dk-80d-ahok-for-noble-price

.

Ahok for Noble

.

Sumber: ahokfornoble.com

.

Catatan Redaksi Dasar Kita:

.

Pertama, silakan klik Sumber di atas kemudian ikuti petunjuknya.

Kedua, kami sendiri, Redaksi Dasar Kita, sudah ikuti petunjuk dimaksud di atas, dan sudah dinyatakan/dikonfirmasi mendukung  “Ahok for Noble”.

Ketiga, alasan kami mendukung ikhtiar ini, terus terang pertama-tama — yang sepintas kelihatan kontradiktif — bukan tujuannya tapi prosesnya (Ahok meraih Nobel Perdamaian).

Artinya, kami sadar dari pengetahuan kami, bahwa di satu pihak Ahok “belum pada posisi cukup mendunia” untuk meraih penghargaan bergengsi internasional itu. Apalagi dunia internasional — khususnya negeri-negeri berkembang yang menilai dan memposisikan Washington dengan kritis — sudah lama menyaksikan kiprah Vladimir Putin, Presiden Rusia, yang berkontribusi nyata terhadap perdamaian dunia.

Terlebih tercapainya genjatan senjata perang yang sudah memasuki tahun ke-6  di Suriah — pascadirebutnya kembali kota Aleppo. Di mana campur tangan Putin sangat menentukan.

Tetapi di lain pihak, kami juga melihat para anggota Akademi Swedia Hadiah Nobel sendiri yang dikritik Bob Dylan dalam sambutan tertulisnya, Bob Dylan – Banquet Speech, dibacakan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Swedia Azita Raji (10/12/2016), ketika dia menolak hadir untuk penganugerahan hadiah Nobel Kesusastraan bagi dirinya. Dylan merasa karya-karyanya bukanlah kesusastraan. “Are my songs literature?”

Mungkin yang terakhir ini, harapan kami, seorang Basuki Tjahaja Purnama memiliki peluang “tak terduga” seperti Bob Dylan — tentu, tanpa perlu ikut-ikutan menolak .

Lamun poinnya, keikutsertaan kami mendukung “Ahok for Noble”, seperti disinggung di atas, lebih pada prosesnya. Proses menggalang dukungan untuk “Ahok for Noble”. Makin besar dukungan itu, makin menunjukkan bahwa hanya segelintir orang (dari “pasukan nasi bungkus”, ‘desersi’-perwira tinggi TNI AD,  hingga mantan rektor universitas/menteri)  ternyata hanyalah kaum reaksioner semata, maaf.

Tanpa sadar kaum reaksioner ini, sedang menggagahi alam. Sedang bergabung dengan gereja berabad silam untuk menghabisi Copernicus pengungkap kebenaran alam: bumi mengorbit matahari bukan sebaliknya.

.

Jadi, silakan ikuti jejak kami: “Ahok for Nobel”…

.

ooOoo

Iklan