Trotsky, Sang Parewa* Wall Street

.

103a-Trotsky-Guililma-VT-01

.

Oleh Galima Galiullina, Ph D untuk

Veterans Today, 31 Oktober 2017, “Trotsky, the Wall Street Thug”

.

Dalam rangka 100 Tahun Revolusi Besar Oktober

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

*Parewa: penjahat, perusuh

.

Bagian I. Trotsky dan Rusia

[I.1. — Red DK] Kaum Muda Rusia sebagai Obyek dari Nafsu

Rusia bukan sebuah negara, ia adalah sebuah dunia (Russia is not a state, it is a world), tulis seorang pewarta terkenal tentang tanah tumpah darah Tsar yang mencerminkan keragaman bangsanya, berbagai zona iklim, keragaman besar sumber daya alam dan ketidaksamaan aspirasi yang luar biasa dari individu-individu manusia (human individuals), dimana kekaisaran tersusun.

.

DK-103

.

Frasa pengantar ini untuk artikel “Young Russia: The Land of Unlimited Possibilities” diawali sebuah tinjauan analitis tentang Rusia pada awal abad ke-20 oleh Gilbert Grosvenor dalam terbitan Majalah National Geographic edisi November 1914.

Suami saya entah bagaimana secara ajaib memeroleh majalah ini dalam sebuah lelang eBay dan memberikannya kepada saya pada 2014, [sama-sama] tahun keseratus dari isu yang sepenuhnya didedikasikan untuk Rusia. Banyak foto-foto berwarna dan hitam dan putih menghiasi halaman-halaman spesifik [waxed pages] di majalah tersebut dan mengungkapkan keragaman kehidupan Rusia yang menakjubkan pada awal abad yang lalu.

Dan selama tiga tahun saya mengagumi majalah ini sampai hari-hari terakhir ini ketika saya membuat sebuah penemuan yang mengejutkan, mengapa dan untuk siapa ekspos tentang Rusia ini diterbitkan? Sesungguhnya, terbitan National Geographic ini adalah sebuah  produk pemasaran strategis para bankir Wall Street dan korporasi-korporasi Amerika terbesar.

Membaca “Young Russia” sebelum tindakan tegas mereka untuk menaklukkan pertiwi dengan oportunitas-oportunitas  tak terbatas melalui revolusi yang akan datang [1917], sulit untuk dapat melihat sesuatu di situ selain naskah yang dibuat dengan serius. Rusia sebagai pertiwi dengan oportunitas-opurtunitas tak terbatas adalah untuk mereka, dan bukan untuk rakyat yang mendiami Rusia.

Pada bagian terakhir [tulisan] kita menemukan pandangan tradisional tentang rakyat Rusia dan negerinya yang secara keseluruhan bagi dunia semata-mata “nasion yang luar biasa” [“exceptional nation”]: “Bagaimana nasion ini dalam beberapa hal yang bahkan lebih muda ketimbang Amerika Serikat, di mana nenek moyang kita yang dibawa dari institusi-institusi Inggris dan Belanda yang ditempa selama berabad-abad dengan pengujian yang keras, dan darah dan otak dilatih untuk pemerintahan sendiri melalui banyak, banyak generasi.”

Dan semuanya berakhir dengan harapan bahwa massa orang-orang Rusia yang buta huruf dan bodoh akan ditransformasikan oleh usaha mereka yang membawa pengalaman Amerika untuk membangun perkeretaapian, telepon, bioskop, agronomi dan peternakan serta, tentu saja, demokrasi.

Dalam artikel tersebut tidak ada sama sekali tentang universitas-universitas Rusia, para ilmuwan dan penulis-penulisnya, sejarah heroik dan para pemimpin hebat.

Sesungguhnya, Rusia pra-revolusioner tampil sebagai objek geopolitik dan geoekonomi yang ideal bagi rencana strategis Wall Street untuk merebut pertiwi yang belum terjangkau, sumber-sumber daya alamnya dan seluruh Kawasan Inti [Heartland].

Melalui kekacauan dan perubahan revolusioner, penyingkirkan Tsar yang lemah dan picik, mengakali massa dengan slogan-slogan tentang tanah kepada para petani dan pabrik-pabrik untuk para pekerja, dongeng tentang kehidupan indah di bawah kekuasaan Bolshevik, rencana para pemodal dan kapitalis Barat untuk menghapus saingan yang lemah, mengubah Rusia menjadi pelengkap bahan baku [a raw material appendage], dan massa naifnya itu — menjadi budak kulit putih.

Siapa yang menjadi duta revolusi di Rusia untuk menerapkan rencana strategis para bankir Wall Street? Tentu saja, Trotsky (Leiba Bronstein).

Dia sesungguhnya lahir untuk tujuan ini: karismatik, pemikir strategis, pembicara brilian, seorang pejalan tak kenal lelah dan organisator berbakat.

Setelah melarikan diri dari penjara pada 1907, meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masih ditahan, Trotsky melakukan perjalanan melalui Turki dan negara-negara lain yang akhirnya mendarat di Prancis. Dikeluarkan dari Prancis pada 1916, Trotsky berpergian ke New York untuk menetap singkat selama tiga bulan [tapi] yang sangat bermanfaat bagi Trotsky dalam rencananya untuk mencemplungkan Rusia ke dalam kekacauan revolusi.

Anthony Sutton dalam bukunya [“Wall Street And The Bolshevik Revolution”] yang seminal [sangat orisinal, berpengaruh dan penting – The Free Dictionary by Farlex] mencatat ketidakkonsistenan pendapatan [revenues] yang diumumkan oleh Trotsky dari kegiatan revolusionernya.

Entah bagaimana Trotsky pergi ke Amerika bersama keluarganya, menyewa sebuah apartemen kelas atas yang dibayar tiga bulan di muka, menggunakan mobil dengan sopir, semuanya [dari penghasilan hanya] sebesar $ 12 per minggu. Kendati, ia berhasil mendapatkan [kembali miliknya] emas senilai $ 10.000 saat berangkat [balik ke Rusia] bersama kapal Rusia [SS Kristianiafjord sehabis dok di Pelabuhan Halifax, Kanada] pada April 1917, dan sempat ditahan [sebulan sebelumnya, bersama emasnya itu] sebagai penjahat perang oleh otoritas Kanada.

Anehnya, Trotsky juga menerima paspor Amerika dan visa ke Rusia atas perintah tongkat ajaib, [behest of a magic wand ] dengan dukungan pribadi Presiden Woodrow Wilson. Anda bisa mencoba sekarang untuk mendapatkan dengan cepat kewarganegaraan di AS, jika Anda bukan Trotsky, tidak mungkin berhasil.

Ceritanya tentang kamp konsentrasi di Halifax adalah dongeng yang indah! Faktanya, Trotsky diselamatkan dari penjagaan Kanada di Halifax oleh Kedutaan Besar Inggris di Washington, yang bertindak atas permintaan dari Departemen Luar Negeri AS, yang juga mendapat tekanan dari kekuatan yang lebih kuat lagi, yaitu bankir Wall Street.

Penelitian Sutton menemukan dokumen oleh petugas intelijen Kanada John McLean yang menulis bahwa Trotsky memiliki dan mendapat dukungan dari kekuatan rahasia yang kuat, yang kekuatannya begitu besar sehingga perintah yang kami terima menunjukkan bahwa kami harus memberikan segala sesuatu yang dia [Trotsky] minta tanpa syarat.

Pada Mei 1917, Trotsky, dengan 10 ribu dolar di sakunya, tiba di Petrograd dan membuka aktivitas prahara untuk meraih kekuasaan [unfolds stormy activity to win power ].

Selama 10 setengah tahun (sebelum pengasingan pada Januari 1928 sampai Alma-Ata dan pengusiran dari negara tersebut pada Januari 1929), Trotsky membuktikan dirinya sebagai seorang perusak yang jenius [a genius destroyer] dan teroris yang sadis [a merciless terrorist].

Teror baginya adalah alat yang andal untuk membenamkan populasi negeri dengan kejut dan pukau [immersing the population of the country in shock and awe]. Kisah yang paling mengungkapkan adalah penindasan pemberontakan Kronstadt pada Maret 1921. Pada saat itu, orang menjadi kecewa dengan tim Trotsky dan metode-metode bandit mereka.

Para pelaut, yang sebelumnya membawa Trotsky dan gengnya berkuasa, memberontak, seperti yang dijanjikan sejak awal, melawan sistem satu partai, mereka menuntut penyerahan kekuasan kepada Soviet [majelis/dewan].

Trotsky secara pribadi mengorganisasi penghancuran pemberontak itu, dan metodenya sangat mirip dengan operasi modern dengan gaya “Shock and Awe” [“Kejut dan Pukau”].

Pertama, sebuah pesawat terbang melayang di atas kubu-kubu [pemberontak], menyebarkan selebaran, dengan pesan singkat Trotsky: “Menyerahlah! Jika tidak, Anda akan ditembak seperti ayam hutan. Trotsky.” Berikutnya artileri dilengkapi tentara. Kubu-kubu itu dibom.

Lebih dari tiga ribu prajurit dan pelaut tewas dalam serbuan ke kubu-kubu [pemberontak] tersebut. Mereka yang menyerah, ke pengadilan atau ditembak tanpa diadili. Kasus para tahanan yang diperhati sebagai “troikas revolusioner” [“revolutionary troikas”] adalah yang dihadiahi fungsi peradilan. Dari 10.001 orang yang ditahan itu, 2.103 dihukum mati (tidak termasuk mereka yang ditembak tanpa diadili), 6447 dihukum dengan berbagai hukuman penjara yang berbeda, sisanya demobilisasi.

[I.2] Kejahatan Trotsky Terhadap Rakyat Soviet

.

[I.2.1] Keji dan Sadis

Mengikuti Instruksi dari atasannya di Amerika, Inggris dan Jerman, Trotsky memusatkan kekuasaan tak terbatas di tangannya: dia adalah Komisaris Luar Negeri Rakyat [People’s Commissar for Foreign Affairs] (tanpa pendidikan tinggi, sebuah komisaris untuk urusan militer dan angkatan laut (perhatikan bahwa kepala angkatan bersenjata Rusia adalah orang yang tidak pernah berdinas di ketentaraan), Komisaris Komunikasi Rakyat [People’s Commissar of Communications]

Dan bahkan istrinya, Natalia Sedova, dilibatkan dalam pemerintah Rusia, sebagai kepala Museum Umum [head of General Museum]. Kegairahannya yang luar biasa [his incredible passion] atas keadaan kekacauan revolusioner [conditions of revolutionary chaos] betul-betul terpenuhi.

Dan kekejaman keji yang luar biasa [incredible, diabolical cruelty] membantunya untuk memertahankan kekuasaan ini. Kata-kata favoritnya adalah bengis [ruthlessness], dan [memang] seorang yang sadis [merciless]. Dia menyambut dimulainya perang saudara berdarah-darah yang menghancurkan Rusia dengan kata-kata: “Hidup perang sipil!”

Dia menciptakan istilah “musuh rakyat”, yang kemudian berubah menjadi instrumen teror sadis terhadap semua orang yang berdiri [menghadang] di jalan rencananya atau mewakili sebuah ancaman terbuka [baginya].

Banyak rincian aktivitas prahara [stormy activity] Trotsky pada 1920-an masih tetap dalam kegelapan [shadow]. Beberapa dokumen kearsipan hancur, sebagian besar dokumen-dokumen tersebut diambil oleh Trotsky sendiri. Namun sejarawan masih berhasil menemukan beberapa nuansa [perbedaan-perbedaan tipis] menarik yang terkait, misalnya, dalam percobaan pembunuhan Lenin. Dokumen tersebut menunjukkan, dalam mengantisipasi kemungkinan kematian Lenin yang terluka, Leyba Trotsky dan Yakov Sverdlov telah berbagi di antara mereka berdua posisi tertinggi dalam kepemimpinan negeri tersebut.

Abolisi [simak KBBI-daring] tersangka yang berupaya menghabisi hidup Lenin, Fanny Kaplan, tanpa pengadilan dan penyelidikan (bahkan dua interogasi singkat dihadiri Sverdlov) juga memberi masukan untuk dipertimbangkan, kepada siapa keuntungan itu dari menyingkirkan Lenin. Dan Trotsky menghilang sesaat sebelum kematian Lenin, dan hanya sebuah telegram bela sungkawa gantinya berpartisipasi dalam  pemakaman, dan upaya untuk menuduh Stalin meracuni sang pemimpin [Lenin] – seluruhnya masih misterius.

Kisah eksekusi Alexei Shchastny, Panglima Tertinggi Armada Baltik [Commander-in-Chief of the Baltic Fleet] adalah sebuah indikasi. Mengikuti instruksi dari tuan-tuannya orang Inggris, Trotsky memerintahkan penghancuran armada Baltik.

Shchastny berhasil membawa 260 kapal ke Kronstadt, namun Trotsky memerintahkan kapal-kapal tersebut untuk dihancurkan oleh tangan para pelaut, kepada siapa uang dijanjikan untuk ini. Lantaran  menolak mematuhi perintah, Shchastny dihukum tembak setelah pidato Trotsky yang berapi-api di sebuah pertemuan Tribunal. Pukul 5 pagi, Trotsky datang ke ruang bawah tanah gedung Dewan Revolusi Militer [Revolutionary Military Council] secara pribadi untuk memastikan kematian Shchastny. Dia menolak mengekstradisi ke janda [Shchastny] jenazah suaminya.

Revolusi 1917 dan Perang Saudara menghancurkan Rusia, dan menyingkirkannya dari arena persaingan ekonomi, sains, budaya, dan militer dunia. Orang-orang Rusia, di majalah National Geographic 1914 yang mengesankan, yang tampil dalam gambar yang memiliki kehidupan tenang dan menyenangkan, kehilangan banyak orang yang mereka cintai dalam perang saudara, banyak yang meninggal karena kelaparan dan epidemi.

Rakyat saya, [suku] Bashkir menderita bukan hanya dari perang, tapi terutama karena kelaparan yang dilakukan oleh geng Trotsky. A Solzhenitsyn menulis: Pada 1917-1926, lebih dari satu juta Bashkir, atau 58,7% dari populasi asli pra-revolusioner, tewas akibat perang, penindasan dan kelaparan. Tragedi orang Bashkir dalam revolusi Bolshevik adalah salah satu genosida terbesar dan paling tidak dikenal dalam sejarah dunia.

Potensi intelektual Rusia dirusak oleh usaha Trotsky dan Lenin [?], banyak ilmuwan, penyair, seniman, insinyur meninggal karena kelaparan dan konsekuensi perang dan revolusi yang kejam. Dua ratus dua puluh lima intelektual, filsuf, ekonom, pengacara, psikolog dikirim dengan kapal ke luar negeri untuk diasingkan. Di antaranya Nikolai Berdyaev, Semyon Frank, Ivan Ilyin, Leo Shestov, Nikolai Lossky, sosiolog Pitirim Sorokin, Lev Karsavin, penulis Mikhail Osorgin dan banyak lainnya yang kemudian mendapatkan pengakuan internasional di pengasingan.

Trotsky tidak membutuhkan pesaing dalam menciptakan ideologi baru, dan juga mereka yang akan mengkritik apa yang sedang terjadi di Rusia.

[I.2.2] Pemusnahan Industri dan Basis Sumber Dayanya

Pada 1920, volume produksi mengalami penurunan 7 kali lipat dibandingkan dengan tahun 1913! Perekonomian terbengkalai. Tidak ada uang, tidak ada personel untuk pemulihan produksi. Namun, hal ini tidak mencegah Trotsky memesan 2.000 lokomotif dari Swedia dan membayar di muka 200 juta rubel emas.

Atas perintahnya, konsesi didirikan dengan perusahaan Amerika, Inggris, Norwegia, Swedia yang bermaksud menjarah sumber daya alam Rusia. Zamrud Ural, bulu Siberia, platinum dan sumber daya berharga lainnya melewati pelabuhan Tallinn tanpa ada pemeriksaan pabean. Terutama mangsa yang berharga adalah karya seni unik dari museum dan harta karun Rusia dari Wangsa Romanov [Romanov’s House]. Bahkan saat ini Ratu Inggris difoto memakai mahkota permata milik saudara perempuan ipar Tsar.

Berkat Trotsky, revolusi Rusia menjadi pencurian paling besar dalam sejarah [most grandiose theft in history]. Gereja-gereja Rusia benar-benar dijarah. Istri Trotsky, Natalia Sedova, mengawasi sebuah komisi untuk penyitaan properti gereja. Ikon-ikon [icons] langka, benda-benda ritual dari emas yang dibeli entah untuk apa [for nothing] dan hilang di Barat selamanya. Di AS, di museum-museum dan koleksi-koleksi pribadi, Anda dapat menemukan hampir 80 persen dari barang-barang berharga ini. Seperempat cadangan emas Rusia dibawa ke Amerika Serikat.

[I.2.3] Membuka Rusia untuk Penjarahan

Sejak awal Trotsky mendapat manfaat [benefit] pendanaan Wall Street. Di bawah kedok Misi Bantuan Palang Merah, sebuah delegasi para bankir dikirim pada Juli 1917.

Misi tersebut dipimpin oleh William Boyce Thompson, the first Chairman of the Federal Reserve Bank of New York. Thompson mendanai misinya sendiri, mendonasikan 1 juta dolar kepada Bolshevik, dan mengatur kontribusi 2 juta [dolar] kepada Trosky untuk mendirikan sebuah penerbit. Misi Palang Merah juga membawa lima dokter di antara 26 bankir, pengacara, dan pengusaha. Para tenaga medis tersebut kembali setelah satu bulan merasa jijik dengan fokus yang besar pada urusan politik dan bisnis.

Pada musim gugur 1922, Soviet menciptakan bank internasional pertama mereka. Anthony Sutton mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan kemenangan para bankir atas para politisi. Bank tersebut didasarkan pada sebuah sindikat di mana para mantan bankir swasta Tsar Rusia dan para investor baru dari kalangan bankir Jerman, Swedia, Amerika dan Inggris berpartisipasi.

Konsorsium bank asing yang berpartisipasi dalam Roskombank tersebut mewakili sebagian besar kapital Inggris. Ini termasuk perusahaan Russo-American Consolidated Limited, yang merupakan salah satu kreditor swasta terbesar Rusia, dan dimana pemerintah Soviet menyumbang £ 3 juta sebagai kompensasi atas kerusakan properti Inggris di Uni Soviet sebagai akibat nasionalisasi. Pemerintah Inggris sendiri telah membeli banyak saham [substantial stakes] di bank-bank swasta Rusia dan menurut sebuah laporan Departemen Luar Negeri [AS], pemerintah Inggris melakukan investasi besar di konsorsium tersebut.

Para bankir yang memutuskan nasib Rusia. Konsesi [dari pemerintah Soviet] tersebut ditetapkan [concluded] untuk jangka waktu 60 tahun dan syarat untuk pihak Rusia sangat mengerikan: 93% pendapatan perusahaan-perusahaan [Rusia] beralih ke perusahaan-perusahaan dalam konsesi, 7% untuk Rusia.

[I.2.4] Teror Merah

Teror Merah [The Red Terror] adalah sebuah kisah berdarah pembunuhan keji jutaan warga sipil nyaris di seluruh wilayah Rusia.

Petani yang tidak bersenjata, dengan wajahnya cerah dan tidak terusik tercetak dalam foto-foto Majalah National Geographic, kaum cendekiawan, para pekerja yang menyoal kekuasaan Soviet, para pelaut Kronstadt dan petani-petani di Tambov – berjuta-juta, terkena pedang pembersihan dari Chekist [Cheka disebut Chekist: organisasi polisi rahasia pertama awal Uni Soviet; berlambang pedang dan perisai- wikipedia].

Pada tahun-tahun kekuasaan Trotsky yang tak terbatas, mafia Trotskyit memutar mundur peradaban [turned civilization  back], menjadikan Soviet Rusia sebagai “pelengkap bahan baku” dari Barat [a “raw material appendage” of the West], dan orang-orang Rusia menjadi “orang-orang negro berkulit putih” [“white negroes”].

Trotsky sendiri jauh sebelum Hitler, menyatakan kita harus mengubah Rusia menjadi sebuah gurun dihuni orang-orang negro kulit putih, yang akan kita berikan pada tirani yang seperti tidak [pernah] diimpikan oleh penganiyaya-penganiyaya paling mengerikan dari Timur!

Pada 1927 Stalin memiliki cukup banyak revolusi merek Trotsky dan mulai menyiangi para murid[nya] yang melakukan pemusnahan massal penduduk asli Rusia.

Poin sentral tuduhan Stalin adalah bahwa kaum Trotskyit merupakan para agen bayaran dari kapitalisme internasional.

Kesimpulan dari sebuah pengadilan yang mengadili salah seorang pejabat Trotsky berisi sebuah pernyataan: Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang akan membawa begitu banyak kesedihan dan kemalangan kepada rakyat seperti Trotsky.

Dia adalah agen paling bengis dari fasisme. Oleh karena itu, semua yang dilakukan terhadap Trotsky dan kaum Trotskyit di bawah kepemimpinan Stalin, perlu untuk memerhati posisi kedua pemimpin dalam kaitannya dengan Rusia pada konteks bentrokan tersebut.

Adalah menarik, di mata orang-orang Amerika, bahwa seorang diplomat Amerika terkemuka menjadi advokat tak terduga bagi Stalin.

Beberapa hari setelah serangan Jerman terhadap Uni Soviet, Duta Besar AS untuk Uni Soviet pada 1936-1938, Joseph Davis, menjawab pertanyaan “apa pendapat Anda tentang anggota “lima pilar [fifth column] di Rusia?”, Davis menjawab — “Mereka tidak memilikinya, mereka menembaknya.”

Dan dia melanjutkan,” Tiba-tiba, saya menghadapi sebuah potret yang seharusnya saya lihat dengan jelas saat berada di Rusia. Sebuah bagian signifikan dari keseluruhan dunia yang kemudian percaya bahwa proses pengkhianat dan pembersihan tahun 1935-1939 yang terkenal itu adalah contoh barbarisme, kacang lupa akan kulitnya [ingratitude] dan manifestasi histeria. Namun, sekarang menjadi jelas bahwa mereka bersaksi tentang pandangan masa depan yang menakjubkan dari Stalin dan sejawat dekatnya … ”

 [I.2.5] Drama Historis: “Stalin melawan Trotsky”

Rusia modern dan dunia secara keseluruhan perlu memahami prinsip drama historis “Stalin vs Trotsky.” Kedua pemimpin ini memiliki sasaran strategis berlawanan yang diametral.

Trotsky memiliki tujuan untuk mengubah Rusia “menjadi gurun yang dihuni oleh orang-orang negro berkulit putih” dan memberikan kekayaan alam dan ruang tak terbatas untuk kepemilikan penuh [full ownership] para bankir Wall Street dan korporat-korporat Barat.

Stalin menata sebuah tujuan, bersama dengan rakyat Soviet, untuk membangun sebuah negara yang kuat di mana hubungan persaudaraan, kesetaraan dan keadilan akan menjadi basis masyarakat.

[Stalin] Menyadari bahwa imperialisme dunia pada awalnya akan melihat ancaman bagi masa depannya [imperialis] sendiri di negara Soviet, sejak 1929 Stalin memulai sebuah program industrialisasi di mana penciptaan kekuatan pertahanan menjadi tugas utama.

Kedua figure sejarah ini memiliki tugas yang berbeda secara fundamental: penciptaan Stalin [Stalin’s creation], dan penghancuran Trotsky [Trotsky’s destruction].

Setelah banyak mengungkapkan fakta tentang aktivitas badai Trotsky sebagai agen Barat di Soviet Rusia, peran Stalin dalam perang melawan kaum Trotsky terlihat dalam sebuah cahaya baru.

Pemimpin proletariat perlu menyelamatkan negara dari musuh internal, dengan mengambil-alih stik [diregen] Trotsky dalam perjuangan untuk Rusia.

Menarik dalam konteks ini adalah catatan dari AM Kollontai, duta besar Uni Soviet untuk Swedia. Pertemuannya dengan Stalin di Kremlin berlangsung sesaat sebelum pecahnya perang di musim gugur 1939. Kollontai menuliskan kata-kata Stalin tentang masa depan negara tersebut. Jelang akhir percakapan mereka, dia menulis:

Banyak urusan Partai dan rakyat kita akan terdistorsi dan terpukul terutama di luar negeri, dan juga di negeri kita. Zionisme, yang menginginkan dominasi dunia, akan dengan sungguh-sungguh membalas dendam atas keberhasilan dan pencapaian kita.

Dia (Trotsky) masih memandang Rusia sebagai negara biadab, sebagai pelengkap bahan baku.

Dan nama saya juga akan diremehkan, difitnah, saya akan dikaitkan dengan banyak kekejaman.

Zionisme Dunia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghancurkan Uni kita, sehingga Rusia tidak akan pernah bisa bangkit lagi.

Kekuatan Uni Soviet terletak pada persahabatan rakyatnya [friendship of the peoples]. Fokus perjuangan akan diarahkan, pertama-tama, untuk memecahkan persahabatan ini, dengan melepaskan wilayah-wilayah  perbatasan [the detachment of the border regions] dari Rusia. Di sini, saya harus mengakui, kita belum melakukan semuanya. Masih ada ladang pekerjaan yang luas.

Dengan kekuatan khusus, nasionalisme akan mendongakkan kepalanya. Ia akan, dalam sesaat, menghancurkan internasionalisme dan patriotisme, hanya untuk sementara waktu.

Akan ada kelompok-kelompok nasional di dalam nasion-nasion dan konflik-konflik. Akan ada banyak para pemimpin kerdil, para pengkhianat di dalam nasion-nasion mereka.

Secara umum, dalam pengembangan masa depan yang akan berjalan – jalan-jalan yang lebih kompleks dan bahkan gila-gilaan, belokan-belokan akan sangat tajam.

Poinnya adalah bahwa Timur akan sangat rawan. Akan ada kontradiksi-kontradiksi tajam dengan Barat. Dan kini, tidak peduli bagaimana peristiwa-peristiwa itu terungkap, waktu akan berlalu, dan pandangan generasi baru akan beralih ke tindakan dan kemenangan Tanah Air sosialis kita [will be turned to the deeds and victories of our socialist Fatherland ].

Tahun demi tahun, generasi-generasi baru akan datang. Mereka akan kembali menaikkan panji para ayah dan kakek mereka dan memberi kepada kita pelunasan hutang mereka [their due in full].

Mereka akan membangun masa depan mereka di atas masa lalu kita [They will build their future on our past].

Stalin dengan tepat meramalkan masa depan dan sikap Rusia terhadapnya, saat ini 38% orang Rusia menganggapnya sebagai tokoh sejarah terbesar.

Selain itu, kebangkitan penghormatan terhadap Stalin terjadi dengan perkembangan peristiwa-peristiwa dalam politik dunia dan tekanan ketidakadilan serta sinisme yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pers Barat terhadap Rusia. Media pemerintah tidak berbuat banyak atas proses kebangkitan dan rehabilitasi nama Stalin. Terlebih lagi, para seniman liberal di Rusia saat ini mencoba menghadirkan Trotsky sebagai pahlawan revolusi dan pemimpin massa yang digandrungi [ardent leader] yang secara paradoks meningkatkan rehabilitasi Stalin.

Sebenarnya, cinta rakyat terhadap Trotsky menurun tajam setelah penindasan pemberontakan 1921 di Kronstadt, dan pemberontakan petani Tambov, di mana [Marsekal] Tukhachevsky, atas perintah Trotsky, pertama kali menggunakan senjata kimia melawan para petani pemberontak.

[I.2.6] Tusukan Es Mercader – Sebuah Retribusi Semata

Trotsky di Rusia sudah mulai berhasil, namun berakhir dengan buruk. Dikirim dari Rusia pada Januari 1929, dia menemukan tempat berlindung pertama di Turki, kemudian di Norwegia, Prancis dan akhirnya di Meksiko. Jerman menolak menerimanya. Rupanya, AS juga, meskipun ia adalah seorang warga negara AS (ingat paspor yang disetujui Wilson secara pribadi dan diterbitkan dalam tiga bulan?). Dia bahkan tidak diizinkan untuk memberikan kuliah di sebuah universitas Amerika. Siapa yang butuh seorang pecundang lungsuran sebagai tentara bayaran?

Bagaimana kematian Trotsky di Meksiko dari tusukan es [ice pick] oleh Mercader, agen Soviet, yang diliput dalam pers Amerika? Berita utama secara menyolok mirip: “Sang jenius revolusi meninggal di rumah sakit pada 21 Agustus 1940”. Meski begitu, di media, informasi penting [terkait] dikoordinasikan dengan pihak berwenang melalui keagenan gabungan [unified agency]  yang tidak mengizinkan freethinking para redaktur dan pewarta. Tidak ada yang menulis bahwa kematian Trotsky adalah sebuah tindakan retribusi atas kehidupan 20 juta orang yang meninggal saat pecahnya revolusi dan perang saudara yang dipimpin dan diorganisasi Trotsky, atas sebuah negeri yang porak poranda, atas semua kejahatan yang ia timbulkan pada jutaan rakyat Soviet.

Bagian II. Bumerang Selalu Kembali!

“Saya hanya gemetar untuk negeri saya, ketika saya berpikir bahwa Tuhan itu adil. ”

Thomas Jefferson

Amerika modern tidak bisa merasakan dan mengerti kapan bumerang Trotsky kembali ke pengirimnya. Sebagian besar penduduk masih percaya bahwa mereka tinggal di negeri dengan kemenangan atas kebebasan [freedom] dan benteng [bulkward] penjaminan hak-hak asasi manusia. Kombinasi spiritual agama dan kebebasan, bermerger untuk menciptakan sebuah nasion luar biasa yang ideal.

Keterbukaan kebudayaan Amerika dan prinsip demokrasinya menciptakan sebuah model untuk ditiru oleh negara lain dan tempat yang aman [a safe haven] bagi jutaan orang. Pada saat yang sama, keyakinan bahwa prinsip-prinsip Amerika adalah universal, mengintroduksi suatu elemen kompleks ke dalam sistem internasional. Jika para pemerintahan mempraktikannya kurang dari standar AS yang disyaratkan, mereka tidak sepenuhnya diakui sebagai legitimasi [yang sah], dan intervensi dan perang yang dilepaskan [unleashed] oleh AS adalah harga kepemimpinan global.

Revolusi permanen yang diproklamirkan oleh Trotsky tujuannya bukan pembebasan bangsa-bangsa di dunia, namun penghancuran negara-negara berdaulat dan perbatasan mereka untuk kepentingan kapital global. Gagasan itu terbukti tegar dan kini nyala dari revolusi warna [flame of color revolutions], terinspirasi, dibiayai dan diinstruksikan oleh Amerika Serikat, telah menjarah nyaris seluruh negara-negara pasca-Soviet, menghancurkan beberapa negara di Timur Tengah, dan terus-menerus berkecamuk di Ukraina.

[II.1] Shock and Awe sebagai Warisan Trotsky

Momok Trotsky bangkit di Amerika Serikat, gagasannya tentang kehancuran yang kanibalistis dan penggambaran ulang dunia [redrawing the world], transformasi seluruh negeri-negeri yang tidak dilindungi menjadi gurun yang dihuni oleh budak yang dikejutkan [mengacu shock and awe], berguna bagi para neokonservatif.

Shock and awe [kejut dan pukau] yang menimbulkan rasa takut, rasa bahaya dan malapetaka, tidak bisa dipahami oleh kebanyakan orang. Jika Trotsky mengelola penghancuran Rusia dalam 10 tahun, AS telah terlibat dalam kelanjutan kasusnya itu selama tiga dasawarsa.

Hal pertama setelah jatuhnya Uni Soviet, tentu saja, adalah terapi kejut [shock therapy] yang diatur terhadap Rusia. Kehilangan nyawa manusia di Rusia sendiri mencapai 13 juta orang yang meninggal antara 1992 dan 2007. Jutaan anak-anak dan orang dewasa menjadi pengemis tunawisma, banyak pecandu narkoba. Prostitusi marak. Negara ini memiliki 1,3 juta pelacur jalanan, sekitar 100.000 di Moskow saja. Sejumlah besar mungkin sampai 10 juta “barang hidup” [“live goods”] dikirim ke luar negeri, terutama ke Eropa Barat.

Menyebut runtuhnya Uni Soviet sebuah tragedi geopolitik yang dahsyat , Vladimir Putin tidak membesar-besarkan. Skala dari bencana tersebut dapat dipahami dengan membandingkan jumlah pengemis: pada 1989, di Dunia Kedua (termasuk Eropa bagian dari Uni Soviet), ada 14 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pada 1996, ada 168 juta.

Konstitusi baru Federasi Rusia ditulis di bawah dikte para pakar dari Amerika dan menjadi basis legislatif untuk perampasan baru yang lebih besar ketimbang pada zaman Trotsky. Diundang oleh pemerintah baru Rusia. Para ekonom Barat, terutama Amerika, mengembangkan sebuah rencana untuk mereformasi ekonomi negara tersebut, dan kemudian sebagai penasehat presiden dan pemerintah, memastikan pelaksanaannya dengan dukungan dan tekanan IMF dan Bank Dunia.

Impian Trotsky menghancurkan Rusia menjadi empat bagian masih hidup di kepala para neo-konservatif Amerika. Salah satu tujuan utama “Rencana Dulles” [“Dulles Plan”: wikipedia] untuk penghancuran dan penjajahan Rusia, tercapai pada 1990-an.

Kemenangan AS dalam perang dingin adalah hasil dari sebuah strategi Amerika Serikat dengan maksud tertentu, terencana dan multilateral yang bertujuan menghancurkan Uni Soviet. Presiden AS George HW Bush, setelah runtuhnya Uni, mengatakan bahwa Amerika Serikat menghabiskan lima triliun dolar untuk eliminasi Uni Soviet.

Tapi bumerang Trotsky dalam kasus ini menghantam balik [hits again].

Orang Amerika belum menyadari bahwa hilangnya kepercayaan orang-orang Rusia pada Barat adalah kerugian terbesar dan tak tergantikan [bagi] mereka! Le Carré menyebut penghinaan si beruang Rusia oleh Barat sebagai sebuah kesalahan fatal.

Akibatnya, hantu Trotsky sekali lagi gagal.

Tatanan dunia baru Amerika [American’s new world order] secara resmi telah mati.

Selama sekitar 25 tahun sejak berakhirnya Perang Dingin, salah satu tema dominan politik Amerika adalah usaha untuk mengglobalisasi tatanan internasional liberal yang pada mulanya tersebar luas [initially prevailed] di Barat setelah Perang Dunia II.

Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa di sebuah dunia di mana nilai-nilai Amerika akan mendominasi, tidak ada tempat untuk nilai-nilai Rusia atau Tiongkok, dan tentu saja, untuk nilai-nilai Islam. Dan orang-orang Rusia, dan Tionghoa dan Muslim menyadari hal ini dengan jelas.

“Kekuatan lunak” [“soft power”] Amerika Serikat telah hilang, berbarengan dengan pesona kebebasan dan kemakmuran yang memikat jutaan hati di seluruh dunia.

Lebih dari itu, kebijakan untuk mengutuk Putin berakhir dengan kegagalan total karena popularitasnya tetap tinggi tidak hanya di Rusia tapi juga di dunia non-Barat.

[II.2] Momok Trotsky Menghantui Amerika Serikat

Pematangan situasi sangat revolusioner yang dimainkan Trotsky dan Lenin pada Oktober 1917 cukup terasa di Amerika Serikat.

Terpilih secara sah [legitimacy elected] hanya 10 bulan yang lalu, Presiden Trump sejak hari pertama mengalami korosi [kerusakan oleh reaksi kimia] parah dan setiap langkahnya tidak didukung oleh kedua partai yang mapan itu.

Masyarakat  yang ditipu oleh janji-janji indah semakin meragukan tindakan sang Presiden tersebut menghasilkan apa yang mereka harapkan.

“Kalangan atas tidak mampu, dan kelas bawah tidak mau” [“The tops are not able, and the lower classes do not want”] – prarevolusi Rusia seperti yang digambarkan Lenin.

Sekarang bumerang itu sudah berbalik.

Perbudakan negara dari kepentingan-kepentingan para bankir dan korporasi serta politisi mereka yang sangat merendahkan diri [subservient] paling jelas terwujud dalam perang di Irak.

Ribuan pemuda Amerika yang percaya bahwa mereka akan berperang melawan tirani dari timur sang despot [simak KKBI-daring] Hussein menghadapi pembantaian warga sipil yang luar biasa, namun banyak yang gagal memikirkan bagaimana untuk hidup [how to live] setelah apa yang mereka lakukan di sebuah negara asing.

Penulis Irak Salam Khalid mengungkapkan pemikirannya:

“Baghdad, Al-Fallujah, Al-Najaf, Al-Mussol dan semua kota di Irak akan selamanya menjadi lampu suar [beacon] yang menerangi jalan ke masa depan, simbol keberanian dan ketabahan melawan mesin militeristik yang paling agresif dan kotor yang pernah dikenal umat manusia melalui keseluruhan ceritanya.

Kota-kota itu akan tetap menjadi pelajaran bagi rakyat yang berjuang untuk demokrasi dan kebebasan melawan perbudakan para Yankee [orang Amerika] – para musuh kehidupan ini [these enemies of life].

Anak-anak negeri [the sons of] Mesopotamia, tempat kelahiran peradaban, sebuah negeri dari rakyat yang merdeka, sekarang hidup dalam kondisi Holocaust [genosida] yang paling riil.”

Penghancuran memori bangsa dengan menjarah museum-meseum, galeri-galeri seni nasional dan penghancuran perpustakaan-perpustakaan – Trotsky melakukan hal ini di Rusia, Amerika melakukannya di Irak, Suriah, Libia, Ukraina. Museum Nasional Irak, tempat situs penggalian Babilonia [Babel], sebuah kota alkitabiah [biblical] dengan sejarah lima ribu tahun, dijarah oleh para pencuri [orang-orang] Amerika.

Di Ukraina, pada hari-hari awal perebutan kekuasaan oleh junta Poroshenko, Perdana Menteri baru Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengorganisasi ekspor ke Amerika koleksi unik artefak emas bangsa Skithia [Skithia-wikipedia] dan cadangan emas negeri tersebut. Nilai koleksi [sejatinya] tidak dapat diperkirakan hanya dalam nilai emasnya, ini adalah artefak kuno, koleksinya tidak tergantikan.

[II.3] Trotsky dan Revolusi Seksual Rusia yang Pertama

Revolusi seksual yang terjadi di Amerika Serikat pada 1960-an bukanlah revolusi yang pertama jenis itu dalam sejarah. Orang-orang Rusia membuat langkah berani pertama di bawah inspirasi ideologis Trotsky pada 1920-an. Orang-orang Amerika [sendiri] masih sedikit familier dengan sejarah mengejutkan ketertarikan Trotsky atas ide-ide Freud.

[Dengan] Memutuskan bahwa kompleks Oedipus [Oedipus complex] akan berbahaya bagi revolusi, ia [Trotsky] mengizinkan untuk memulai di Rusia pertarungan melawan kompleks tersebut pada anak-anak sejak usia dini.

Untuk tujuan ini, diciptakan Laboratorium Anak “Solidaritas Internasional”, di mana anak-anak mulai dari usia dua tahun dibesarkan dalam kondisi eksperimen dengan seksualitas anak. Anak-anak dari “elit” Komunis, yang orang tuanya terlibat dalam penghancuran revolusioner Rusia, berada di bawah pengawasan para psikoanalis, yang tujuan utamanya adalah memelajari seksualitas dan metode pembebasan anak-anak dari larangan [tabu] dan kompleksitas tersebut.

Atas dasar obsrvasi-observasi  dan eksperimen-eksperimen,  dibuat laporan pada konferensi-konferensi internasional. Lembaga ini hadir sejak Agustus 1921 sampai Agustus 1925, kemudian dilikuidasi karena adanya ketidakpuasan yang berkembang di tengah rumor skandal tentang apa yang terjadi di sana.

Namun, di masyarakat liberal modern kita sekarang ini, pendidikan seksual dini terhadap anak-anak telah dilakukan secara luas, semua orang yang mencoba untuk memprotes korupsi atas anak-anak dan remaja di institusi-institusi pendidikan, dikecam karena pandangan anti-liberal dan bahkan menjadi subjek penuntutan.

Momok Trotsky [lalu] bisa menikmati sirkus penangkapan para kriminal pedofil, ada begitu banyak di antara mereka dalam dunia kapitalis tercerahkan [enlightened capitalistic world] ini dan [sebagai] alat untuk mendomestikkan [domesticating; menjinakkan] para politisi dan orang-orang kaya yang sudah begitu nyaman sehingga hampir tidak mungkin untuk mengharapkan tindakan yang benar-benar efektif dalam waktu dekat untuk mengembalikan Lolita [tajuk novel karya Vladimir Nabokov, remaja putri 12 tahun, sang protagonis korban pedophile Humbert Humbert] dan saudara-saudara perempuannya dan anak-anak remaja putra untuk hidup normal.

[II.4] Kebebasan Bunuh Diri [Suicidal Freedom]

Seks, narkoba dan rock and roll – pemuda Amerika terjerumus ke dalam suatu serangan korupsi [manipulasi] yang kuat di bawah slogan perjuangan untuk kebebasan [the struggle for freedom].

Kebebasan diberikan berupa tumpukan tali untuk menggantung [diri] – jika Anda menginginkan lebih banyak kebebasan – ambillah!

Semua yang dilarang pada generasi ayahnya, menjadi bebas. Sejak 1960-an, para ideologis kebebasan memuja-mujanya dari tribun universitas, sampul-sampul majalah dan surat-surat kabar yang menggoda, mencelikkan [stupefied] kesadaran dan sisa-sisa nurani dengan kokain, heroin, LSD dan ganja.

Jika kita perhati generasi muda politisi [Amerika] saat ini yang lahir pada 80-an dan mengamati tingkat intelektual mereka, Anda sampai pada kesimpulan bahwa orang tua mereka berada dalam gelombang permisif [suka terbuka] bukanlah partisipan yang terakhir.

Seorang kamerad dalam militer, dan kemudian merupakan korban potensial dari Trotsky, Vladimir Lenin, menyebut sinema kesenian yang paling penting bagi Negara Soviet. Di AS, Hollywood menerima gagasan ini dan mengubah kekaisarannya menjadi alat pencuci otak yang kuat [a powerful brainwashing tool].

Jika Anda menyaksikan produksi film dari perusahaan-perusahaan-film utama, topik-topik utama — orang-orang Amerika yang gagah berani dalam memerangi kejahatan pada skala planet ini, kebebasan kita begitu hebat sehingga siapa pun yang menghalangi kita akan hancur. Dan imbalan bagi para pahlawan itu adalah [boleh] memilih apa saja: cinta sesama jenis, penggantian kelamin [gender reassignment], bebas membeli ganja, bebas menikmati porno. Trotsky duduk di sofa dan senyam senyum!

Skandal Harvey Weinstein [wikipedia] yang terbeberkan hanya sedikit yang melihat sebagai urusan bisnis, bukan personal: retribusi [“iyuran”] atas dosa, seks antara atasan dan karyawati yang atraktif.

Seorang yang bejat mudah dikendalikan, dan hal-hal untuk korupsi begitu rupawan sehingga setiap pengusaha tidak dapat menolak bisnis yang menguntungkan! Kesadaran moral, yang terukir oleh upaya media terpadu [concerted], Hollywood, adalah sebuah contoh para politisi dan tirani finansial [financial tyrants] yang benar-benar tak bermoral, mengubah penduduk menjadi massa tak berdaya dan terpecah belah yang tidak mampu menahan represi dari sistem.

Perhati tingkat apolitis dari pemuda Amerika yang terungkap dalam survei tentang yang konon disebut bom hidrogen Korea. Kaum muda itu dengan senang hati mengucapkan selamat kepada Korea Utara atas pencapaian ini!

[II.5] Trotsky dan Tatanan Dunia Baru

Leiba Bronstein (Trotsky) dapat bersukacita atas keberhasilan gagasannya di Amerika, yang kepentingan-kepentingan dia dengan tekun dilayani. Kebebasan didapat oleh korporasi-korporasi dan bank-bank global, dunia tanpa batas menjadi mudah untuk perampokan yang tidak terkendali atas rakyat yang tak berdaya.

Para elite rakyat ini mudah berpisah dengan kepentingan-kepentingan berdaulat, dan jika mereka tiba-tiba terjaga — ada tongkat NATO atau “para teroris moderat”.

Gerakan protes adalah karikatur; emosi apa yang bisa membangunkan sebuah kerumunan [massa] dengan topi-topi vagina [Thousands of women wore pink ‘pussy hats’ the day after Trump’s inauguration] kecuali kepala-kepala [mereka yang menongak]? Remaja di kegelapan bioskop, atau ruang bawah tanah di depan layar komputer, ditempa oleh dosis lain kekerasan di layar dan dimanipulasi oleh pelajaran seks di sekolah.

Rasa takut adalah emosi yang dominan, seperti seharusnya pada para budak. Takut kehilangan pekerjaan dan luntang lantung, ketakutan tidak menyenangkan atasan dan kehilangan karier mereka, ketakutan akan gerombolan teroris yang setiap hari membunuh dan akan segera menjangkau kita masing-masing, ketakutan bahwa orang Rusia suatu hari akan datang dan hancurkan kehidupan kita yang indah, atau umat Islam membanjiri di sini dalam suatu kerumunan hitam dengan jilbab-jilbab mereka dan melibas kita semua.

Serangan bendera palsu direkayasa shock and awe – semuanya sesuai jadwal!

Revolusi [permanen-nya Trotsky] di seluruh dunia direncanakan di tingkat negara dan merupakan alat favorit untuk menjerumuskan rakyat dan negeri-negeri ke dalam kaos [kekacauan], dari mana korporasi-korporasi Amerika mendapatkan keuntungan besar [fat profits].

Jika negeri tersebut perlu melakukan reformasi ekonomi, para pakar Bank Dunia pergi ke situ dan mengejar kebijakan yang sama yang Trotsky jalankan di Rusia di bawah kendali para bankir yang bekerja melalui Swedia.

Kapitalisme Malapetaka [capitalism of catastrophes] adalah penemuan Trotsky, disempurnakan oleh Friedman dan murid-muridnya. Sekarang sulit untuk mengkalkulasi apa dan siapa yang telah merampok Rusia di tahun 90-an, lamun kemenangan tersebut adalah Pyrric [wikipedia].

Kegagalan geopolitik terbesar dari Amerika Serikat dan Eropa, adalah hilangnya kepercayaan tak terbatas [the loss of a boundless credit of trust] pada ratusan juta orang, terutama di Rusia di mana penduduk yang sederhana menyaksikan mimpinya buyar dalam penjarahan yang diatur oleh para penasehat Amerika.

[II.6] Trotsky dan Media

Menjadi seorang humas [hubungan masyarakat; publicist] yang sangat berbakat, pada masa awal aktivitas revolusioner, Trotsky menyadari kekuatan besar dari kata yang dicetak. Dialah yang menciptakan koran Pravda pada 1908 di Lviv, dan kemudian melanjutkan publikasi di Wina.

Surat kabar tersebut menjadi fondasi bagi kemenangan Bolshevisme dan seluruh tahun dari eksistensi Uni Soviet merupakan surat kabar utama negeri tersebut.

Media Amerika saat ini adalah alat paling ampuh [powerful tool] untuk mengelola kesadaran massa. Studi tentang metode pengelolaan perilaku manusia, yang aktif dilakukan sejak tahun 50-an, memberikan senjata efektif untuk memengaruhi pola pikir [mindset] masyarakat dan kesadaran diri [self-awarness] bangsa Amerika.

Degradasi jurnalisme melalui penyuapan dan ketakutan telah mengubah seluruh angkatan orang-orang Amerika yang kreatif menjadi kaum konformis dan pelayan korporasi serta politisi yang korup. Akibatnya, bangsa ini telah kehilangan pemikiran kritis dan kemampuan untuk melawan.

Bumerang Trotsky menjadi mematikan bagi penciptanya.

[II.7] Apa yang Bisa Menyelamatkan Amerika?

  1. Melengkapi penolakan terhadap filsafat politik neokonservatisme dan [mengadakan] sebuah dialog nasional tentang “Siapakah kita, orang Amerika di dunia modern ini?” Untuk memulai suatu pembentukan strategi pembangunan nasional yang realistis di abad ke-21.
  2. Kebangkitan kembali sekolah diplomasi klasik
  3. Kebangkitan kembali jurnalisme yang riil
  4. Kebangkitan kembali sistem pendidikan, mendidik para warga negara dan pribadi-pribadi kreatif, ketimbang menjadi konsumen yang kurang beruntung dan budak kredit.
  5. Penciptaan sistem kontrol ketat atas sektor agraris dan industri makanan untuk kembalikan makanan yang sehat dan aman bagi kehidupan.

Stalin digambarkan selama bertahun-tahun berbohong dan menyunat kebenaran. Stalin bukanlah orang suci tapi jelas bukan tiran dalam potret yang Trotsky dan para pengikutnya inginkan kita percayai.

Atas semua kesalahannya, Stalin adalah pembela Rusia, bukan algojo haus darah.

Sebaliknya, dia adalah seorang pemimpin yang berhasil mengalahkan konspirasi agen mafia keuangan global, tidak ada penjahat yang sengaja menghancurkan kecambah kebebasan [sprouts of freedom] dengan melakukan represi, lamun seorang ahli strategi cerdas yang berhasil mengorganisasi rakyat untuk mengeksploitasi industrialisasi dan menang dalam perang paling mengerikan pada abad ke-20 melawan fasisme.

Mungkin di Amerika perubahan potret tersebut melalui kemenangan kebenaran akan membantu memahami asal-usul Deep State [Negara dalam Negara] dan menyadari pemimpin apa yang dibutuhkan dan cita-cita apa yang dibutuhkan untuk sebuah kebangkitan kembali.

[II.8] Selamat Tinggal Trotsky!

Kisah Trotsky dengan jelas menggambarkan strategi mereka yang mencoba membentuk tatanan dunia baru untuk kepentingan mereka sendiri.

Para bankir dan perusahaan global dalam setiap konflik yang berarti mendukung kedua belah pihak, [pihak-pihak] yang biasanya kita kenal sebagai kanan dan kiri, agar bisa mencapai hasil bersama-pemenangnya. Ujung-ujungnya, strategi ini mengarah pada kontrol yang terus-menerus atas pemerintahan-pemerintahan dan proses-proses global.

Begitu juga, strategi ini membawa pertumbuhan berbagai gerakan di seluruh dunia, dengan Trump di Amerika Serikat menandai dimulainya transisi dari ideologi neo-konservatif yang menjadi alasan utama intervensi Amerika dan banyak masalah di seluruh dunia.

Reaksi serupa terhadap globalisme mulai terjadi di Eropa seiring krisis ekonomi dan sosial yang memaksa para politisi untuk memertimbangkan kembali [yang namanya] kedaulatan.

Serangan sengit oleh media arus utama terhadap Trump mengingkari strategi yang dicoba dan yang sebenarnya [yaitu] untuk mendukung semua pesaing, berhubung kedua partai politik di AS terpecah dan menunjukkan keretakan pada koalisi lama [mereka]. Siapa yang tahu di manakah hal ini akan berakhir bagi Barat, tapi kita sekarang berada dalam sebuah transisi, tak bisa dipungkiri.

Di satu sisi, gerakan antifa [antifa movement] memakai nilai-nilai demokrasi liberal, seperti perdagangan bebas, perbatasan terbuka [open borders], kebebasan informasi, yang semakin mempromosikan nilai-nilai dari masyarakat LGBT di bawah slogan-slogan yang menarik ini, [di sisi lain] mengenalkannya ke industri hiburan yang dahsyat dan menggunakan dukungan dermawan dari para bankir internasional.

Trotsky dalam gerakan ini seharusnya dinyatakan sebagai martir karena idenya!

Mengekspor demokrasi paling mudah adalah dengan memainkan naluri dasar [basic instinct].

Saat ini, kedua [parpol] sayap elang Amerika mencoba melanjutkan karya Trotsky: neo-konservatif [Republik] yang bersikeras pada hak “nasion yang luar biasa” untuk membawa nilai-nilai demokrasi kepada rakyat dunia, berapa pun harganya bagi rakyat itu sendiri.

[Sementara] Demokrat menaburkan ke seluruh dunia nilai-nilai yang di dalam semua kitab suci telah dilemparkan menjadi santapan Hyenna [Hyenna Fire]. Kedua cita-cita [parpol] tersebut berakar pada sistem kepercayaan totaliter yang tidak dapat mentoleransi perbedaan pendapat.

Hasil dari permainan dalam bumerang Trotsky tidak jelas, seperti Trump sendiri tidak jelas, [ia] yang menjanjikan sebuah transisi dari 100 tahun pelayanan Trotskisme ke kebangkitan demokrasi yang berdaulat di AS. Jika Anda melihat Eropa, di sana parade kedaulatan telah dimulai, dan bagi saya, bertahan dari keruntuhan Uni Soviet itu menyakitkan menyerupai masa lalu.

Rusia, yang pertama [di mana] Trotskisme bertahan dalam sejarah tragisnya, yang pertama [pula yang] meninggalkan warisannya. Dan ada alasan-alasan serius untuk merenungkan mengapa orang-orang Rusia semakin banyak berbicara tentang akhir dari “tatanan dunia baru” dan mengarahkan gerakan menuju kebebasan sejati.

 

Galima Galiullina, PhD

Washington, AS

.

ooOoo

.

Catatan Redaksi Dasar Kita

DK-103a-RT Tamara S witth Galima Galiullina, Ph D-02
Wawancara RT/Tamara Stuchlak (Host) dengan Galima Galiullina, Ph D, 27 Oktober 2016 –Tonton via YouTube (Screenshot/Grafis oleh Red DK)

.

Terkait:

Terbarui, simak/klik hlm 104a. Bahalan: 100 Tahun Revolusi Oktober, 100 Tahun Ekonomi Terencana

 

.