Jokowi Telepon Presiden Tiongkok: “Good morning, who’s speaking?”

.
Sumber: Kompas.com, Jumat, 24 Oktober 2014 | 11:11 WIB

.

KOMPAS.com/SABRINA ASRIL Presiden Joko Widodo berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jin Ping, Jumat (24/10/2014) pagi.

KOMPAS.com/SABRINA ASRIL — Presiden Joko Widodo berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jin Ping, Jumat (24/10/2014) pagi.

 

.

JAKARTA, KOMPAS.com- Presiden Joko Widodo mulai mendekatkan hubungan dengan pemimpin-pemimpin negara sahabat di masa awal pemerintahannya. Pada hari kelima setelah dilantik, Jumat (24/10/2014) pagi, Jokowi melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jin Ping.

Inilah pertama kalinya Jokowi berkontak lewat telepon dengan pemimpin negara lain. Pantauan Kompas.com, komunikasi via udara itu dilakukan dalam ruang kerja presiden di Istana Merdeka.

Tampak mendampingi Jokowi pejabat Kementerian Luar Negeri, Kepala Protokoler Negara, dan dua orang ajudan. Seorang ajudan tampak sibuk menghubungi perantara antara kedua kepala negara dan menyatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo sudah tersambung.

Ganggang telepon dalam rumah berwarna putih itu kemudian diberikan kepada Jokowi. “Hello. Good morning. Who’s speaking?” sapa Jokowi.

Namun, rupanya belum ada balasan di ujung telepon sana sehingga Jokowi pun menunggu. Pada saat perbincangan akan dilakukan, staf Istana meminta para wartawan keluar ruangan karena pembicaraan itu bersifat rahasia.

Sebelum mengontak Xi Jinping, Jokowi juga sudah pernah bertemu dengan utusan khusus Presiden Tiongkok di Istana Merdeka beberapa waktu lalu.

.

Penulis: Sabrina Asril

Editor  : Laksono

ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

Sengaja warita ini dimuat utuh. Pasalnya, bagi kami, RRT yang berhasil mengangkat 620-an juta jiwa keluar dari kemiskinan ekstrim  (simak hlm 41a) atau data terbarui jumlah tersebut menjadi 700 juta jiwa (simak hlm 67b) , sangat pantas ditelepon pertama. Untuk tidak mengatakan sebagai kiblat/model pembangunan ekonomi negeri-negeri Dunia Ketiga– bahkan ketika kabinet belum juga terbentuk.

Membuktikan ada (bahkan) banyak hal bisa dilakukan — sambil menunggu terbentuknya kabinet — oleh seorang kepala dari negara yang sejatinya memiliki sistem semi-presidensial. Presiden mandataris locus of power MPR sesuai dengan Pancasila-UUD 45. Konstitusi awal 18/8/1845 yang Batang Tubuhnya diacak-acak, Penjelasan dihapus dan Pembukaan sekadar “pajangan” untuk menunjukkan bahwa UUD 1945 itu masih ada … ironis! Jadinya, ini konstitusi baru: UUD 2002. Konstitusi gadungan diametral Pancasila-UUD 45. Bukan amendemen atas konstitusi awal. (Simak hlm 42a dan hlm 46a).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s