.

Kemungkinan Penerus Castro Kuba Menolak Permintaan AS untuk Perubahan

.

Sumber: Reuters/Marc Frank, October 8, 2017 / 10:13 PM 

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

Havana (Reuters) – Orang yang diramalkan menggantikan Presiden Kuba Raul Castro awal tahun depan menolak permintaan AS agar negara yang berhaluan komunis itu mengubah sistem politik dan ekonominya.

.

DK-100a-castro-okt-2017
Sebuah gambar dari mendiang Presiden Kuba Fidel Castro tergantung di dinding Hotel Nacional di Havana, Kuba, 6 Oktober 2017. REUTERS/Alexandre Meneghini

.

Dalam sebuah pidato hari Minggu [Sunday speech — Red DK], Wakil Presiden Pertama [Kuba] Miguel Diaz-Canel mengatakan, AS memberikan tekanan pada pemerintah Venezuela dan apa yang dia istilahkan upaya untuk menghancurkan industri pariwisata Kuba, dan [dari] peristiwa-peristiwa lainnya di kawasan ini membuktikan “imperialisme tidak pernah dapat dipercaya, bahkan secuil apapun, tidak pernah”. [imperialism can never be trusted, not even a tiny bit, never].

Diaz-Canel mengutip Eernesto Che Guevara dalam sebuah upacara memeringati 50 tahun meninggalnya [seorang] revolusioner yang membantu membawa pada sebuah model pemberontakan rakyat Bolivia yang melahirkan Kuba.

“Kuba tidak akan membuat konsesi atas kedaulatan dan kemerdekaannya, ataupun memilih menegosiasi prinsip-prinsipnya atau menerima syarat-syarat yang merugikan,” ujar Diaz-Canel yang tampaknya merupakan reaksi terhadap pernyataan baru-baru ini dari Presiden AS Donald Trump di PBB bahwa sanksi tidak akan dicabut sampai Kepulauan Karibia itu merestorasi demokrasi dan kapitalisme.

“Perubahan yang dibutuhkan di Kuba akan dilakukan semata-mata oleh rakyat Kuba,” tutur Diaz-Canel.

.

DK-100-castro-okt-2017-02
Foto arsip: Wakil Presiden Pertama Kuba Miguel Diaz-Canel (tengah) meninggalkan Majelis Nasional seusai upacara inaugurasi Presiden Ekuador Lenin Moreno (tak tampak) di Quito, Ekuador, 24 Mei 2017. Reuters / Mariana Bazo

.

Castro, 86, telah mengumumkan dia akan mengundurkan diri sebagai presiden pada  Februari [2018]. Para pakar memerkirakan Diaz-Canel, 57, akan menjadi kepala negara pertama sejak awal 1960-an tanpa Castro sebagai marga.

Tidak ada pemilu langsung di Kuba untuk pemerintahan nasional.

Trump pada Juni [yang lalu] mengatakan bahwa dia akan sekali lebih memerketat sanksi atas Kuba dan mencari suatu penyelesaian [deal] yang lebih baik dari negeri tersebut ketimbang detente gradual yang dicapai oleh pendahulunya Barack Obama.

Pemerintahan Trump secara drastis telah mengurangi stafnya di kedubes di Kuba dan memerintahkan pengurangan resiprokal terhadap para diplomat Kuba di Washington akibat serangkaian dugaan “serangan kesehatan” [health attacks] atas  para personel AS di Havana.

Amerika Serikat tidak menyalahkan Kuba atas insiden yang tak terpecahkan itu tetapi tetap meminta pertanggungan-jawab mereka [Kuba] yang tidak melindungi para personelnya [AS]. Pemerintah [AS] juga telah menerbitkan travel warning yang menyatakan para warga AS dapat menjadi target.

”Beberapa pemerintahan yang tak [perlu] disebut namanya mempropagandakan bualan tak biasa tanpa bukti dengan tujuan jahat mendeskreditkan reputasi tak bercela dari negeri kita yang merupakan sebuah destinasi aman bagi para pengunjung asing termasuk dari Amerika Serikat,”  ucap Diaz-Canel.

.

Laporan oleh Marc Frank; Suntingan oleh Lisa von Ahn

Standar kami: The Thomson Reuters Trust Principles.

.