Tahun 2015 Ekspor Tuna RI Melambung, Thailand dan Filipina Terpukul

.

.

dk-68a-1-1-ekspor tuna melambung

KOMPAS.com/YOGA SUKMANA — Ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015)

.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memaparkan kinerja Kementerian sepanjang 2015. Berbagai capaian positif pun diraih misalnya produksi perikanan yang meningkat dan neraca perdagangan hasil perikanan naik.

Ada satu capaian yang menonjol. Peningkatan ekspor tuna Indonesia ke Amerika Serikat (AS) ternyata memukul ekspor tuna Thailand dan Filipina yang selama ini mendominasi pasaran.

“Ekspor kita meningkat sementara mereka justru turun,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan R. Nilanto Perbowo di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (28/12/2015).

Menurut dia, ekspor tuna Indonesia ke AS pada periode Januari-Agustus 2015 meningkat 7,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, ekspor tuna Thailand ke AS periode Januari-Septemper 2015 justru anjlok 17,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Filipina yang dikenal pengekspor tuna yang besar juga anjlok lebih dalam. Dibandingkan tahun lalu, ekspor tuna Filipina ke AS periode Januari-Septemper 2015 terperosok 32,59 persen.

Selama ini, banyak kapal-kapal Thailand dan Filipina yang menangkap ikan tuna secara illegal dari laut Indonesia. Pasca pelarangan bongkar muat kapal di tengah laut (transhipment), moratorium kapal eks asing, dan penindakan kapal illegal fishing, konstelasi itu berubah.

Menurut Nilanto, kini Indonesia membuktikan bahwa stok ikan tuna terbesar ada di Indonesia. Bahkan tutur dia, banyak negara terpukul karena kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Saya dengar semua negara di Asia yang mengoperasikan kapalnya di Indonesia, semua turun semua (produksi sektor perikanan tangkap). Iya (terpukul),” kata dia.

.
Penulis: Yoga Sukmana
Editor   : Erlangga Djumena
.
ooOoo
Iklan