Kebangkitan Kembali Komunisme Rusia

.

Oleh Heiko Khoo

.

Sumber: Blog BJ Murphy The prison gates are open … , December 8, 2011, The revival of Russian Communism  

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

[Alamat link  tulisan versi Indonesia ini dicantumkan di blog BJ Murphy di halaman yang memuat tulisan Heiko Khoo dimaksud seperti pada sumber yang tercantum di atas — Red DK]

Telah lima puluh tahun sejak Yuri Gagarin menempatkan manusia di jagat raya, dan dua puluh tahun sudah sejak keruntuhan Uni Soviet. Kedua peristiwa ini memainkan peran menentukan pada nasib umat manusia.

Maka kebangkitan kembali kaum komunis Rusia yang beruntung dalam pemilihan parlemen baru-baru ini hendaknya dilihat sebagai sebuah peristiwa global yang signifikan. Bu sangar Madeleine Albright, mantan Menteri Luar Negeri AS, mengeluhkan berlanjutnya kekuatan “komunis garis-keras”, yang dukungannya (kepada kaum komunis—Red) didasarkan pada ketidakpuasan populer dengan konsekuensi dari pembubaran URSS (Uni Republik Sosialis Soviet—Red).

Kemunduran ekonomi dimulai pada 1991 dan memerlukan sepuluh tahun sebelum ekonomi Rusia kembali ke tingkat produksi yang sama. Selama waktu ini massa rakyat dimiskinkan, dan kemakmuran yang dihasilkan oleh darah dan keringat para pekerja Rusia dikecohkan dari tangan mereka lewat sarana seperti privatisasi massal berbasis-kupon (voucher-based), yang diikuti pengalihan lebih luas aset-aset miliki negara ke tangan swasta. Hasilnya ini berada di segelintir oligarki kecil yang memeroleh kepemilikan pribadi atas sumber-sumber daya alam negara dan monopoli-monopoli. Kelas pebisnis terlibat dalam pelarian modal besar-besaran, pencucian uang mereka lewat pasar-pasar Barat.

Akhir dari kolektivisme dan meningkatnya kapitalisme bergerak bagaikan sebuah epedemi yang menerpa negara, negara-negara bekas komunis menjalani krisis kematian masa damai dunia yang terburuk dalam 50 tahun terakhir, menghasilkan tambahan jutaan orang lelaki yang meninggal pada tahun 1990-an. Dibanding hari ini, harapan hidup di Rusia di bawah apa yang terjadi pada 1961, ketika Gagarin terbang ke angkasa luar dalam era pengharapan, kolektivisme dan bermartabat.

Pada 1961, Partai Komunis Uni Soviet merencanakan untuk menyusul AS pada 1980, dengan meletakkan dasar bagi 6-jam kerja per hari, rumah, transportasi, energi gratis dan sebuah masyarakat yang berkelimpahan. Mimpi awal 1960-an itu tidak terwujud, karena nasionalisasi-berlebihan pada ekonomi, dikombinasikan dengan struktur birokrasi terkait dari koordinasi ekonomi, yang menimbulkan kelesuan serta sifat pasif ketimbang dinamisme dan motivasi. Harga tidak bereaksi terhadap rangsangan pasar, dan kualitas serta kuantitas yang buruk dari barang-barang konsumen memerkuat suatu kecenderungan menuju kelesuan sosial secara umum. Ketika kapitalisme berkuasa pada 1990-an, manfaat-manfaat sosial dari sistem perencanaan universal di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan,  dan pengembangan ilmu pengetahuan, secara sistematik dihapuskan; perlawanan terhadap pengrusakan ini minimal.

Pemerintahan di bawah Presiden Yeltsin melakukan apa saja untuk membantu penjarahan sumber-sumber daya nasional, mengklaim bahwa shock therapy  diperlukan untuk memercepat install sebuah kelas berkuasa baru, kuatir bahwa perubahan gradual akan memprovokasi kaum Komunis kembali. Pada pemilihan presiden 1996, rombongan oligarki memobilisasi finansial dan sumber-sumber daya mereka untuk memastikan bahwa Yeltsin menorehkan kemenangan atas calon kaum Komunis Gennady Zyuganov. Kecurangan yang ditebarluaskan membantu kemenangan elektoral ini, tetapi para pemimpin Barat tidak mengungkapkan apa-apa tentang hal ini dan menyatakan pemungutan suara itu ‘bebas dan adil’.

Keruntuhan ekonomi pada 1998, bertalian dengan krisis finansial Asia, memerlihatkan devaluasi mata uang Rusia dan ambruknya tabungan. Yeltsin lengser pada 1999, menyerahkan jabatan Presiden kepada Vladimir Putin, yang memimpin di tengah era ledakan (booming—Red) pendapatan negara. Ia menata kembali relasi antara kekuatan politik dan para oligarki dengan tuntutan para miliuner itu agar menahan diri dari oposisi politik langsung. Didukung kenaikan harga energi, PDB (pendapatan domestik bruto—Red) Rusia kembali ke tingkat 1991 pada 2001 dan kemudian mendekati dua kali lipat, sebelum dihantam krisis ekonomi 2008. Pertumbuhan ekonomi, membawa perbaikan nyata dalam standar kehidupan, pengurangan pengangguran dan mengurangi separuh dari jumlah mereka yang hidup dalam kemiskinan.

Meski demikian, pertumbuhan sangat tidak seimbang, dan hasil dari pertumbuhan ini terdistribusi secara tidak merata. Dua puluh dua oligarki memiliki $ 216 milyar, sementara 80 persen tenaga kerja berpenghasilan kurang dari $ 250 per bulan. Provisi (ketentuan/kelengkapan—Red) fasilitas-fasilitas perawatan kesehatan, pendidikan, transportasi dan riset ilmiah adalah sebuah bayang-bayang pucat dari apa yang terjadi pada masa Soviet dulu.

Pada akhir 1980-an, terlihat bahwa sistem Soviet sama sekali tidak berjalan dan bahwa tingginya tingkat investasi dalam provisi sosial secara ekonomis tak berkelanjutan. Dua puluh tahun kemudian, Tiongkok  membuktikan bahwa sebuah Partai Komunis yang berkuasa dapat secara kontinyu mengembangkan ekonomi, memodernisasi infrastruktur serta memerbaiki standar kehidupan riil. Massa rakyat Rusia dan pemimpin Partai Komunis Rusia sadar betul akan hal ini.

Sekalipun  pemilu pada 4 Desember dilakukan dengan curang,  suara untuk Partai Komunis yang berlipat dua hingga 20 persen mengindikasikan bahwa kemenangan pemilihan langsung, kini sebuah prospek yang dapat diramalkan. Kunci dari kemenangan itu terletak pada kapasitas Partai menggembleng ketidakpuasaan masyarakat dan menambatkannya dalam perjuangan massa rakyat sehari-hari.

Untuk mencapai tujuan ini, Partai Komunis harus berpikir akbar. Tugasnya bukan untuk melanjutkan sanjungan Soviet jaman dulu atau salah seorang pemimpinnya, tetapi untuk menyusun rencana konkrit dalam mereorganisasikan masyarakat melalui cara-cara demokratis dan sosialis. Di pabrik-pabrik yang terancam privatisasi serta kota-kota yang membutuhkan regenerasi, rencana pengembangan alternatif harus dielaborasikan. Rencana tersebut dapat dikerjakan secara detail oleh kaum Komunis, para aktivis serikat buruh, dan lain-lain para representatif yang terpilih secara demokrasi dari massa rakyat, di kota-kota, desa-desa dan daerah-daerah seluruh Rusia. Dalam proses ini, badan-badan usaha milik negara dan lembaga-lembaga pemerintah baik lokal maupun nasional Tiongkok harus dihubungi untuk membantu melengkapi tenaga-tenaga ahli dan sumber-sumber daya untuk mengelaborasikan suatu rencana kolaborasi, pengembangan dan progres Tiongkok-Rusia yang komprehensif. Lalu kaum Komunis dapat mempresentasikan rencana-rencana ini kepada para pemilih sebagai dasar strategi ekonomi kaum sosialis.

Program Partai Komunis Federasi Rusia dan pidato-pidato serta tulisan-tulisan dari pemimpinnya Gennady Zyuganov, merupakan seruan untuk nasionalisasi bank-bank dan seluruh industri strategi, serta untuk restorasi kualitas universal dan dunia; pendidikan, perawatan kesehatan dan riset ilmiah gratis. Kemerosotan otoritas representatif politik kapitalisme Rusia memberikan pada kaum Komunis Rusia peluang untuk menunggangi gelombang ketidakpercayaan, membuyarkan citra tak terkalahkan yang Vladimir Putin dan rombongannya mencoba menggarapnya. Bila kaum Komunis terlihat lebih demokratis, lebih dekat pada massa rakyat, serta mampu menyaingi tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok, dukungan mereka akan meningkat dan sebuah Soviet Rusia yang modern dan berhasil dapat dilahirkan.

 ooOoo

Catatan Redaksi Dasar Kita

Terkait:

Simak/klik hlm 15b. BJ Murphy: Sebuah Analisis Marxis-Leninis atas Pemilu Duma Negara Rusia dan Oposisi “Jingga”

 

2 responses »

  1. Ping-balik: The revival of Russian communism « The prison gates are open…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s