Kaum Komunis Membentuk Kelompok Gerilyawan di Lebanon untuk Memerangi ISIS

Sumber: RT, Russia Today

Waktu terbit: 5 September 2015 20.20

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

© / RT

© / RT

.

Para anggota Partai Komunis Lebanon telah dikumpulkan untuk memerangi Negara Islam dan Front al-Nusra di wilayah negeri tersebut yang terkena dampak kerusuhan di Suriah dengan membentuk sebuah kelompok gerilyawan bersifat sementara  (ad hock – Red DK).

Para pejuang Partai Komunis Lebanon membentuk sebuah kelompok gerilyawan untuk melakukan patroli di Lembah Bekaa di timur negeri itu, Paula Slier dari RT melaporkan.

.

[Tonton di YouTube]

.

Dengan ancaman dari Islam ekstrimisme yang kurang dari 10 kilometer dari perbatasan dan sehari-harinya terjadi tembak menembak, setiap putra daerah menganggap adalah tugasnya untuk menjadi relawan dan bergabung dengan kelompok tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pertempuran langsung dengan Negara Islam atau al-Nusra. Kami di sini sebagai pendukung garis belakang tentara Lebanon. Untuk memastikan [apakah – RedDK] ada beberapa kelompok kecil pejuang yang bergerak melalui pegunungan dan kami di sini untuk mendeteksi dan menemukan mereka,” ujar salah seorang pejuang Komunis kepada RT.

“Perbedaan utama antara kami dan Hizbullah adalah bahwa kami berasal dari faksi-faksi Lebanon yang berbeda – Suni, Syiah, Druze. Kami sebagian besar sekuler dan kami berbeda [pula – Red DK] dari tentara Lebanon. Kami bukan tentara klasik,” imbuhnya.

BACA LEBIH LANJUT: Negara Islam memerluas kampanye militan ke Lebanon [READ MORE: Islamic State expands militant campaign into Lebanon – Red DK]

Partai Komunis Lebanon yang didirikan pada 1924 tidak pernah ikut dalam pemenangan lewat pemilu (electoral success – Red DK) pada  beberapa tahun terakhir, namun para pejuang [Komunis – Red DK] yakin bahwa masih cukup banyak yang bisa mereka lakukan.

Hampir tiap keluarga di setiap desa daerah tersebut memiliki [setidaknya – Red DK] seorang anggota keluarga yang menjadi relawan dari kelompok [gerilyawan – Red DK] itu dan sekarang sudah mengerti bagaimana menggunakan senjata.

Kepada para pemula itu, para gerilyawan tua berbagi pengalaman mereka yang diperoleh semasa pertempuran melawan Israel. Generasi muda tersebut mendengarkan dengan penuh perhatian, tapi tanpa melupakan pendidikan mereka

“Prioritasnya selalu untuk pendidikan dan kami berjuang tidak hanya dengan senjata kami tetapi juga dengan pendidikan kami. Saya ingin melihat masa depan saya sebagai teknisi komputer, bukan sebagai seorang pejuang. Kami tidak suka bertempur, tapi kami wajib berjuang untuk melindungi desa-desa dan kota-kota kami,” kata Wizzam 23 tahun yang pergi ke medan perang usai kuliah di kelas.

Pemuda itu tidak pernah memegang senjata sampai Negara Islam dan al-Nusra mengganggu perdamaian.

SIMAK LEBIH LANJUT: ‘Tidak ada yang bisa mengubur kepala di pasir’: pimpinan Hizbullah menyerukan untuk membantu memerangi ISIS di Suriah [READ MORE: ‘No one can bury heads in sand:’ Hezbollah leader calls for help fighting ISIS in Syria — Red DK]

Agustus [2015 – Red DK] lalu kaum jihadis mengepung serta menyerang pos-pos pemeriksaan tentara Lebanon dan kemudian mengambil alih kendali atas kota Arsal, terletak 124 kilometer timur-laut Beirut. Sejak itu, kota-kota perbatasan lainnya hidup di bawah ancaman tetap, hal yang sama bisa terjadi pada mereka.

“Kami memiliki kemauan yang kuat dan keinginan untuk melawan ekstrimis. Kami tidak akan meninggalkan negeri ini sampai titik darah kami yang terakhir dan jengkal terakhir dari tanah kami,” kata pejuang Komunis lainnya.

ooOoo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s