiating Committee – Red DK] menuntut hanya akan terus berpartisipasi dengan syarat bahwa pemerintah Assad lengser . Inilah yang sesungguhnya, alasan terdekat kemacetan [perundingan – Red DK], tak peduli apa yang mungkin dikatakan John Kerry.

Dapatkah Anda percayai itu? Sekelompok teroris yang didukung asing dan berbasis di pengasingan mendikte syarat-syarat untuk pemerintah Suriah terpilih. Para prajurit kaki tangan mereka yang semakin terdesak di medan laga – setelah lima tahun menimbulkan kerusakan di Suriah – dan sekarang para penipu ini mencoba untuk menulis “syarat-syarat perdamaian”.

Suriah dan Rusia yang tidak mau tahu. Keduanya bertekad untuk menghancurkan ancaman eksistensial atas Suriah dari kelompok-kelompok teror yang didukung asing. Dan Assad dan Vladimir Putin tidak akan menyerahkan kemenangan pada perubahan rezim, juga di meja perundingan.

Itu sebabnya Kerry dalam keadaan gugup. Proses perdamaian sandiwara telah terbalik. Washington dan para mitranya mengira Suriah dan Rusia bakal membatalkan tekanan militer agar memberikan pada para otoritas tentara bayaran mereka sedikit ruang untuk bernapas sehingga mereka bisa melancarkan kembali perang teror mereka pada waktu yang lebih tepat, sementara juga melansir ultimatum di Jenewa untuk perubahan rezim secara de facto.

Washington dan para sekutunya tidak pernah serius untuk menemukan penyelesaian damai yang sejati. Sekarang roda snake-oil bandwagon [bualan yang dipopulerkan — Red DK] telah berhenti, AS dan para mitranya terpaksa mencari semacam “penjelasan” untuk dijual ke opini dunia.

Maka, pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia disalahkan membuyarkan perundingan Jenewa. Tapi dunia tidak tertipu oleh pembalik realitas semacam itu. Rencana para kekuatan Barat untuk perubahan rezim di Suriah hanya bergulir ke jalan buntu yang lain.

Lamun, bahaya sesungguhnya adalah bahwa Washington dan para sekutunya mungkin sekarang mencoba intervensi militer langsung di Suriah [agar – Red DK] keluar dari keputusasaan.

ooOoo

.

DK-70a-cunningham-pasfotoFINIAN CUNNINGHAM

Finian Cunningham (lahir 1963) telah banyak menulis tentang hubungan internasional, melalui artikel-artikel yang dipublikasikan dalam beberapa bahasa. Selama lebih dari 20 tahun ia bekerja sebagai editor dan penulis di organisasi-organisasi media-berita besar, termasuk The Mirror, Irish Times dan Independent.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s