Data Ekonomi 2016 Menunjukkan Klaim ‘Pemulihan Ekonomi yang Kuat’ AS adalah Sebuah Mitos

.

Oleh John Ross

.

Sumber: blog John Ross Key Trends in Globalisation, 2016’s economic data shows the claim of US ‘strong economic recovery’ was a myth, 03 February 2017

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Publikasi data ekonomi AS yang resmi untuk 2016, di mana ditunjukkan hanya 1,6% pertumbuhan PDB AS untuk tahun tersebut, dan hanya 0,9% pertumbuhan PDB per kapita, jelas menunjukkan dua hal:

  • Pembangunan ekonomi global utama pada 2016 adalah perlambatan tajam ekonomi AS – seperti yang ditunjukkan di bawah ini;
  • Sebagian besar dari media keuangan gagal untuk menganalisis realitas pertumbuhan AS yang lambat ini dan terus mengulangi mitos ‘pemulihan AS yang kuat’ [strong US recovery — Red DK].

Dua pertanyaan menguntit realitas ini:

  • Negara mana yang riil berada pada pusat-pusat utama ekonomi dunia — AS, Uni Eropa atau Tiongkok?
  • Mengingat bahwa analisis akurat atas ekonomi dari negara AS sangat penting baik dalam dirinya sendiri maupun untuk kebijakan ekonomi, mengapa rubrik-rubrik media finansial terus mempublikasikan materi yang tidak akurat tentang ekonomi AS?

Mengutamakan penggunaan metode ‘mencari kebenaran dari fakta’ [seek truth from facts], data atas pertumbuhan pusat-pusat ekonomi global akan diberikan, dan kemudian dianalisis.

Ekonomi AS

Data resmi untuk PDB AS pada 2016 baru-baru ini diterbitkan. Hal ini mengkonfirmasi dengan jelas perlambatan tajam dalam ekonomi AS selama 2016.

  • Pertumbuhan PDB AS turun dari 2,6% pada 2015 menjadi hanya 1,6% pada 2016 — yang selama 2016 ekonomi AS melambat hampir 40% dari tingkat pertumbuhan tahun sebelumnya.
  • Pertumbuhan PDB per kapita AS turun dari 1,9% pada tahun 2015 menjadi hanya 0,9% pada tahun 2016 – karena itu pertumbuhan PDB per kapita AS menurun menjadi di bawah setengah dari tingkat pertumbuhan tahun sebelumnya, serta anjlog ke kurang dari 1% setahun yang mendekati stagnasi.

Data ini ditunjukkan pada Gambar 1. Tren ini menunjukkan dengan jelas bahwa klaim ‘pemulihan yang kuat’ dari ekonomi AS selama 2016 adalah sepenuhnya sebuah mitos.

.

Dk-85a-John Ross-strong US recovery a myth

Gambar 1

.

Komparasi terhadap Pusat-Pusat Ekonomi Utama Lainnya

Data perlambatan ekonomi AS ini bahkan lebih mencolok jika dibandingkan dengan statistik untuk dua pusat ekonomi utama dunia lainnya – Tiongkok dan Uni Eropa. Apa yang ditujukkan data ini adalah bahwa jauh dari AS yang melakoni  ‘pemulihan yang kuat’, pertumbuhan AS yang paling lambat di antara pusat-pusat ekonomi utama dunia [major world conomic centres] pada 2016.

Data final untuk Tiongkok dan AS pada 2016 sudah diterbitkan. Data final untuk Uni Eropa belum tersedia, tetapi telah diterbitkan sampai kuartal ketiga 2016, menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,9%.

Outlook Ekonomi Dunia IMF Oktober 2016 [The October 2016 IMF World Economic Outlook], yang didasarkan pada data statistik paling terbarui [up to date], menyimpulkan tingkat pertumbuhan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Memberikan kedekatan data ini dengan akhir tahun tersebut [2016] [dan] akan menjadi tidak mungkin gambaran final [final figure] akan berbeda jauh dari proyeksi ini.

Selanjutnya, data Zona Euro [Eurozoneversi Bahasa Zona Euro] yang sudah dilansir menunjukkan pertumbuhan pada 2016 menjadi 1,8% dan pertumbuhan Uni Eropa biasanya sedikit lebih cepat daripada pertumbuhan Zona Euro.

Tren-tren pertumbuhan PDB pada 2016 yang diberikan ini akan menjadi:

  • Tiongkok – 6,7%
  • Uni Eropa – 1,9%
  • AS – 1,6%

Karena itu, tidak semata bahwa ekonomi AS melambat dengan tajam pada 2016 tetapi pertumbuhan AS adalah yang paling lambat di antara pusat-pusat ekonomi utama.

.

Dk-85a-John Ross-strong US recovery a myth-2

Gambar 2

.

Mitos Media Barat

Tentu saja, adalah sangat mungkin selama tahun lalu untuk faktual mengikuti perlambatan tajam ekonomi AS ini seperti yang [kemudian] terjadi.

Sudah sejak Agustus 2016 saya menganalisis data ini. Pada saat itu, bagian-bagian utama dari media Barat sudah mencoba untuk menyebarkan mitos ‘hard landing’ [perlambatan ekonomi secara mendadak sehingga mengakibatkan guncangan] di Tiongkok dan ‘pemulihan yang kuat’ di AS. Bloomberg, khususnya, menerbitkan artikel dengan judul seperti ‘Soros mengatakan Hard Landing di Tiongkok Akan Memerdalam Kekalahan Saham [Soros Says China Hard Landing Will Deepen the Rout in Stocks]’.

Namun pada kenyataannya, ekonomi Tiongkok melambat hanya sedikit [marginally] pada 2016, dari 6,9% menjadi 6,7%, sedangkan seperti yang ditunjukkan di atas, AS mengalami suatu perlambatan ekonomi yang tajam.

Itulah tren-tren yang sebenarnya dalam perekonomian dunia yang bertolak belakang dari klaim mereka yang di Bloomberg dan bagian-bagian lain dari media Barat [other sections of the Western media].

Ketidaktelitian Bagian-Bagian dari Media

Selain pentingnya menganalisis secara akurat tren yang inheren [kbbi.web.id/inheren]  dalam ekonomi global untuk pembuatan kebijakan ekonomi dan strategi perusahaan, kesimpulan yang jelas dapat ditarik dari kontradiksi antara fakta-fakta dari pembangunan ekonomi di tahun lalu dan analisis di media.

Secara khusus, fakta-fakta pembangunan ekonomi ini kembali mengkonfirmasi bahwa sebagian besar media finansial Barat tidak pertama-tama difokuskan pada analisis ekonomi akurat tetapi pada penyebaran klaim keliru [unjustified claims] mengenai keberhasilan ekonomi AS dan klaim keliru mengenai ‘krisis ekonomi’ di Tiongkok.

Oleh karena itu dua kesimpulan yang jelas mengalir dari fakta-fakta ini mengenai tren ekonomi global pada tahun lalu.

  • Pertama, memberikan bukti ketidaktelitian media Barat [atas] peran penelitian faktual independen oleh lembaga-lembaga think tank dan organisasi-organsasi penelitian Tiongkok seperti Chongyang Institute for Financial Studies adalah vital.
  • Kedua, bahwa publikasi penelitian oleh media Tiongkok sangat penting untuk mendapatkan data dan analisis yang akurat ke tangan perusahaan-perusahaan dan para pembuat kebijakan.

∗ ∗ ∗

Ini adalah versi yang telah disunting dari sebuah artikel awalnya muncul dalam bahasa Tionghoa di New Finance.

ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

dk-83a-john-ross-bio

 

 

John Ross saat ini adalah Peneliti Senior di Institut Studi Finansial Chongyang, Universitas Renmin Tiongkok [Senior Fellow at Chongyang Institute for Financial Studies, Renmin University of China].

Selengkapnya dalam Bahasa Inggris klik John Ross Biography atau data terbarui About John Ross di blog beliau yang lain lagi Learning from China.

.

.

.

Versi Bahasa oleh Redaksi ini adalah sepengetahuan dan seijin John Ross melalui surat elektronik-Tweeter, meski kesalahan baik grafis maupun konten/isi dari versi Bahasa ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Redaksi,  di mana secara khusus beliau berharap para pembaca blog Redaksi Dasar Kita akan menyukai tulisannya ini. 

 Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan ijin yang diberikan oleh John Ross.

.

Simak/klik hlm HK-2. Artikel-artikel John Ross dalam Versi Bahasa di Blog Dasar Kita (termasuk artikel ini butir 7):

.

 

Iklan