Teks Lengkap

Pidato Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe

pada

Acara Debat Umum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SU PBB) ke-66

Disampaikan di New York pada 22 September 2011

.

Sumber: New Zimbabwe, 22/09/2011 00:00:00

Mengacu pada blog BJ Murphy The prison gates are open …, http://redantliberationarmy.wordpress.com/2011/09/24/president-mugabes-full-speech-to-the-u-n-general-assembly-september-23-2011/#comment-7062

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

.

Yang Mulia Bapak Nassir Abdulaziz AI-Nasser, Presiden Sidang Umum PBB ke-66.

Yang Mulia Para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan

Yang Mulia Bapak Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB

Yang terhormat Para Delegasi, Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak, para Kamrad serta Kawan-kawan

Bapak Presiden,

Pada kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan selamat atas terpilihnya Bapak sebagai Presiden Sidang Umum PBB ke-66. Delegasi kami yakin bahwa di bawah kemampuan kepemimpinan Bapak, Sidang Umum akan berhasil membicarakan isu-isu mendesak agenda Sidang saat ini. Saya juga menyampaikan penghargaan pada pendahulu Bapak, Bapak Joseph Deiss, atas keberhasilannya menangani kerja majelis Agustus (August house–Red) ini pada Sidang ke-65.

Bapak Presiden,

Saya ingin menyampaikan selamat kepada Sekretaris Jenderal, Ban Ki-moon, atas terpilihnya kembali untuk masa jabatan kedua. Kami tetap berharap, Sekretaris Jenderal, akan bekerja keras menuntun PBB pada pendekatan multilateral yang terbuka, transparan, dan inklusif. Pendekatan semacam itu, saya percaya, akan memerbarui dan menyegarkan harapan-harapan dan ekspetasi-ekspetasi dari negara-negara berkembang dalam keampuhan badan dunia. Zimbabwe menaruh harapannya pada PBB yang mengakui kesamaan hak dari negara-negara berdaulat sebagaimana diabadikan dalam Piagam pendirian.

Bapak Presiden,

Saya ingin menyampaikan dengan hati yang tulus selamat kepada Republik Sudan Selatan yang mencapai kemerdekaan dan selanjutnya diakui  sebagai anggota ke-193 keluarga PBB. Sebagaimana kita memberi selamat kepada negara baru ini, Zimbabwe menyerukan pada komunitas internasional untuk menyumbangkan semua dukungan yang diperlukan kepada pemerintahan dan rakyatnya dalam memecahkan sejumlah tantangan-tantangan pengembangan ke depannya. Zimbabwe siap untuk memberikan kontribusi sederhana untuk tujuan tersebut.

Bapak Presiden,

Tema , “Peran mediasi dalam penyelesaian pertikaian,” sangatlah tepat. Tetapi, bagaimana kita, para anggota PBB, mengukur hal tersebut dalam kaitannya dengan aktivitas kita di sini di PBB dan di luar sana dalam dunia riil?

Telah menjadi pandangan hakiki saya bahwa kita harus terikat pada tugas dan kehormatan untuk melaksanakan prinsip-prinsip di mana Piagam PBB dialaskan. Kita harus tidak merasa bersalah dalam memanipulasi Piagam itu untuk melayani rancangan-rancangan dan ambisi-ambisi kita yang khusus atau setempat. Piagam itu adalah perangkat perintah-perintah kita yang harus dipatuhi dengan ketat oleh masing-masing orang dan setiap anggota bilamana perdamaian internasional dan regional ingin dipertahankan.

Kita tidak bisa secara jujur mengatakan ini adalah keadaan hari ini terkait negara-negara NATO versus Libia. Apapun gejolak-gejolak politik yang pertama terjadi di Bengazi, proses mediasi dan negosiasi damai tidak pernah berperan sepenuhnya. Yang secara sengaja dan terus terang dikeluarkan dari pengaruh pergantian positif atas perkembangan. Telah terjadi usaha cepat untuk menyerukan Pasal VII dari Piagam dengan kesengajaan interpretasi keliru yang mencolok atas lingkup dari mandat yang sejatinya diberikan kepada NATO untuk menjaga dan melindungi penduduk sipil.

Bapak Presiden,

Kebencian-kebencian dan pertikaian-pertikaian bilateral atau motif-motif tersembunyi harus tidak dibolehkan merangkak ke dalam konsideran atas hal-hal yang terkait ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, atau atas prinsip Bertanggung Jawab untuk Proteksi (Responsibility to Protect, R2P–Red).

Kita sekarang yakin bahwa keterlibatan negara-negara kuat dalam peristiwa Libia tidak dapat menghalangi kedatangan proses perdamaian, demokrasi dan kemakmuran di negeri saudara perempuan orang Afrika itu.

Uni Afrika (African Union, AU–Red) kami, tidak pernah berpikir untuk menjatuhkan seorang pemimpin sesama saudara rakyat Libia seperti negara-negara NATO yang secara ilegal coba lakukan. Paling tidak, Uni Afrika bermaksud menggabungkan prinsip-prinsip para anggota majelis agustus ini yang lebih sudi genjatan senjata segera dan dialog damai di Libia.

Uni Afrika sudah dan akan tetap menggunakan kesempatan sepenuhnya atas krisis ini dan tak akan menyisakan energi dalam melengkapi sepenuhnya PBB, sehingga perdamaian dikembalikan kepada Libia dan rakyatnya yang tersiksa. Kami berharap proses itu dalam perlindungan dan rida Tuhan (God’s speed–Red).

Bapak Presiden,

Prinsip yang dibentuk secara baru dari R2P hendaknya tidak dipelintir menjadikannya tameng untuk prarencana penyalahgunaan kekerasan prinsip nonintervensi internasional yang suci itu dalam masalah-masalah domestik negara-negara, karena dengan berbuat demikian sama saja suatu tindakan agresi dan destabilisasi atas sebuah negara berdaulat.

Terlebih, dalam menerapkan prinsip itu secara memilah-pilah dan sewenang-wenang semata, membantu merusak akseptabilitasnya yang secara umum itu.

Memang, lebih dari negara-negara lain, seluruh lima anggota tetap Dewan Keamanan mengemban suatu tanggung jawab sangat besar dalam kaitannya untuk menjamin bahwa previlese historis mereka digunakan lebih untuk melindungi Piagam PBB ketimbang untuk melanggarnya seperti apa yang terjadi saat ini di Libia melalui pengeboman-pengeboman keji NATO yang terang-terangan, ilegal, brutal, dan tak berperasaan.

Setelah lebih dari dua puluh ribu sorti (serangan dadakan—Red/Echols-Shadily, 2005) pengeboman NATO  yang menargetkan kota-kota Libia termasuk Tripoli, di sana kini terjadi pertarungan luar biasa dan sangat aib oleh beberapa negara NATO untuk minyak Libia, menunjukkan bahwa motif sebenarnya agresi mereka atas Libia adalah untuk mengontrol dan memiliki sumber bahan bakar minyak berlimpah. Sungguh memalukan!

Kemarin, Irak dan Bush dan Blair adalah para pembohong dan agresor ketika  mereka membuat pernyataan tak berdasar atas kepemilikan senjata pemusnah massal. Kini, negara-negara NATO adalah para pembohong dan agresor ketika mereka membuat pernyataan serupa yang tak berdasar atas perusakan kehidupan sipil oleh Kadhafi.

Bapak Presiden,

Ketika kami di Zimbabwe mencari untuk memerbaiki penyakit kolonialisme dan rasisme dengan mendapatkan sepenuhnya sumber-sumber daya alam kami terutama tanah dan mineral kami, kami sudah dan tetap menjadi subjek fitnahan tak terkirakan serta sanksi ekonomi merusak, alasan-alasan gadungan tanpa bukti itu merupakan kekerasan atas hukum, hak asasi manusia, dan demokrasi.

Rakyat kami mengutuk sanksi ilegal ini dan saat ini lebih dari dua juta tandatangan para pemrotes yang menunjukkan antipati mereka. Kami berterima kasih kepada SADC (Southern African Development Community—Red) dan AU untuk dukungan pada kami serta tuntutan penghapusan segera sanksi ilegal itu.

Bapak Presiden,

Kami di Afrika juga patut prihatin atas aktivitas Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court, ICC—Red) yang tampaknya hadir hanya untuk yang diduga keras bersalah dari negara berkembang, mayoritas mereka adalah orang Afrika. Para pemimpin Negara-Negara Barat kuat yang bersalah atas kejahatan internasional seperti Bush dan Blair, secara ajek pengadilan membuta (given blind eye–Red). Keadilan pilih kasih mengikis kredibilitas ICC di benua Afrika.

Bapak Presiden,

Negara kami terus melanjutkan kerja sama dengan negara-negara lain untuk suatu revitalisasi Sidang Umum. Namun, ambisi kami juga meluas sampai pada kebutuhan untuk mereformasi Dewan Keamanan. Seruan Afrika untuk sedikitnya dua kursi tetap bagi keanggotaannya di Dewan Keamanan telah berlangsung ajek selama beberapa dekade. Afrika tidak bisa tinggal hanya sebagai satu-satunya region tanpa keanggotaan tetap di Dewan Keamanan.

Bapak Presiden,

Krisis ekonomi global saat ini dan krisis finasial yang menyertainya melipatgandakan kesulitan pada kami, negara-negara berkembang, yang sebagian besar rentan. Arsitektur finansial dan ekonomi internasional saat ini tengah direformasi dan dibuat membidas (merespons–Red) tepat waktu atas kebutuhan riil rakyat kami. Situasi tersebut menantang kemampuan kami, dunia berkembang,  untuk mencapai Tujuan Pengembangan Milenium (Millenium Development Goals—Red).

Bapak Presiden,

Berhubung kita memeringati hari lahir ke-10 Deklarasi Durban dan Rencana Aksi (Durban Declaration and Plan of Action, DDPA–Red) melawan rasisme, xenophobia (kebencian terhadap orang asing—Red/Badudu), dan penyakit sosial terkait lainnya, marilah kita berkomitmen ulang pada diri kita untuk memerangi dan mengalahkan para iblis ini.

Bapak Presiden,

Negara kami mendukung sepenuhnya hak rakyat Palestina yang gagah perkasa untuk kenegaraan dan keanggotaan organisasi PBB ini. PBB harus menjadi kredibel dengan menyambut menjadi anggota keluarga, seluruh mereka yang haknya dalam mencapai independensi berdaulat serta kemerdekaan dari pendudukan dan kolonialisme adalah abash.

Hal yang serupa, rakyat tersiksa dari Republik Demokrasi Arab Saharawi, tak boleh dilupakan. Kami menyerukan perkembangan segera atas janji untuk suatu solusi terhadap hikayat perjalanan panjang mereka.

Konferensi Para Pihak (Conference of the Parties, COP—Red) jelang akhir tahun ini adalah sebuah peristiwa penting dari mana kita harus muncul dengan ukuran-ukuran yang disepakati untuk menyampaikan masalah-masalah perubahan iklim dan bagaimana mengurangi ancaman, juga secara khusus terhadap keberadaan negara-negara pulau-kecil, dan terhadap kawasan pantai dari banyak negara-negara berpenduduk-padat. Zimbabwe akan ikut serta dalam negosiasi-negosiasi itu.

Baiklah saya ulangi pernyataan, bahwa negara saya percaya penuh pada aspirasi yang diabadikan dalam Piagam PBB. Kita semua harus menolak setiap penyalahgunaan yang hal itu diekspose melalui sikap tak bersahabat dari beberapa gelintir anggota. Negara saya merayakan entitas PBB-Perempuan yang merupakan posisi dari setengah lebih umat manusia di seluruh negeri-negeri kita.

Uni Afrika  tidak harus merusak, malahan, harus membiarkan agar terlengkapi upaya-upaya PBB atas perdamaian dan keamanan di kontinen. Zimbabwe adalah anggota cinta damai dari AU, SADC, COMESA (Common Market for Eastern and Southern Africa–Red), NAM (Non-Aligned Movement–Red) dan banyak lagi organisasi ekonomi dan perdagangan internasional lainnya dan karena itu berkeinginan terus-menerus memainkan bagiannya dalam menciptakan perdamaian di dunia. PBB dapat menghitung dukungan tak berbobot dari Zimbabwe saat dibutuhkan, bahkan bila hanya dengan cara sederhana kami.

Perkenakan saya, Bapak Presiden, menyampaikan sukses, selalu, pada Sidang Umum PBB ke-66.

Saya ucapkan terima kasih.

RGM/gm

ooOoo


One response »

  1. Yes … layak menjadi Pemimpin …

    Redaksi Dasar Kita

    Akur nagobelit. Layak jadi pemimpin Zimbabwe bahkan kelompok Dunia Ketiga yang dominan miskin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s