Jokowi: Indonesia Kehilangan JS Badudu, Pengabdiannya Jadi Teladan Kita

.

.

dk-70d-feb 2016-Badudu meninggal

INSTAGRAM ANANDA BADUDU — JS Badudu

.

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung Jusuf Sjarif Badudu atau dikenal sebagai J.S. Badudu.

Bangsa Indonesia kehilangan J.S. Badudu. Sepanjang hidupnya diabdikan untuk bahasa Indonesia. Pengabdiannya jadi teladan kita bersama -Jkw,” kata Jokowi lewat akun twitternya @jokowi, Minggu (13/3/2016).

.

dk-feb 2016-70e-terbarui-badudu wafat

.

Sementara itu, seperti dikutip Antara,Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Dadang Sunendar mengatakan, sepanjang hidupnya, JS Badudu ingin masyarakat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.”Beliau berharap pengajaran Bahasa Indonesia tidak hanya dari tingkatan sarjana sampai doktoral, tetapi sedari dini,” ujar Dadang.

Oleh karena itu, pendidikan bahasa sejak dini harus diperkuat melalui promosi di televisi dan media massa. (baca: Kemendikbud Berduka atas Wafatnya JS Badudu)

“Kami terus berupaya agar masyarakat memiliki kebanggaan menggunakan bahasa yang baik. Serta meningkatkan Bahasa Indonesia ke dunia internasional, sehingga meningkatkan daya saing bangsa,” kata dia.

Kemendikbud pada tahun ini, akan meluncurkan gerakan Bahasa Indonesia yang ditujukan kepada generasi muda, terutama anak muda yang tak lepas dari gawai. Sehingga harapan dari JS Badudu bisa terwujud.

JS Badudu meninggal Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung akibat stroke pada Sabtu (12/3/2016) pukul 22.10 WIB. (baca: JS Badudu Mengabdi untuk Bahasa Indonesia sejak Usia 15 Tahun)

Dadang mengatakan, nama JS Badudu sangat disegani dalam bidang kebahasaan, tidak hanya tingkat nasional, tetapi juga internasional karena kiprahnya dalam membawa marwah Bahasa Indonesia ke tingkatan yang paling tinggi.

JS Badudu dikenal masyarakat sebagai pembawa acara “Pembinaan Bahasa Indonesia” yang rutin ditayangkan oleh TVRI.

JS Badudu juga aktif menulis belasan buku dan yang paling terkenal adalah Pelik-Pelik Bahasa Indonesia, penelitian bahasa, serta sejumlah kamus Bahasa Indonesia.

.

Penulis : Sandro Gatra

Editor   : ANTARA

ooOoo

Iklan