Momen Mesra Iriana Payungi Jokowi di Motor Trail

.

Sumber: detikNews, Bagus Prihantoro Nugroho, Rabu 10 May 2017, 17:04 WIB

.

Dk-87c. Iriana Memayungi Jkw-Trans Papua-01

Iriana memayungi Presiden Jokowi di Wamena, Papua. (Foto: Biro Pers Setpres)

.

Jakarta – Presiden Joko Widodo berkonvoi menggunakan motor trail saat meninjau langsung pembangunan Jalan Trans-Papua ruas Wamena-Mamugu di Pegunungan Trikora. Namun ada momen menarik pada kesempatan itu. Sang Ibu Negara, Iriana, sempat berpose memayungi Jokowi.

Dari foto milik Biro Setpres, terlihat Presiden Jokowi foto berdua dengan Iriana berlatar belakang panorama cantik tanah Papua. Pada foto itu, Presiden Jokowi tampak keren dengan motor trail merek KLX hitam dengan nopol RI-1 terpasang di bagian depan.

Jokowi mengenakan jaket bermotor warna hijau dengan lambang bendera Merah-Putih di bagian lengan kanan. Dia juga memakai helm semi-fullface, lengkap pelindung lutut dan siku.

Orang nomor satu di Indonesia itu tersenyum simpul dan berada di atas motor. Sedangkan Iriana, yang mengenakan baju putih dan syal, berdiri di sampingnya sambil memegangi payung berwarna merah marun. Dia juga tersenyum.

.

Dk-87c. Iriana Memayungi Jkw-Trans Papua-02

Presiden Jokowi dan Iriana di Pegunungan Wamena. (Foto: dok. PUPR)

.

Pemandangan itu memperlihatkan keromantisan Presiden Jokowi dan Iriana. Bahkan foto ini cukup viral dan banyak di-share oleh netizen, baik lewat aplikasi WhatsApp maupun media sosial.

Di Wamena, Presiden mengendarai motor trail saat menyusuri jalan sepanjang 7 km yang tengah dibangun itu. Bahkan Jokowi mengajak sejumlah jajarannya berkonvoi naik trail untuk meninjau jalur Trans-Papua ruas Wamena-Mamugu 1 tersebut.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan politikus PDIP Maruarar Sirait ikut menemani Jokowi. Foto mereka yang berkonvoi di jalan dengan ketinggian 3.300 mdpl itu juga banyak dibicarakan.

.

Dk-87c. Iriana Memayungi Jkw-Trans Papua-03

Presiden Jokowi memantau pembangunan jalan Trans-Papua. (Foto: dok. PUPR)

.

Jokowi dan rombongan melihat-lihat sekeliling pegunungan dan menunjuk jalur yang akan dibuka. Jalan Trans-Papua tersebut nantinya akan menyambungkan Wamena dengan Nduga.

Menurut Jokowi, dengan menyusuri jalan memakai motor, dia jadi lebih tahu tingkat kesulitan proyeknya. Dia juga menjadi tahu titik mana yang perlu diperbaiki.

“Kalau naik trail kelihatan jelas kesulitannya. Itu baru naik, coba bayangkan yang membangun. Kita ini kan coba melihat di lapangan,” ujar Jokowi, Rabu (10/5).
(elz/iy)

.

ooOoo

.

Catatan Redaksi Dasar Kita

Kami sengaja memuat utuh warita bersumber detikNews.com ini, ketika kita bahkan dunia sedang memasalahkan Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja diputuskan Pengadilan Negeri Jakarta Utara 2 tahun penjara pada 9 Mei 2017.

Bukan saja aksi Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana di Papua ini (sehari setelah 9 Mei 2017) menarik sebagai foto-warita.

Tetapi juga untuk sekadar mengingatkan bahwa Jokowi yang sedang bekerja keras untuk menuju sebuah RI-Hebat lewat jalan ideologis Trisakti (Soekarno) beragenda-prioritas Nawa Cita, salah satu andalan utamanya adalah pembangunan infrastruktur terutama di kawasan yang termasuk tertinggal seperti di Papua.

Kawasan yang tepat 50 tahun lalu rezim Suharto menandatangani PMA (penanaman modal asing) pertama PT Freeport Indonesia hanya beberapa minggu pasca-Soekarno dilengserkan MPRS pada 1967.

Bagi kami, inilah sinyal gamblang bagi mereka para begundal berikut Deep Sate (versi Putin atau Assad) itu sendiri  yang belum lama ini ingin menggoyang pemerintahan dengan bully AhokGubernur DKI — dan kemarin (9/5) mereka “berhasil” (sementara) lewat pengadilan — bahwa ada yang jauh lebih penting daripada terus terjebak pada hal-hal berdalih “moralis-signifikan”; termasuk pula pada mereka yang juga terjebak “cinta-tulus-apolitis” pada Ahok* … bahwa sebuah RI Hebat Masyarakat Adil & Makmur bagi anak cucu kita, ini yang sepatutnya kita perhati.

*Tanpa sadar massa anonim membludak apalagi di kota-kota besar dunia malah merupakan sasaran empuk Deep-State yang bisnisnya sejak PD II di negara-negara Dunia Ketiga  memang intervensi kekuasaan lewat “war & riot” (ref William Blum) untuk dengan mudah sudutkan Jokowi sebagai “tak peduli pada keadilan”– padahal Ahok baru akan jalani proses naik banding.

Iklan