Terorisme dari Perspektif Damaskus

.

Oleh Stephen Gowans

.

Sumber: what’s left , July 27, 2015 at 2:08 pm

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Berikut adalah kutipan dari pidato Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 26 Juli 2015 yang disampaikan di Damaskus.

.
Mengenai Standar Ganda Barat Terhadap Terorisme

[Kekuatan Barat] menyebutnya terorisme ketika mereka yang dihajar, dan menyebutnya revolusi, kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia ketika kita yang dihajar.

Di sana, pelakunya adalah para teroris, dan di sini, adalah para pemberontak dan oposisi moderat.

Mereka berteriak sekencang-kenangnya setiap kali terkena percikan api, sementara mereka diam seribu bahasa saat kita diamuk jago merah.

Mengenai Intervensi Kemanusiaan

Biarkan mereka mengizinkan oposisi di negara mereka untuk memanggul senjata dan membunuh dan membinasakan dan mereka tetap menyebutnya oposisi, atau mengizinkan kaum oposisi itu untuk menjadi perwakilan (proxies — Red DK) atau membiarkan negara-negara lain memutuskan sistem kekuasaan macam apa seharusnya bagi kaum oposisi itu, lantas kita akan percaya dan menerima resep kuno mereka yang selalu digunakan untuk membenarkan agresi atau campur tangan dalam urusan-urusan dalam-negeri berbagai negara di bawah slogan kemanusiaan seperti hak asasi manusia, kebebasan, demokrasi, dan seterusnya.

Mengenai Hubungan Barat dengan Kaum Islam Militan

Apa yang mereka inginkan adalah untuk memertahankan monster ini sebagi cek dan tidak menghilangkannya. Seluruh kampanye militer, politik dan media mereka faktanya adalah tabir-tabir asap (smoke screens – Red DK), dan apa yang Barat telah lakukan sejauh ini [justru — Red DK] telah menyebabkan pertumbuhan terorisme bukannya menghilangkannya, dan hal ini dikonfirmasi oleh realitas, bukan analisis pribadi, lantaran terorisme telah menyebar secara geografis , sumber daya materialnya telah meningkat, dan tenaga kerjanya menjadi dobel.

Seorang pengamat “menanggapi” komentar-komentar Assad tersebut: surat-surat kabar Barat berbicara tentang pertarungan tentara Mesir di Sinai melawan kaum Islam militan, namun tentang pertarungan tentara Suriah melawan kaum Islam militan di Suriah [disebut — Red DK] sebagai “pasukan rezim” melancarkan perang “brutal” untuk menghancurkan “pemberontakan “.

.

ooOoo

.

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s