AS Pimpin Perang Harga Minyak

.

.

DK-68d-AS pimpin perang minyak

SHUTTERSTOCK — Ilustrasi

.

JAKARTA, KOMPAS.com – Awal tahun ini, harga minyak kembali merosot dan menembus level terendah lebih dari 5,5 tahun. Selain suplai melimpah, perang harga minyak memperburuk harga. Sebuah spekulasi menyebutkan, Amerika Serikat (AS) sengaja membanjiri pasar dengan minyak serpih (shale oil) terutama untuk menghancurkan perekonomian Rusia dan Venezuela.

Mengutip Bloomberg, Jumat (2/1/2014), harga minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange pengiriman Februari 2015 turun 1,08 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya ke 52,69 dollar AS per barel. Ini merupakan penutupan harga terendah sejak 30 April 2009.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seperti dikutip Reutersmenuduh, pelemahan harga minyak merupakan sebuah konspirasi rancangan AS untuk menghancurkan ekonomi Rusia. Perang harga juga ditujukan untuk menghancurkan revolusi dan meruntuhkan ekonomi Venezuela. “Ini adalah perang yang direncanakan secara strategis, juga ditujukan untuk Venezuela,” kata Maduro.

Ia menyebutkan, AS membanjiri pasar dengan minyak serpih sehingga harga minyak jatuh. Venezuela dan Rusia dianggap sebagai negara yang paling terpukul dari jatuhnya harga minyak. Harga minyak Venezuela di pasar ekspor anjlok hingga setengahnya pada paruh kedua tahun 2014 menjadi 48 dollar ASper barel.

Harga minyak semakin merosot karena suplai melimpah. Produksi minyak Rusia bulan Desember naik 0,3 persen ke rekor tertinggi 10,67 juta barel per hari. Di sisi lain, aktivitas manufaktur Eropa dan China bulan Desember 2014 menunjukkan perlambatan.

Ariston Tjendra, Head of Research and Analysis Division PT Monex Investindo Futures, mengatakan, harga minyak masih akan bergerak melandai. Kalaupun ada kenaikan sedikit (rebound) hanya  sementara. Salah satunya lantaran OPEC enggan memangkas produksi minyak.

Serangkaian sentimen negatif akan menggerogoti kinerja minyak mentah. “Sebagai pengguna minyak, merosotnya aktivitas manufaktur China akan mengurangi permintaan minyak,” jelas Ariston. Di sisi lain, kokohnya dollar AS sesemakin merapuhkan harga minyak.

Nizar Hilmy, analis PT SoeGee Futures, bilang, harga minyak tahun 2014 telah mencatatkan penurunan terbesar dalam enam tahun. Tahun ini, tekanan minyak masih akan berlangsung dan berpeluang rontok ke 50 dollar AS per barel dalam waktu dekat.

Secara teknikal, lanjut Ariston, harga minyak masih melemah. Harga berada di bawah moving average 20, 50, 100 dan 200. MACD di bawah level nol,. Garis MACD berada di atas garis sinyal.

Kondisi ini menunjukkan  kemungkinan rebound jangka pendek. Stochastic telah memasuki area jenuh beli (oversold) dan berada di level 15 persen. Sedangkan relative strength index (RSI) juga berada di area oversold di level 26 persen. Ariston memprediksi, harga minyak sepekan mendatang berada di kisaran 50 dollar AS– 57 dollar AS per barel. Sementara Nizar menduga harga minyak sepekan terbentang dari 50 dollar AS-55 dollar AS per barel.(Dina Farisah)

.
Editor    : Erlangga Djumena
Sumber : KONTAN
.
ooOoo
.
Catatan Redaksi Dasar Kita
.
 Untuk pemahaman shale oil simak/klik situs berikut:
.

Shale Oil: Sang Pengubah Tatanan Sumber Daya Energi Fosil Konvensional, Compiled By: Fery Andika Cahyo .

.

Warita bersumber Kompas.com ini sengaja dikutip utuh, bahwa sudah “menjadi rahasia umum” negeri (mantan) adidaya satu ini, masih terus jumawa memaksa dunia sesuai citranya. Dengan mengusung kiprah kaum penjajah berabad silam gold & sword

Dan hari-hari ini “memainkan” jurus satu lagi “shale oil” yang sang paman punya cadangan terbesar dunia.

Padahal omong kosong tentang “HAM & demokrasi” itu sejatinyanya sangat sederhana dari perspektif kaum saudagar sekalipun yakni win-win deals/cooperation/spirit KAA Bandung 1955 — seperti yang tengah ditawarkan Tiongkok dengan One Belt, One Road.

Sejarah, pelan tapi pasti sudah mulai membuktikan. Semisal “cuma” dalam tempo 36 tahun, 700 juta jiwa rakyat perdesaan RRT terangkat dari kemiskinan versi Bank Dunia. Sementara di rumah sendiri sang paman satu ini sudah ratusan tahun belum juga selesai dengan warganya Afrika-Amerika yang malah berikhtiar “Nasion-Nasion Inginkan Pembebasan: Nasion Sabuk Hitam di Abad ke-21″.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s