Warita/Risalah Khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Terbarui Maret ’14

Gema Praksis Jati Diri-Dasar Kita ala Jokowi-Ahok

Blog Dasar Kita murni nirprofit, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk secara personal dengan pejabat/para pejabat terkait apalagi dengan Bang Jokowi maupun Bang Ahok; ini semata karena kepemimpinan  mereka menurut hemat kami sangat pancasilais juga sangat menginspirasikan bagi perjuangan kemerdekaan jilid 2

Di-crop dari foto Robertus Belarmus (klik)

Di-crop dari foto Robertus Belarminus, Kompas.com, 1/7/2013

_________________________________________________

.

Jokowi: Banyak Warga Ingin Kampung Deret

.

Sumber: Kompas.com, 7/4/2014

.
Senin, 7 April 2014 | 14:50 WIB

.

KOMPAS.com/Fitri Prawitasari Pembangunan Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan sudah mendekati tahap rampung. Tembok dan atap bangunan sudah mulai terpasang. Beberapa tembok terlihat sudah di cat seragam pada rumah yang berbentuk deret, Selasa (18/3/2014).

KOMPAS.com/Fitri Prawitasari–Pembangunan Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan sudah mendekati tahap rampung. Tembok dan atap bangunan sudah mulai terpasang. Beberapa tembok terlihat sudah di cat seragam pada rumah yang berbentuk deret, Selasa (18/3/2014).

.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, banyak warga yang menginginkan lingkungannya dijadikan kampung deret. Sebab, mereka sudah memahami konsep kampung deret.

Mereka juga telah melihat keberhasilan pembangunan kampung deret sebelumnya, seperti di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, dan Petogogan, Jakarta Selatan.

“Dulu, mereka (warga) mikirnya mau bangun kampung deret itu digusur dulu, karena belum ada kepercayaan kepada Pemprov DKI. Kalau sekarang sudah percaya dan yang mengantre banyak sekali,” kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Senin (7/4/2014).

Masih banyak permasalahan yang ada di kampung deret, misalnya saja, pembangunan kampung deret di Jakarta Timur yang memicu warga untuk menambah bangunan.

Akhirnya, tak sedikit warga yang harus merogoh kantong lebih dalam untuk merenovasi rumah. Sebab, dana yang dialokasikan Pemprov DKI sebesar Rp 54 juta tidak cukup untuk membiayai renovasi itu.

Jokowi menjelaskan, alokasi dana itu telah diperhitungkan secara matang, misalnya untuk mengecat rumah, perbaikan lingkungan, perbaikan jalan, serta membuat sanitasi atau septic tank.

“Kalau lihat fakta di lapangan, mau buat septic tank, dari delapan rumah, lima rumah mau buat septic tank, sisanya tidak mau. Sekarang, semua warga mau berembuk,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, apabila warga menemukan kesulitan dalam pelaksanaan program ini, lebih baik untuk dimusyawarahkan bersama ketua RT atau RW setempat.

Pemprov DKI pun telah membuat tim pengawas untuk mengontrol program tersebut. Ia berharap berbagai masalah yang muncul dapat memperkuat management controlling.

.

Penulis: Kurnia Sari Aziza

Editor  : Kistyarini

ooOoo

.

Catatan Redaksi Dasar Kita (Dikutip utuh dari warita serupa tentang Kampung Deret hlm 42f)

Alasan Redaksi memuat utuh warita Kompas.com ini adalah untuk memerbarui kabar seputar Kampung Deret. Dalam hal ini Johar Baru sebagai Kampung Deret pertama yang berhasil dibangun Pemprov DKI Jakarta. Menyusul Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan. Sebagai bagian dari 27 Kampung Deret perioritas pertama.

Tetapi lebih dari itu, poin penting lainnya adalah menyangkut perubahan mentalitas atau perilaku warga Kampung Deret—seperti halnya para pengguna jasa PT KAI Commuter Jabodetabek. Hal yang Redaksi coba angkat dalam membidas (merespons) 17 poin rekomendasi Rakernas PDI-P pada 2013 yang lalu.

Juga kaitannya dengan keyakinan Redaksi bahwa Indonesia akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan tugas pertama beliau batalkan demi hukum UUD 2002 plus diamendemen pada greget Tri Tunggal (Pembukaan-Batang Tubuh-Penjelasan) UUD 1945 (mengacu Prof Dimyati Hartono: Restorasi Indonesia). Hal yang menjadi tantangan tersendiri untuk PDI-P. Yang hemat Redaksi masih belum menghampiri pikiran-pikiran Soekarno secara materialis. Salah satu pendekatan yang justru membuat Soekarno ajek melawan penjajah sejak muda hingga ajal menjemput.

.

Warita terkait:

32a Hari Buruh…Imperialisme Versi James Petras-Coen Husain Pontoh

33a Hari Buruh…Imperialisme Versi James Petras-Coen Husain Pontoh…4 Pilar Kebangsaan…

34c Inilah 27 Kampung yang Akan Direnovasi Pemprov DKI (Kompas.com)

36a Sebuah Bidasan atas 17 Poin Rakernas PDI-P 2013

37a Sebuah Bidasan atas 17 Poin Rakernas PDI-P 2013 (Bagian Kedua)

38a Sebuah Bidasan atas 17 Poin Rakernas PDI-P 2013 (Bagian Ketiga/Habis)

39a Poin-Poin Renungan Akhir Tahun Menyongsong Pemilu 2014

42a Tugas Pertama Presiden Jokowi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s