Salinan Pidato Publik Kim Jong Un

Pemimpin Republik Demokratis Rakyat Korea

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita dari versi bahasa Inggris bertajuk Kim Jong-Un Public Speech Transcrpt yang termuat di blog Kamerad BJ Murphy The prison gates are open …beralamat link:

http://redantliberationarmy.wordpress.com/2012/04/23/video-first-public-speech-by-kim-jong-un-english-translation/

.

Para perwira bahaduri (heroik, gagah berani—Red) angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan unit roket strategis dari Tentara Rakyat Korea (TRK), dan para perwira Pasukan Keamanan Dalam Negeri Rakyat Korea, para anggota Garda Merah Buruh-Tani dan Garda Merah Pemuda; rakyat pekerja seluruh negeri dan para warga Pyongyang; rakyat di  Selatan dan  saudara-saudara sebangsa di luar negeri, para kamerad serta kawan-kawan.

Hari ini, kita lanjutkan dengan parade militer akbar untuk merayakan peringatan 100 tahun kelahiran pemimpin Kamerad Kim Il Sung yang agung, sambil merengkuh kebanggaan nasional serta harga diri terbesar.

Parade militer akbar hari ini, yang belum ada presedennya dalam sejarah berdirinya angkatan bersenjata, adalah sebuah festival besar dari pemenang yang telah disiapkan berdasarkan tujuan mulia Kamerad Kim Jong Il yang agung dan saran langsung untuk selamanya menjunjung pencapaian abadi Kim Il Sung dalam membangun militer serta biarlah seluruh dunia tahu tentang kemegahan negara sosialis yang perkasa ini.

Pada kesempatan sangat berharga ini, saya sampaikan rasa hormat termulia dan penghargaan mahatinggi kepada Kamerad Kim Il Sung yang agung, yang adalah pendiri dan pembina angkatan bersenjata revolusioner serta panji selalu-menang, dan kepada Kamerad Kim Jong Il yang agung, dengan hati penuh kekaguman tak berkesudahan dari seluruh perajurit tentara rakyat dan rakyat.

Dan saya mengungkapkan rasa hormat kepada para martir patriotik revolusioner anti-Jepang dan para martir patriotik tentara rakyat, yang mengorbankan hidup mereka yang tak ternilai itu bagi kemerdekaan tanah air dan pembebasan rakyat.

Saya dengan penuh gairah mengucapkan selamat kepada para perajurit tentara rakyat kita dan para perajurit Pasukan Keamanan Dalam Negeri Rakyat Korea, para anggota Garda Merah Buruh-Tani dan Garda Merah Pemuda, serta seluruh rakyat yang memuliakan liburan bermakna tahun ini dengan kekuatan tempur yang diperkuat dan pencapaian membanggakan dari kemajuan besar revolusioner oleh penampilan penuh dedikasi dan heroisme tiada tara di setiap pos penjagaan sepanjang 1.000 ri (2.000 mil/3.218 km—Red) garis pertahanan serta pada setiap medan pertempuran dalam membangun sebuah negara yang kuat di tanah air.

Selain itu, saya menyampaikan salam hangat kepada saudara-saudara sebangsa di Selatan dan saudara-saudara sebangsa di luar negeri yang mendedikasikan segalanya untuk maksud-maksud patriotik: reunifikasi, kemakmuran, kekuasaan dan kesejahteraan tanah air.

Saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan asing yang memerluas dukungan positif mereka bagi tujuan yang benar dari rakyat kami.

Para kamerad, sejarah 100-tahun raya nasion Kim Il Sung (the great 100-year history of the Kim Il Sung nation–Red) adalah sejarah yang membuktikan kebenaran pagun (kukuh, kuat—Red) bahwa martabat dan kemakmuran besar negara dan bangsa hanya eksis bila dilayani oleh seorang pemimpin ulung.

Sementara (kita—Red) membanggakan diri pada 5.000 tahun sejarah yang panjang dan budaya cemerlang, padahal itu bukanlah di bawah kepemimpinan yang benar dan tidak memiliki kekuatan untuk memertahankan diri; penampilan sebenarnya dari bangsa kita seabad silam adalah sebuah nasion kolonial yang kecil, lemah, menyedihkan, yang harus menderita di bawah flunkeyisme dan kehancuran nasional sebagai nasibnya.

Lamun (namun—Red), sejarah 100-tahun nasion Kim Il Sung menempatkan suatu akhir yang permanen dari sejarah penuh badai penderitaan, dan mengangkat martabat negeri dan rakyat kita ke kedudukan tertinggi dalam sejarah bangsa ini. Kemudian atau sekarang tidak ada perubahan dalam geopolitik bangsa, tetapi kemarin adalah nasion kecil dan lemah—yang diinjak-injak tanpa ampun pada setiap adegan festival kekuasaan—hari ini telah berubah menjadi kekuatan politik dan militer yang bermartabat dan rakyat kita menampilkan harga diri sebagai rakyat independen yang tidak pernah bisa dipermainkan dengan dan oleh siapa pun.

Peristiwa fenomenal ini yang telah terjadi pada bangsa kita bukanlah kecelakaan yang ditimbulkan oleh waktu, tetapi sebuah sejarah tak terelakkan ditimbulkan oleh Kamerad Kim Il Sung yang agung dan Kamerad Kim Jong Il yang agung, yang adalah pelopor dan pemimpin revolusi utamakan-militer (military-first revolution—Red).

(Peristiwa fenomenal—Red) itu menghiraukan orang-orang besar luar biasa—yang membangun tentara elit revolusioner paling kuat sambil mengedepankan pentingnya laras senjata sebagai dasar revolusi—yang merupakan pembalikan mendasar pada nasib tanah air dan rakyat kita, dan karenanya ajang festival akbar hari ini menampilkan kekuatan nasional utamakan-militer Korea itu yang telah digelar dengan menakjubkan.

Sejak awal, Kamerad Kim Il Sung yang agung menjelaskan prinsip filosofis bahwa laras senjata adalah kehidupan bangsa juga kemenangan revolusi, dan mendirikan Tentara Revolusioner Rakyat Korea—yang merupakan pasukan bersenjata revolusioner pertama bergaya chuch’e  (ejaan lain untuk ideologi RDRK Juche—Red)—dengan anak-anak lelaki dan perempuan brilian dari rakyat di hutan Paektu 80 tahun silam dari sekarang.

Dengan berdirinya Tentara Revolusioner Rakyat Korea, rakyat kita akhirnya memiliki sendiri tentara sejati untuk pertama kalinya dalam sejarah, dan bermula dari sini sejarah penuh kehormatan Revolusi Korea yang kemajuannya melalui kekuatan laras senjata.

Kamerad Kim Il Sung yang agung—yang memberikan perhatian terutama untuk memerkuat angkatan bersenjata revolusioner selama seluruh periode kegiatan revolusioner yang panjang itu—menggelar keajaiban militer abad ke-20 dengan mengalahkan dua imperialisme paling brutal dalam satu generasi, dan menyiapkan suatu jaminan militer yang kuat bagi kedaulatan negara dan kesejahteraan bangsa untuk segala usia dengan meningkatkan tentara rakyat menjadi suatu tentara revolusioner yang tangguh satu-lawan-seratus, dan memersenjatai seluruh rakyat serta memerkuat seluruh negeri.

Kamerad Kim Jong Il yang agung—yang mengedepankan pewarisan dan penyelesaian maksud revolusioner utamakan-militer dari Chuch’e  yang dipelopori oleh Kamerad Kim Il Sung yang agung sebagai misi sepanjang hidupnya—membuka tahap tertinggi perkembangan angkatan bersenjata revolusioner kita dengan kecerdasan luar biasa, seni komando yang mengagumkan, dan keberanian tiada taranya.

Selama periode penderitaan paling berat bagi revolusi kita, Kamerad Kim Jong Il memerkuat  dan mengembangkan tentara rakyat ke dalam jajaran tempur paling elite, membawa pada kemenangan-kemenangan tetap, pertempuran-pertempuran yang belum ada presedennya untuk melindungi sosialisme, dan mencapai prestasi historis yang gemilang, meningkatkan negara kita pada status sebuah negara militer kelas dunia yang kuat melalui politik utamakan-militer yang selalu-menang.

Di bawah asuhan Kamerad Kim Il Sung yang agung dan Kamerad Kim Jong Il yang agung, angkatan bersenjata revolusioner kita telah menunjukkan penampilannya secara penuh, megah, sebagai pasukan tangguh revolusioner dengan kepribadian revolusioner  jelas, temperamen militer kokoh tak terbatas.

Di jalan perjuangan penuh kebanggaan di mana angkatan bersenjata revolusioner kita menapak, adalah pertempuran pembangunan besar untuk mengkonsolidasikan fondasi abadi bagi tanah air yang makmur dan perkasa seperti halnya pertempuran menentukan, kuburan  hidup-dan-mati (grave life-and-death—Red) melawan kaum imperialis kuat.

Di saat itu, angkatan bersenjata revolusioner kita loyal tanpa batas pada misi utama sebagai tentara sejati dari sang pemimpin dan tentara sejati dari partai serta sebagai jawaban cemerlang atas harapan-harapan tanah air dan rakyat.

Semangat mulia menantang maut dalam membela sang pemimpin—yang diciptakan kaum gerilyawan anti Jepang—telah dipakai sebagai moto mutlak dan sumber mendasar kekuatan rohani serta kekuatan tempur tentara kita, dan telah menjadi sebuah tradisi luhur yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Mengacungkan tinggi-tinggi panji menantang maut dalam membela sang pemimpin terhadap segala sesuatu dan tegas membela jalur kehidupan revolusi chuch’e di garis depan pada hari-hari yang dijunjung maupun pada hari-hari yang disiksa, adalah eksploit (exploit: perbuatan yang berani/luar biasa—Echols-Shadily, 2005) terbesar dari semua ekploit yang telah dilakukan tentara rakyat kita sebelum revolusi.

Sejarah tentara kita—yang bermula dari dua pucuk pistol dan telah tumbuh menjadi tentara yang kuat tiada taranya, membuat para agresor imperialis gemetar—adalah yang belum ada presedennya dalam sejarah pembangunan militer dunia.

Selama periode yang panjang sejak berdiri hingga hari ini, angkatan bersenjata kita telah memiliki seni berperang adikara (almighty, kahar, mahakuasa—Red/Eko Endarmoko, 2006) berbasis chuch’e dan pengalaman meraih kemenangan-kemenangan yang ajek dalam proses melancarkan peperangan gerilya dan regular, serta perang-perang konfrontasionil tanpa bunyi letusan senjata api dan dentuman meriam, serta tumbuh menjadi angkatan bersenjata tangguh berkekuatan  tak terbatas dilengkapi sarana penyerangan dan sarana pertahanan dengan gaya kita yang sepenuhnya mampu membidas (merespons—Red) setiap peperangan modern.

Supremasi teknologi militer bukanlah monopoli imperialis lagi, dan waktunya sudah berlalu untuk selamanya saat-saat musuh mengancam dan mengintimidasi kita dengan bom atom.

Peragaan militer khusuk hari ini akan mengkonfirmasikan dengan jelas hal ini. Tentara kita juga telah meninggalkan jejak yang jelas dalam pembangunan tanah air yang makmur dan perkasa, tidak hanya sebagai pembela tanah air, tetapi juga sebagai kreator kebahagiaan rakyat lantaran kata rakyat terukir pada namanya.

Darah dan keringat tak ternilai dari para perwira tentara rakyat serta orang-orang kita menyusup ke dalam penciptaan monumental yang bangkit di setiap jengkal dan sudut tanah air serta pada sejumlah aset-aset sosialis yang berkontribusi terhadap standar hidup rakyat.

Tentara revolusioner yang perkasa dari Gunung Paektu—yang memiliki harga diri tinggi dan menunjukkan penampiln yang tak terkalahkan penuh kemuliaan, selalu-menang sebagai tentara dari pemimpin, partai, dan rakyat—adalah warisan patriotik terbesar sesungguhnya yang ditinggalkan generalisimo (panglima perang yang juga menjadi kepala pemerintahan—Red/KBBI, 1999) yang agung, dan merupakan keberuntungan dan kebanggaan luar biasa bagi partai dan rakyat kita memiliki sebuah warisan penuh kemuliaan semacam itu.

Lantaran seratus tahun kemenangan TRK yang telah terukir eksis, 100-tahun sejarah chuch’e Korea penuh kemuliaan (juga—Red) eksis. (Maka—Red) sepuluh juta tahun sejarah nasion Kim Il Sung dan Korea Kim Jong Il, sungguh-sungguh terjamin.

Kronik revolusioner maksum (sacred, terpelihara/bebas dari dosa dan kesalahan—Red/KBBI, 1999) dan pencapaian abadi Kamerad Kim Il Sung yang agung dan Kamerad Kim Jong Il yang agung—yang, sementara membuat jalan mereka melalui jalan baru berduri revolusi utamakan-militer, membuka suatu era baru kemerdekaan nasional dan menyiapkan suatu fondasi kokoh yang menjamin kemakmuran akbar dari negara serta kebahagiaan seluruh generasi mendatang—akan berbinar-binar selamanya dalam sejarah tanah air.

Para kamerad, hari ini kita berdiri di daerah aliran sungai sejarah, ketika sebuah abad chuch’e yang baru dimulai. Lebih dari saat-saat mana pun,  justru ini adalah sebuah periode penting dan penuh tanggung jawab di mana kita yang telah belajar revolusi di bawah bimbingan Kim Jong Il harus menetapkan dengan tegas untuk berusaha keras.

Pada peristiwa historis Konferensi Para Wakil Partai keempat dan sidang kelima Majelis Rakyat Agung  yang diadakan beberapa hari lalu, Kamerad Kim Jong Il yang agung telah diberi penghargaan tinggi sebagai pemimpin abadi revolusi kita, sebagai sekretaris jenderal abadi Partai Pekerja Korea, dan sebagai ketua abadi Komisi Pertahanan Nasional dari republik kita.

(Peristiwa—Red) ini mengindikasikan ikhtiar kesetiaan dari partai, tentara dan rakyat kita untuk mewarisi dan menuntaskan hingga akhir maksud revolusioner chuch’e, yang dirintis di Paektu, tanpa sesenti pun menyimpang atau pun satu langkah konsesi, melulu dalam gaya pemimpin dan jenderal kita, di bawah panji terangkat tinggi dari Kimilsungisme dan Kimjongilisme.

Strategi berpandangan jauh ke depan dari revolusi dan kemenangan terakhir kita terbentang di sini yang secara langsung berlanjut sepanjang jalur kemerdekaan, dan jalur utamakan-militer, serta jalur sosialisme yang diungkapkan Kamerad Kim Il Sung yang agung dan Kamerad Kim Jong Il yang agung. Agar kita selamanya memuliakan matabat utamakan-mliter Korea dan keberhasilan mencapai maksud dari pembangunan negara sosialis yang kuat , yang pertama-tama,  kedua, dan ketiga, kita harus memerkuat tentara rakyat kita dengan segala cara.

Tentara rakyat, di masa depan juga harus menjadi pencalang (pengintai musuh—Red/KBBI, 1999) yang andal dari partai revolusi utamakan-militer, sebuah noktah dari dukungan pantang menyerah yang secara gigih menjamin maksud partai yang berlaras senjata, sambil meluku (membajak—Red) lintasan bersalju di garis depan, mengikuti petunjuk partai.

Hal-hal (di atas—Red) yang tidak dapat berubah bahkan dengan berlalunya waktu dan dengan meruntuhkan puluhan ratus generasi, adalah karakteristik revolusioner dari tentara kita, yang berbuat seperti pemimpin dan jenderal kita serta metode perjuangan tentara revolusioner yang perkasa dari Gunung Paektu, yang maju terus mengacungkan tinggi-tinggi bendera merah PPK (Partai Pekerja Korea—Red) sebagai bendera pada pertempuran pertama.

Sejalan dengan tuntuntan perkembangan realitas, perlu untuk mengintensifkan lebih lanjut  kiprah dalam memenangkan gelar Resim Ketujuh O Chung-hu’p, dan memalingkan seluruh tentara ke dalam versi saat ini dari Resim Ketujuh, yang sepenuhnya diisi dengan semangat anti-senjata-dan-bom Jepang.

Tentara rakyat harus menjadi (penjaga—Red) kemurnian ideologis dan kesatuan organisasional secara keseluruhan yang menggabungkan ide-ide, napas, dan langkah-langkah tentara dengan partai, melalui pewujudan sepenuhnya gagasan militer dan garis partai yang berorientasi chuch’e dalam kerja politik pihak  militer serta membangun dengan lebih ketat sistem kepemimpinan revolusioner.

Dengan lebih keras meningkatkan kawah candradimuka (hot wind—Red) dari pelatihan Paektu pada seluruh pasukan, kita harus lebih sungguh-sungguh lagi dalam memersiapkan semua perwira tentara rakyat dan para prajurit sebagai petarung sejati yang telah menguasai strategi dan taktik selalu-menang dari Kim Il Sung dan Kim Jong Il, metode-metode serangan transformatif, dan kemampuan praktis menyeluruh, serta kita harus melengkapi diri kita lebih lanjut dengan aspek-aspek regulasi dari tentara elit revolusioner yang paling kuat, yang gagah berani luar-dalam, disertai disiplin tinggi.

Kemanunggalan tak terkalahkan dari seluruh tentara dipertahankan bersatu di sekeliling partai sebagai salah seorang kamerad seperjuangan dan jutaan serdadu serta rakyat membentuk kesatuan yang harmonis, adalah kekuatan sesungguhnya dari tentara rakyat kita, dan di sini terletak kunci dasar untuk penguatan kekuatan militer.

Menjunjung tinggi slogan “Biarlah seluruh tentara menjadi kamerad-kamerad seperjuangan yang sejati”, tentara rakyat harus membuat bunga kebajikan tradisional kemanunggalan antara para perwira dan para prajurit, lebih merekah, dan seluruh tentara harus menjadi suatu unit  kamerad-kamerad seperjuangan yang sudi mengorbankan darah dan hidup pada jalan tunggal revolusi utamakan-militer.

Para komandan dan para prajurit semuanya sama-sama kamerad-kamerad seperjuangan yang berharga dari panglima tertinggi.

Apa yang kita percayakan bukanlah pada roket atau persenjataan dan perlengkapan modern lainnya, lamun pada para prajurit kesayangan kita.

Para komandan hadir untuk para prajurit dan panglima tertinggi juga hadir untuk para prajurit. Seluruh komandan harus mengadopsi sebagai sifat mendarah daging mereka, yang tulus mengurusi para prajurit dengan perasaan seorang kakak lelaki, kakak perempuan , atau kamerad seperjuangan yang sejati, dan melakoninya lagi dan lagi untuk para prajurit itu hingga sepatu-sepatu mereka jebol.

Kemanunggalan rakyat-tentara adalah akar dari masyarakat kita dan fondasi terbesar revolusi utamakan-militer. Tentara rakyat harus memimpin dan menjadi pendahulu sepanjang waktu juga dalam mengkonsolidasikan kemanunggalan besar antara tentara dan rakyat yang sekokoh batu karang, menggantikan tradisi para partisan anti-Jepang.

Tentara rakyat kami harus terus maju, menjunjung tinggi slogan, ayolah kita bantu rakyat, seru jenderal yang agung. Para perwira dan para prajurit tentara rakyat, harus memenuhi tugas mereka sebagai tentara dari rakyat dengan melakukan perbuatan yang lebih baik bagi rakyat, seperti mereka mengurusi para orang tua dan saudara-saudara mereka sendiri, dan seperti mereka menata halaman rumah mereka sendiri.

Ini tekad bulat partai kita untuk membiarkan rakyat kita yang adalah terbaik di dunia—rakyat kita yang telah mengatasi seluruh rintangan dan cobaan untuk menegakkan partai dengan setia—tidak lagi mengencangkan ikat pinggang mereka dan menikmati kekayaan dan kemakmuran sosialisme sebanyak yang mereka suka.

Kita juga harus menumbuhkan dengan baik benih berharga yang Kamerad Kim Jong Il yang agung taburkan untuk membangun sebuah negara yang kuat secara ekonomi dan memerbaiki mata pencaharian rakyat dan membimbing mereka untuk mekar seperti sebuah realitas penuh kemuliaan.

Penambahan revolusi industri abad baru terhadap kemanunggalan satu-hati dan kekuatan militer tak terkalahkan, tak lain adalah sebuah (wujud–Red) negara sosialis perkasa. Kita harus memulai dengan pembangunan komprehensif negara yang kuat secara ekonomi dengan kayu bakar yang lebih keras, (sehingga—Red) berkobar api revolusi industri abad baru dan berkobar api di Provinsi Hamgyong Selatan (salah satu kotanya, Tanchon, pada 100 tahun kelahiran Kim Il Sung ini pelabuhan lautnya yang modern dinyatakan selesai—Red/http://www.nknews.org/2012/05/tanchon-port-reconstruction-completed/).

Para perwira dan para perajurit tentara rakyat harus melakukan suatu terobosan di dalam derap kemajuan besar, terus menunjukkan kekuatan tentara revolusioner yang perkasa, yang mafhum tak ada yang mustahil dalam setiap ajang pertempuran besar untuk pembangunan sebuah negara yang kuat secara ekonomi serta memerbaiki mata pencaharian rakyat.

Seluruh fungsionaris, para anggota partai, dan rakyat pekerja harus mengikuti sifat perjuangan dan karakteristik kreatif tentara rakyat, yang selesai pada nafas (ketika—Red) memutuskan untuk melaksanakan—(bahkan—Red) dengan hebat menimbulkan kawah candradimuka—inovasi besar dan lompatan besar yang bertahan sepanjang zaman di segenap front pembangunan sosialis.

Bagi partai kita dan pemerintah Republik yang memertimbangkan pembangunan negara yang kuat dan perbaikan mata pencaharian masyarakat menjadi tujuan umum, perdamaian tidak bisa lebih berharga. Lamun, martabat bangsa dan kedaulatan negara lebih berharga.

Untuk menjaga martabat  dan kedaulatan Republik kita bagaikan dinding besi dan membela perdamaian sejati dan keamanan negara, seluruh perwira dan prajurit tentara rakyat harus sungguh-sungguh menjamin dengan laras senjata, (sementara—Red) maksud partai kita membangun sebuah negara kuat pada suatu postur mobilisasi serangan penuh tanpa kehilangan karakter revolusioner sejati, kapan pun.

Sungguh menyedihkan bahwa saudara -saudara kita menderita kepedihan akibat pemisahan hampir 70 tahun setelah hidup untuk waktu yang lama sebagai satu bangsa di tanah yang sama.

Partai kita dan pemerintah Republik akan jalan bergandengan tangan dengan siapa saja yang benar-benar menginginkan reunifikasi negara dan kemakmuran damai bangsa dan melakukan upaya-upaya yang bertanggung jawab serta penuh kesabaran untuk menyelesaikan penyebab bersejarah reunifikasi tanah air itu.

Para kamerad. Tujuan kita adalah keadilan dan keperkasaan Korea yang bersatu dengan kebenaran tak terbatas. Kita pasti akan menang seperti halnya Kamerad Kim Il Sung dan Kamerad Kim Jong Il yang selalu hidup di hati seluruh perwira dan prajurit tentara rakyat dan segenap rakyat, memberkati masa depan kita yang cerah; lantaran kita memiliki tentara revolusioner kuat dari Gunung Paektu dan kemanunggalan besar tak terkalahkan antara tentara dan rakyat; serta selama ada rakyat beriman yang menegakkan maksud dari partai dengan hati nurani dan loyalitas.

Saya ingin menjadi kamerad seperjuangan yang selalu sudi mengorbankan hidup dan mati serta takdir bersama para kamerad di jalan revolusi utamakan-militer yang maksum dan ingin memenuhi tanggung jawab saya terhadap tanah air dan revolusi dengan berpegang teguh pada perintah Kamerad Kim Jong Il yang agung.

Marilah kita semua bersatu padu dan bertarung secara gagah perkasa dengan satu pikiran dan satu hati seperti laiknya keturunan dari pemimpin besar serta laiknya para pejuang dan para murid dari jenderal besar.

Bendera matahari Kamerad Kim Il Sung yang agung dan Kamerad Kim Jong Il yang agung akan selamanya berkibar di barisan terdepan peringkat revolusioner kita yang menampilkan hanya kemenangan dan kehormatan serta akan terus mendorong dan menggerakkan kita menuju sebuah kemenangan baru.

Bergeraklah maju menuju kemenangan akhir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s