[Deep State versi] Assad:

Mengapa Bicara dengan Trump

Jika Dia Tidak Kendalikan AS? 

.

Sumber: RT/Russia Today

Waktu Publikasi: 10 Mei, 2018 10: 16 Waktu Sunting: 11 Mei 2018 07:36

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

DK-119-14 Jun 2014-DS-Assad-01

© Kevin Lamarque / Reuters

.

Bertemu dengan Donald Trump akan sia-sia karena Deep State – bukan presiden – yang kendalikan AS, ujar Bashar Assad dalam sebuah wawancara.

Dia [Assad] mengingatkan bahwa agenda Deep State [negara dalam negara, definisi sederhananya; simak/klik hlm 88a.1 & hlm 88a.2  – Red DK] adalah menciptakan konflik yang ditujukan terhadap Rusia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan harian [Yunani di] Athena Kathimerini, Assad mengatakan tidak ada alasan untuk bertemu tatap muka dengan Trump, karena presiden AS “hari ini mengatakan sesuatu, dan besok melakukan yang berlawanan,” dan bahkan nyaris tidak kendalikan keputusan-keputusan atas kebijakan [likely not even in control of policy decisions].

DK-119-14 Jun 2014-DS-Assad-02

28 jet Israel menembakkan sekitar 60 roket dalam serangan semalaman [Kamis, 10/5/2018] di Suriah – Kemenhan Rusia [28 Israeli jets fired about 60 rockets in overnight strikes on Syria – Russian MoD]

“[Kami – dari sumber: RT – Red DK] kira presiden dari rezim itu tidak memegang kendali,” Assad mengatakan pada surat kabar tersebut, mengacu pada Trump.

“Kami semua percaya bahwa Deep State, negara yang sebenarnya [the real state], yang memegang kendali, atau yang mengendalikan setiap presiden, dan itu bukan hal yang baru. Itu selalu demikian di Amerika Serikat, setidaknya selama 40 tahun terakhir, setidaknya sejak Nixon, [malah] mungkin sebelumnya, tetapi itu menjadi lebih mencolok dan mencolok lagi, dan kasus yang paling mencolok adalah Trump. ”

Assad juga menepis kemungkinan pecahnya perang dunia ketiga di Suriah, [dan] mengatakan kepada surat kabar Yunani itu bahwa keteguhan-hati/kepala-dingin [levelheadedness] Moskow sejauh ini telah mencegah eskalasi bencana – bahkan ketika AS bertujuan untuk memerluas konflik.

Ditanya langsung apakah dia khawatir tentang kemungkinan perang dunia ketiga, Assad menjawab: “Tidak, untuk satu alasan: Karena untungnya, Anda memiliki kepemimpinan yang bijaksana di Rusia, dan mereka tahu bahwa agenda Deep State di Amerika Serikat adalah menciptakan konflik. Sejak kampanye Trump, agenda utama adalah melawan Rusia, menciptakan konflik dengan Rusia, menghina Rusia, merongrong Rusia, dan seterusnya,” ucap presiden Suriah.

Assad mengakhiri wawancara dengan bersumpah untuk menyatukan kembali Suriah dan mengembalikan kedaulatannya, [seraya] menambahkan bahwa AS, Prancis, Inggris, Arab Saudi, Qatar dan Turki pada akhirnya bertanggung jawab atas perang tujuh tahun dan harus dimintai pertanggungan jawab dalam mendukung “teroris” yang bertempur di Suriah.

.

ooOoo