7a. Tiongkok itu Sosialis (4/6)-ML Dasar yang Tidak Berubah-14 April 2011


Tiongkok itu Sosialis (4/6)

Ajar dari Film The Founding of a Republic

.

Ajar Ketiga: ML Dasar yang Tidak Berubah

.

.


Pesan lain, sesaat setelah kemenangan menentukan dalam operasi militer di Huaihai, Januari 1949. Salah satu adegan FaR menampilkan para pemimpin PKT (Partai Komunis Tiongkok) sedang bereuforia, makan minum sampai teler.FaR Mao-Internasionale-pesta rakyat

Sementara di luar rakyat bernari gembira berjangkungan ria. Sebuah pesta rakyat langka mungkin satu-satunya yang seolah pantas mengamini seruan kondang kaum komunis: “Kaum proletar tidak akan kehilangan apapun selain belenggu mereka. Mereka akan memenangkan sebuah dunia (they have a world to win). Kaum buruh sedunia bersatulah!“.

Para pemimpin itu lalu menyanyikan lagu kaum komunis: “Internasionale”.

Sebuah sinyal subtil dari pembuat film FaR. Bahwa inilah kemenangan rakyat Tiongkok. Kemenangan PKT yang berasas ML, Marxisme-Leninisme.

FaR Mao-Internasionale Pesta Rakyat-2Dan Redaksi harus akui, film FaR miskin atau praktis tak muncul jargon-jargon kaum komunis. Hal yang sepengamatan Redaksi paralel kebijakan negara RRT dalam berbagai sepak terjangnya di dunia internasional. Bisa jadi sejak era Deng Xiaoping. Bisa jadi sebuah tanda “kedewasaan/kematangan” perjalanan sosialisme Tiongkok.

Bisa jadi lantaran … apalagi yang perlu digembar-gemborkan? Kecuali kerja nyata makin keras lagi untuk pencapaian masih jauh dari apa yang tertera dalam  bagian awal Sistem Konstitusional Tiongkok–butir pertama dari ke-9 poin Sistem Politik RRT.

… I.1.1. Partai Komunis Tiongkok adalah partai politik satu-satunya yang berkuasa dalam negara (The Communist Party of China is the country’s sole political party in power)

Republik Rakyat Tiongkok didirikan oleh Partai Komunis Tiongkok yang adalah pemimpin rakyat Tiongkok. (The People’s Republic of China was founded by the Communist Party of China which is the leader of the Chinese people)

Dan dalam Konstitusi PKT, pada Program Umum, Redaksi kutip (sekaligus disadur-suntingkan dalam Bahasa termasuk pembagian alinea baru) bagian awalnya saja:

Partai Komunis Tiongkok adalah pengawal, baik atas kelas pekerja Tiongkok maupun rakyat Tiongkok serta pengawal nasion Tiongkok.

Ia adalah inti dari kepemimpinan untuk memerjuangkan sosialisme dengan karakteristik Tiongkok dan ia dengan Tiga Represen (yang menunjukkan/menggambarkan—Red):

represen kecenderungan pengembangan tenaga-tenaga produktif tingkat lanjut Tiongkok,

represen orientasi kebudayaan tingkat lanjut Tiongkok,

dan represen  kepentingan-kepentingan fundamental dari mayoritas luas rakyat Tiongkok.

Realisasi dari komunisme adalah tujuan utama dan cita-cita dari Partai.

Partai Komunisme Tiongkok mengambil Marxisme-Leninisme, pemikiran Mao Zedong, Teori Deng Xiaoping, dan pemikiran penting dari Tiga Represen (seperti dijabarkan di atas—Red) sebagai petunjuk untuk bertindak.

Sungguh, ML dasar yang tidak berubah! Terlebih menyimak tujuan utama dan cita-cita (ideal) dari Partai.

Inilah ajar yang seyogianya kita petik, mengingat kita telah memiliki dasar yang jelas: Pancasila dan UUD 1945. Lamun yang masih harus diperjuangkan adalah cita-cita sejati yang kompatibel dengan dasar itu: Sosialisme Indonesia, sosialisme khas Indonesia, sosialisme yang berkarakteristik Indonesia.

Pasalnya, hari-hari ini pijakan kita itu sedang (pinjam Kiki Syahnakri “Matinya Keindonesiaan Kita”) “tertransplantasi demokrasi liberal”. Akibat (pinjam Prof Sofian Effendi “Solusi Mengatasi Krisis Pascaamendemen UUD 1945”) menerapkan landasan dan semangat demokrasi liberal dan ekonomi kapitalistis. (Redaksi menyebutnya “neoliberal”simak Hamdani dalam Reformasi di Indonesia Sebagai Proyek Neoliberal; hlm 18b blog ini atau klik ini; atau risalah Redaksi di hlm 27a/klik ini.)

Tidak heran seorang Dimyati Hartono (2009) menawarkan Restorasi Indonesia. Era atau zaman Restorasi Indonesia pascaera Reformasi gagal itu.

Diawali dengan, dalam kalimat Redaksi, memberlakukan kembali UUD 1945 plus diamendemen pada greget Tri TunggalPembukaan-Batang Tubuh-PenjelasanUUD 1945. Sehingga, setidaknya Restorasi Indonesia Prof Dimyati ini, berawal dari hapusnya UUD 2002/niramendemen UUD 1945 yang semestinya (sudah lama) batal demi hukum. Lalu amendemen bisa berlangsung tidak kesusu, tanpa paksaan dari pihak mana pun kecuali dari rakyat Indonesia itu sendiri. Melalui putra putri terbaik, para pakar hukum tata negara negeri akbar ini. (Simak pengeposan terbarui hlm 42a; juga hlm 39a).

ooOoo



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s