64g. HADIRNYA NEGARA dalam Batalnya Megaproyek KA Cepat Jakarta-Bandung (Sumber: Kompas.com)

.

“Rini sudah membentuk konsorsium bersama empat BUMN yakni Wijaya Karya, PTPN VIII, Jasa Marga, PT KAI, dan pihak Tiongkok.

.
Jepang menawarkan investasi Proyek High Speed Train shinkansen E5 senilai Rp 87 triliun. Sedangkan Tiongkok CRH380A sekitar Rp 78 triliun.”

.

.

(Dikutip dari Usai Rapat Kereta Cepat, Rini Menunduk Jonan Main Pingpong, Kompas.com, Kamis, 3 September 2015 | 10:46 WIB)

.

—————

.

Bagi Redaksi Dasar Kita batalnya megaproyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, kami sambut sangat positif. Lantaran ini salah satu lagi bukti nyata konsistensi sekaligus solusi cerdas dan cantik pemerintahan Jokowi-JK dalam HADIRKAN NEGARA untuk “memeroleh maslahat sebesar-besarnya bagi rakyat RI”.

Lebih spesifik lagi, ketika Tokyo — yang kita mafhumi bersama industri otomotifnya sejak peristiwa Malari 1974 (simak hlm 35a) sangat “dimanja” oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya  — kini suka tidak suka harus menerima kenyataan batalnya megaproyek dimaksud.

Tokyo yang ternyata sudah “start lebih awal” dengan studi kelayakan yang dimulai di era SBY. Dan bukan tidak mungkin Tokyo “menekan” Jokowi perihal megaproyek ini saat kunjungan kerja ke Jepang dan Tiongkok beberapa waktu lalu. “Bukti”-nya, sekembali dari kunjungan kerja tersebut, “tiba-tiba” isu kereta api cepat Jakarta-Bandung mencuat kembali.

Dan bila kita yang berpegang pada jalan ideologis visi Jokowi-JK Trisakti-Masohi/Gotong Royong HADIRNYA NEGARA, setidaknya bagi Redaks Dasar Kita, mulai terasa “aroma” bakal munculnya sebuah solusi khas Jokowi dalam berkelit melepaskan diri dari tekanan Tokyo saat menyodorkan Beijing sebagai tandingan Tokyo.

Lamun, sejujurnya, kami tidak menyangka bahwa solusi Jokowi sedemikian cerdas dan cantik. Artinya, ada 4 “kartu truf” yang dimainkan Jokowi.

Pemerintah tidak akan terlibat langsung maupun tidak langsung (lewat APBN) dalam megaproyek ini;

kedua, alasan teknis ketidakcocokan kereta api cepat di jalur pendek 150 km Jakarta-Bandung;

ketiga, kereta api cepat akan dibangun oleh inisiatif pemerintah (dengan APBN) pada jalur panjang 700 km seperti Jakarta-Surabaya;

keempat kereta api kecepatan menengah (bukan KA cepat) tetap akan dibangun di jalur Jakarta-Bandung (tetap di luar APBN) dan murni “B-to-B” (business to business) yang melibatkan para BUMN.

Sehingga kutipan utuh warita bersumber Kompas.com diawali dengan tajuk di atas berupa dua alinea penutup salah satu warita terkait. Di mana pewarta Kompas.com entah tidak teliti atau sengaja membocorkan langkah Ibu Rini ketika menyebut Tiongkok dalam konsorsium dengan 4 BUMN.

Lamun apapun, banyak hal menarik sekaligus membanggakan bahwa sebuah RI bermartabat sedang ditegakkan.

Dan sebagai warita terbarui dari pengeposan ini, “preseden” gagalnya Tokyo dalam proyek KA cepat Jakarta-Bandung, bagi kami merupakan salah satu di antara beberapa gaya politik Jokowi, kami lazimkan: “meng-KA Cepat-kan”. Bermakna menggagalkan atau setidaknya memersulit (seperti salah satu ucapan Jokowi saat kampanye Pilpres) pihak asing yang “seenaknya” berinvestasi, merasa unggul dalam modal dan teknologi.

Silakan simak/klik warita-warita terkait juga yang terbarui di bawah ini:

Ini Pernyataan Presiden Jokowi soal Kereta Cepat, Kompas.com, Jumat, 4 September 2015 | 14:14 WIB.

Proposal Kereta Cepat China dan Jepang Ditolak? Ini Kata Menko Perekonomian, Kompas.com, Jumat, 4 September 2015 | 10:17 WIB.

Proposal Kereta Cepat, Jepang Minta Jaminan Pemerintah dan China Tidak, Kompas.com, Jumat, 4 September 2015 | 20:19 WIB

Warita terbarui pada 8 September 2015, masih bersumber Kompas.com:

Proyek Pengganti Kereta Cepat Telan Dana hingga Rp 30 Triliun, Kompas.com, Selasa, 8 September 2015 | 19:55 WIB

Warita terbarui pada 15 September 2015, masih bersumber Kompas.com:

Di Depan WNI di Doha, Jokowi Sebut Tidak Ada Pembatalan Kereta Cepat, Kompas.com, Selasa, 15 September 2015 | 04:07 WIB

Warita terbarui pada 17 September 2015, masih bersumber Kompas.com:

Menteri Rini: China Setuju Kereta Cepat Tanpa Jaminan Pemerintah RI, Kompas.com, Kamis, 17 September 2015 | 08:04 WIB

Warita terbarui pada 1 Oktober 2015, masih bersumber Kompas.com:

China Dipastikan Garap Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kompas.com, Kamis, 1 Oktober 2015 | 08:33 WIB

Warita terbarui pasca-reshuffle kabinet ke-2 (27/7/2016), masih bersumber Kompas.com:

Menteri Rini: Izin Pembangunan Kereta Cepat Keluar Minggu Depan, Kamis, 4 Agustus 2016 | 17:42 WIB

 

ooOoo

.

.

.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s