Ahok: Ikan Mati Itu Ikut Arus, Ikan Hidup Hadapi Arus

.

.
KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat pamer CCTV yang terkoneksi dengan HP nya, di Balai Kota, Senin (16/11/2015).

KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat pamer CCTV yang terkoneksi dengan HP nya, di Balai Kota, Senin (16/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kerap menjadi pro dan kontra. Mulai dari keputusannya menggusur pemukiman kumuh di bantaran Kali Ciliwung, mengandangkan bus metro mini, menarik non-tunai pada Kartu Jakarta Pintar (KJP) sampai membatasi demo.

Di sisi lain, Basuki membutuhkan simpatik warga untuk memilihnya kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

“Saya sering ditanya kenapa saya lebih sehat sekarang. Senang dalam hati saya sekarang mengalahkan perasaan senang pas perusahaan saya dapat untung, sekarang bahagia lebih banyak memberi daripada menerima,” kata Basuki menanggapi pertanyaan seorang siswa dari Maarif Institute beberapa waktu lalu.

Basuki mengaku tak memiliki kepentingan apapun dalam merealisasikan kebijakan. Hal itu pula yang membuat dirinya tambah sehat.

Basuki meyakini, berbagai kebijakan yang dijalankannya juga bermanfaat bagi masyarakat lainnya. Dalam memutuskan kebijakan, Basuki mengaku mempertimbangkan besaran manfaat serta mudaratnya.

“Enggak apa-apa saya enggak dipilih lagi (jadi Gubernur). Tapi nanti warga ingat, gara-gara Ahok (Basuki), metromini beres nih. Gara-gara Ahok, anak saya bisa sekolah nih,” kata Basuki.

Bahkan, Basuki mengaku tak jarang ditanya oleh koleganya atas berbagai kebijakan yang dikeluarkannya. Mereka bertanya mengapa mantan Bupati Belitung Timur itu kerap menambah musuh baru serta gara-gara dengan pihak lain, seperti dalam kontroversi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan warga Kampung Pulo.

“Kalau ada arus deras, harus menyeberang atau berdiri di situ saja? Kalau saya nyeberang, kalau berdiri, sudah tidak sampai tujuan terus bisa jatuh pula karena tidak tahan. Jangan cuma bertahan, anda harus menyerang hadapi arus dan lawan arus. Ikan mati itu ikuti arus, ikan hidup hadapi arus,” kata Basuki.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

.

Penulis: Kurnia Sari Aziza

Editor  : Caroline Damanik

.

Catatan Redaksi Dasar Kita
.

Warita satu ini dari Bang Ahok, setidaknya untuk kami sangat inspiratif, seperti diindikasikan pada tajuknya. Dan lebih dari itu, ada terucap dari Abang kita: “sekarang bahagia lebih banyak memberi daripada menerima”.

Frasa serupa yang ditulis Soekarno, menutup tulisan monumentalnya  pada 1926, kekuatan hidup itu letaknya tidak dalam menerima tapi dalam memberi.(Simak hlm 23c).

Sebuah tip untuk menyongsong Tahun Baru 2016: melawan arus dan banyak memberi!

(Dikutip dari hlm 68).

ooOoo
.