[Menyambut 51 Tahun (Dimulainya) Kudeta Merangkak, Pemelajaran dari Brasil — Red DK]

.

dk-77-dilma-roussef-04

© REUTERS/Ueslei Marcelino

.

Sumber: Sputniknews.com, 02/09/2016 18:13 – diperbarui 02/09/2016 18:15

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

 

Pada 31 Agustus, Dilma Rousseff disingkirkan dari pemerintahan dan Michael Temer dilantik.

dk-77-dilma-roussef-01© REUTERS / UESLEI MARCELINO — Senat Brasil Definitif menolak Dilma Rousseff sebagai Presiden Brasil [Brazilian Senate Definitively Dismisses Dilma Rousseff as President of Brazil] 

Dalam dengar pendapat Senat yang final, 59 senator memberikan suara bagi pengunduran diri Rousseff (ketika hanya 54 suara yang diperlukan untuk meloloskan pemakzulan).

Akibatnya, pada 31 Agustus [2016], dengan 61 lawan 20 suara, pemakzulan Dilma Rousseff dideklarasi.

[Di tengah] Krisis yang sedang berlangsung dalam kehidupan politik Brasil, skandal-skandal korupsi kalangan atas [high-profile] dan intervensi eksplisit dari luar (terutama dari AS), [pemakzulan tersebut] tak memengaruhi apa-apa untuk membantu perekonomian, tulis kolumnis RIA Novosti Anastasia Melnikova.

Intelijen AS dan Pemakzulan Dilma Rousseff

Di samping keterlibatan oligarki lokal dalam pertarungan melawan “Iron Lady of Brazil,” Michel Temer, yang mengambil alih pemerintahan Rousseff, memainkan peran besar dalam proses pemakzulan tersebut.

dk-77-dilma-roussef-05© FOTO AP/ J. SCOTT APPLEWHITE, ARSIP — Asesmen Intelijen AS Dikorupsi  Sepenuhnya oleh Keinginan untuk Menyenangkan Bos – Mantan Diplomat Kanada [US Intelligence Assessments Fully Corrupted by Wish to Please Boss – Ex-Canadian Diplomat]

Pada saat itu, ketika Temer adalah wakil presiden, ia mendukung Dilma Rousseff [Dilma Roussef]. Lamun, sebelum proses pemakzulan, Temer menyeberang ke partai oposisi yang dipegang oleh Eduardo Cunha, ketua majelis rendah parlemen, yang pernah menjadi tersangka dalam aktivitas korupsi.

Adalah inisiatif parlemen dan pemungutan suara selanjutnya dimulailah proses persidangan pemakzulan. WikiLeaks mengungkapkan bahwa pada Mei 2016 Temer menyajikan Dewan Keamanan Nasional AS dan militer AS dengan informasi politik Brasil, menjadikan Temer “informan kedutaan.” [“the embassy informant”]

Tapi skandal terbesar yang melibatkan pengawasan AS [US surveillance ] dan para pejabat tinggi Brasil meledak pada 2013.

Dokumen yang disajikankan oleh Edward Snowden [Edward Snowden] menunjukkan bahwa badan-badan intelijen AS memantau pesan telepon dan korespondensi daring [dalam jaringan/online] presiden-presiden Brasil dan Meksiko.

Juga, ada bukti bahwa intelijen AS [U.S. intelligence] mengakses baik asisten Rousseff maupun informasi pribadi manajemen perusahaan minyak negara Brasil Petrobras.

Pada waktu itu, Dilma Rousseff membatalkan kunjungan yang sudah lama direncanakan ke Amerika Serikat, setelah itu Barack Obama mengeluarkan pernyataan, mengirimkan permintaan maaf.

Lamun, insiden penyadapan Amerika itu ditutup pada Juli 2015, ketika Dilma Rousseff melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

Masa lalu dan masa depan politik Dilma Rousseff

Selama masa jabatan presiden yang pertama dari Rousseff (2010-2014), kesenjangan sosial di negara itu mencapai terendah dalam 50 tahun terakhir,  menggerakkan popularitasnya ke tingkat yang belum pernah ada presedennya.

dk-77-dilma-roussef-06

© AFP 2016/ VANDERLEI ALMEIDA — Pemakzulan Rousseff Mustahil Membawa Kestabilan Jangka Panjang pada Brasil [Rousseff’s Impeachment Unlikely to Bring Long-Term Stability to Brazil]

Pada 2011, Brasil mampu mengungguli “Rencana Milenium” PBB, yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan sebesar 50 persen pada 2015. Pendapatan dari warga termiskin telah meningkat lebih dari 52 persen.

Namun, selama masa jabatan presiden yang kedua dari Rousseff, semuanya berantakan [came unhinged]. Pada 2015, PDB [Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product] turun 3,8 persen dan diperkirakan turun lagi 3,1 persen pada 2016.

Pengangguran meningkat, mencapai tertinggi yang pernah tercatat, 11 juta orang tanpa pekerjaan, inflasi meningkat dan aktivitas ekonomi turun hampir 4 persen dibanding tahun lalu.

dk-77-dilma-roussef-02

© FOTO AP / UESLEI MARCELINO — Pemakzulan Dilma Rousseff Menunjukkan ‘Washington di Balik Kudeta di Brasil’ [Impeachment of Dilma Rousseff Shows ‘Washington is Behind Coup in Brazil’]

Dilma Rousseff menjelaskan indikator-indikator ini dengan menunjuk ke arah oposisi politik yang kuat di negeri itu, terutama ketika oposisi parlemen memblokir inisiatif-inisiatif pemerintah. [Cetak tebal dari kami — Red DK]

Menurut mantan presiden [Lula da Silva], para anggota parlemen [MP member of parliament] yang membela koalisi oposisi, terutama yang memiliki kepentingan-kepentingan oligarki, para produsen senjata, para peternak [breeders cattle] dan beberapa pemuka agama [religious leaders in mind]. [Cetak tebal dari kami — Red DK]

Dilma Rousseff menyangkal keterlibatannya dalam kejahatan pajak, dan penggunaan ilegal dari anggaran negara, menyalahkan para tokoh oposisi dalam skema korupsi ini dan menuduh mereka melakukan kudeta.

“Seluruh hidup saya adalah perjuangan,” ujar Dilma Rousseff. “Saya adalah seorang pejuang bawah tanah Marxis, saya dimasukkan ke dalam penjara, dan saya tahu pasti apa yang ada di dalam proses transformasi negeriku.”

Pada 1970, Dilma ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara, di mana ia dipukuli dan disiksa dengan listrik. Pada 2009, Rousseff sembuh dari kanker kelenjar getah bening, dan pada 2010, Rousseff menjadi presiden wanita pertama Brasil.

[Lamun] Dilma Rousseff masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan politik. Sebagai hasil dari [memiliki setidaknya] satu suara di Senat, mantan presiden [Brasil] tidak akan sepenuhnya kehilangan kesempatan untuk memegang jabatan publik.

ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

.

Menyambut 51 Tahun (Dimulainya) Kudeta Merangkak, Pemelajaran dari Brasil

.

Ketika pada 31 Agustus lalu Presiden Brasil dimakzulkan dan Sputniknews.com menyebutkan Washington berada di balik kudeta atas Dilma Rousseff yang menyebut dirinya “seorang pejuang bawah tanah Marxis” … mafhumlah kita di Jakarta, setidaknya sebuah “petunjuk”, sebuah pembelajaran bagi kami.

Bahwasanya, di abad XXI ini (pengusung) doktrin Marxian masih menjadi oponen tangguh yang kudu disingirkan demi memuluskan perluasan Empire of  Chaos (Pepe Escobar) sebagai wujud dari kiprahnya sebuah negeri bodong (hollow country), sebuah Kekaisaran Finansial (Jend Qiao Liang).

Terlebih ketika Brasil notabene salah satu anggota BRIC menunjukkan pencapaian peningkatan ekononomi sangat signifikan dalam term pertama kepresidenan Rousseff.

Sehingga ketika lima dasawarsa yang lalu semasa periode Kudeta Merangkak (30 September 1965-12 Maret 1967) seorang Soekarno, Presiden Republik Indonesia, masih lantang bersuara menantang sang imperialis dalam sebuah cuplikan pidatonya di antara sedikitnya 103 kali beliau berorasi:

Nah ini, ide self reliance no mendicancy, belakangan Saudara-saudara, bertumbuh, bertumbuh, bertumbuh, bertumbuh, menjadi apa yang kita sekarang kenal dengan perkataan Trisakti; berdaulat penuh di lapangan politik, berdikari di lapangan ekonomi, berkepribadian di lapangan kebudayaan.

Hanya bangsa yang ber-Trisakti, hanya bangsa yang berdaulat penuh di lapangan politik, dan juga berdikari di lapangan politik, dan juga berdikari di lapangan ekonomi, dan juga berkepribadian sendiri di lapangan kebudayaan, bangsa yang demikian adalah bangsa yang benar-benar merdeka. [305-306 — Red DK]

[…]

Nah, lantas kita berkata, kita melepas daripada imperialisme. Bagaimana kita bisa lepas daripada imperialisme kalau kita hanya melepaskan diri kita hanya dari lapangan politik saja daripada imperialisme. Dan kita tidak melepaskan diri kita daripada imperialisme di lapangan ekonomi. Bahkan juga tidak melepaskan diri kita daripada imperialisme di lapangan kebudayaan? Coba ingat Saudara-saudara, kebudayaan kita beberapa waktu yang lalu boleh dikatakan copy, copy, copy daripada imperialisme, daripada negeri Belanda. [311-312 — Red DK]

[…]

Sudara-saudara, maka saya ulangi lagi, jikalau kita benar-benar menjadi satu bangsa yang hendak mereka, benar-benar merdeka, jalankanlah Trisakti itu dengan segenap konsekuensi.

.

(Amanat PJM Presiden Soekarno pada Peresmian Pembukaan Pabrik Pemintalan di Senayan, 29 Desember 1965 di dalam “Revolusi Belum Selesai” Kumpulan Pidato Soekarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaskara, Penyunting Budi Setiyono dan Bonnie Triyana, PT Serambi Ilmu Semesta, 2014: 305-306, 311-313)

.

Lalu ketika hari-hari ini Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo (akrab sebagai Jokowi), yang dengan sengaja memilih visi pemerintahannya adalah jalan ideologis Trisakti, salah satu konsep Soekarno tersebut.

Yang membuat Presiden Rusia Vladimir Putin berkomentar pada Presiden Jokowi: “Saya tahu bahwa Anda, hingga batas tertentu, menganggap diri Anda sebagai penerus kebijakannya [Soekarno]”.

Maka, kami sangat yakin. Pak Jokowi — yang bagi kami adalah “Soekarno” abad XXI” — bukan saja sudah belajar banyak dari Kudeta Merangkak tersebut.

Tetapi juga sudah mencermati dengan saksama apa yang baru saja terjadi dengan Ibu Dilma Rousseff di Brasil pada 31 Agustus 2016 lalu.

Bu Rousseff yang dimakzulkan oleh “informan kedutaan” yang tak beda dengan kolonel militer “darling-nya kedutaan” yang menggulingkan Soekarno melalui “Kudeta Merangkak”.

Penggulingan yang “ditiru” oleh Jenderal Agusto Pinochet dukungan Washington yang membunuh Salvador Allende, presiden Marxis pertama Chile di istana La Moneda,  lewat gerakan militer bersandi “Operasi Jakarta” pada 1973. (Arief Budiman, 1987).

Ya, kami sangat yakin pada Pak Jokowi … dalam menghadapi puspa ragam isu-isu miring — dari pihak oposan.

Termasuk terhadap “sekutu terdekatnya” Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama yang bersiap diri maju pada Pilkada DKI 2017 — merebaknya  isu-isu sara yang dikaitkan dengan “intervensi” Republik Rakyat Tiongkok. Sungguh absurd! Tapi ternyata repetitif isu serupa jelang Kudeta Merangkak 51 tahun yang lalu.

Ya, kami sangat yakin …