Kecelakaan MH17 Malaysia: 10 Pertanyaan yang Rusia Ingin Ukraina Menjawab

.

Sumber: RT/Russia Today “Malaysia MH17 crash: 10 questions Russia wants Ukraine to answer”

Waktu publikasi: 18 Juli 2014 Pk 20.59
.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Deputi Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov (Citra diam dari video RT)

Deputi Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov (Citra diam dari video RT)

.

Beberapa negara Barat dan Kiev yang sibuk menemukan keterlibatan Rusia dalam kecelakaan MH17 tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim mereka, Deputi Menteri Pertahanan Rusia mengatakan pada RT.

Dia mengajak Ukraina untuk menjawab 10 pertanyaan dalam membuktikan komitmen mereka bagi penyelidikan yang berimbang.

Berbicara kepada RT, Deputi Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov telah mengkritik negara-negara Barat yang melompat ke kesimpulan hanya “24 jam setelah kecelakaan” sementara tidak ada bukti.

“Mereka mencoba untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kita bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Hal ini sangat aneh bahwa tanpa bukti, rekan-rekan saya dari media Barat ingin menemukan seseorang yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu,” kata Antonov.

“Tampaknya bagi saya bahwa ini adalah bagian dari perang informasi yang telah dimulai terhadap Federasi Rusia dan angkatan bersenjatanya.”

BACA SELANJUTNYA (tidak diterjemahkan—Red DK): Unverified tape released by Kiev presented as ‘proof’ E. Ukraine militia downed MH17.

Ketimbang menggunakan insiden itu sebagai dalih untuk menyalahkan tanpa dasar salah satu pihak, bencana atas langit Ukraina itu harus digunakan sebagai sebuah kemungkinan untuk memulai kembali kerja sama dalam “mencegah tragedi serupa di masa depan.”

“Bagi saya, saya tidak ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyalahkan siapa pun. Saya hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan untuk rekan-rekan saya dari angkatan bersenjata Ukraina,” kata Antonov.

“Saya berharap mereka mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, hal itu akan menjadi suatu peluang yang baik bagi kita untuk menyadari di mana kita berada, apakah ada kemungkinan bagi kita untuk memulai kembali kerjasama dan mencari siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.”

“Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu kita menemukan peluang dalam mencegah tragedi serupa di masa depan,” kata Deputi Menteri Pertahanan.

Sebuah gambar yang diambil pada 17 Juli 2014 menunjukkan reruntuhan pesawat Malaysia yang mengangkut 295 orang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, setelah jatuh dekat kota Shaktarsk. (Foto AFP / Dominique Faget)

Sebuah gambar yang diambil pada 17 Juli 2014 menunjukkan reruntuhan pesawat Malaysia yang mengangkut 298 orang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, setelah jatuh dekat kota Shaktarsk. (Foto AFP / Dominique Faget)

SEPULUH PERTANYAAN UNTUK OTORITAS UKRAINA

1. Segera setelah tragedi itu, pihak berwenang Ukraina, serta merta, menyalahkan pasukan bela diri (self-defense forces—Red DK). Apa dasar tuduhan (accusations—Red DK) ini?

2. Dapatkah Kiev menjelaskan secara rinci bagaimana menggunakan peluncur-peluncur rudal Buk (Buk missile launchers—Red DK) di zona konflik? Dan mengapa sistem ini ditempatkan (deployedRed DK) di sana, di garis depan (first place—Red DK), mengingat pasukan bela diri tidak memiliki pesawat terbang apapun?

3. Mengapa pemerintah Ukraina tidak melakukan apa-apa untuk membentuk sebuah komisi internasional (international commission—Red DK)? Kapan komisi tersebut akan mulai bekerja?

4. Akankah Angkatan Bersenjata Ukraina bersedia untuk membiarkan penyelidik internasional melihat persediaan (inventory—Red DK) rudal udara-ke-udara dan darat-ke-udara mereka, termasuk yang digunakan pada peluncur-peluncur SAM?

5. Akankah komisi internasional memiliki akses ke pelacakan data dari sumber terpercaya mengenai gerakan pesawat tempur Ukraina di hari tragedi itu?

6. Mengapa pengawas lalu-lintas udara (ATC—Red DK) Ukraina mengijinkan pesawat (MH17—Red DK) untuk menyimpang dari rute biasa (deviate from the regular route—Red DK), ke utara menuju “zona operasi anti-teroris“?

7. Mengapa wilayah udara di zona perang tidak tertutup bagi penerbangan sipil (closed for civilian flights—Red DK), khususnya karena kawasan tersebut tidak sepenuhnya terpantau oleh sistem navigasi radar?

8. Bagaimana komentar para pejabat Kiev atas laporan di media sosial, diduga [diunggah] oleh seorang pengawas lalu lintas udara Spanyol yang bekerja di Ukraina, bahwa ada dua pesawat militer Ukraina terbang bersama Boeing 777 (MH17—Red DK) di atas wilayah Ukraina?

9. Mengapa Pihak Keamanan (Security Services—Red DK) Ukraina [sudah] mulai bekerja dengan rekaman komunikasi antara pengawas lalu lintas udara Ukraina dan kru Boeing dan dengan sistem penyimpanan data dari radar Ukraina tanpa menunggu para penyelidik internasional?

10. Pelajaran apa yang Ukraina petik dari kejadian serupa (similar incident—Red DK) pada 2001, ketika Tu-154 Rusia jatuh di Laut Hitam? Saat itu, pihak berwenang Ukraina membantah keterlibatan bagian dari Angkatan Bersenjata Ukraina sampai bukti tak terbantahkan menunjukkan bahwa Kiev resmi bersalah.

.

Catatan Redaksi Dasar Kita

Silakan akses/klik ke sumber RT pada tajuk warita di atas, untuk menyimak tayangan video terkait. Anatoly Antonov yang berbicara fasih  dalam bahasa Inggris.

Kata/kata-kata dalam kurung siku “[…]” adalah dari kami dan tidak ada di teks asli RT. Semata untuk membantu “mengalirkan/melengkapi” makna kalimat.

ooOoo

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s