Palmyra Dibebaskan: Gambar-Gambar Pertama Situs Warisan Kuno Tersebut  yang Dibebaskan dari ISIS (FOTO)

.

Sumber: RT

 Waktu Publikasi: 28 Maret 2016 Pk 00.10

Waktu Sunting: 28 Maret 2016 Pk 09.44

.

Dibahasaindonesiakan oleh Redaksi Dasar Kita

.

dk-71b-1 Palmyra-1

© Mikhail Voskresensky / Sputnik

Foto-foto pertama dari Situs Warisan Dunia UNESCO Palmyra, sejak pembebasan dari para teroris Negara Islam telah membangkitkan harapan bahwa arsitektur yang unik dari kota Suriah kuno itu dapat direstorasi.

BACA LEBIH LANJUT: ‘Harapan di hati kita’: Kepala barang antik Suriah mengatakan para ahli sedang menilai kerusakan di Palmyra dalam beberapa hari. [READ MORE: ‘Hope in our hearts’: Syrian antiquities chief says experts to assess damage in Palmyra within days — Red DK]

dk-71b-1 Palmyra-2

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

Palmyra atau “Kota Palem,” sebuah situs warisan udara terbuka yang terletak di Provinsi Homs sekitar 200 km dari ibukota Suriah Damaskus, akhirnya menikmati momen-momen perdamaian pada hari Minggu [27/3/2016 – Red DK] setelah dibebaskan dari kelompok teror Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS / ISIL) oleh tentara Suriah dengan dukungan serangan udara Rusia.

BACA LEBIH LANJUT: tentara Suriah merebut kembali Palmyra dari ISIS [READ MORE: Syrian army retakes Palmyra from ISIS — Red DK]

dk-71b-1 Palmyra-3

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

Salah satu situs budaya yang paling penting dari dunia kuno, kota yang dikenal sebagai “Oasis Gurun Suriah” [“Oasis of the Desert Suriah” – Red DK] direbut oleh IS pada bulan Mei tahun lalu, dan menjadi saksi kekejaman teroris yang mengerikan selama penguasaan sepuluh bulan mereka.

BACA LEBIH LANJUT: citra-citra mengerikan menunjukkan ISIS ‘menghancurkan’ kuil Palmyra kuno Suriah (FOTO) [READ MORE: Harrowing images show ISIS ‘demolishing’ Syria’s ancient Palmyra temple (PHOTOS) — Red DK]

dk-71b-1 Palmyra-4

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

Para teroris merusak sejumlah struktur Palmyra selama pendudukan. Salah satu situs kota terbaik yang dilestarikan, Kuil Bel [Bel Temple – Red DK] berusia 2.000-an tahun yang dikenal sebagai “Mutiara dari Gurun” [“Pearl of Desert” – Red DK] yang pernah dianggap salah satu peninggalan kuno terbesar dunia, dihancurkan dengan bahan peledak. Permata dari reruntuhan kuno, ikonis Gapura-Kurva Kemenangan [Arch of Triumph – Red DK], juga diledakkan oleh para militan IS, termasuk pula merusak beberapa makam yang unik.

dk-71b-1 Palmyra-5

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

Kamp Diocletian [The Camp Diocletian Red DK], sebuah kompleks militer yang dibangun di bawah sebuah kekaisaran Romawi pada akhir abad ketiga Masehi berfungsi sebagai markas besar militer selama berabad-abad silam, tampaknya juga telah rata dengan tanah. Tetapi, Istana Fakhr al-Din al-Maani Palmyra kuno masih berdiri megah di atas bukit. Sebagian besar dari Great Colonnade, yang membentang ratusan meter, juga tetap utuh.

BACA LEBIH LANJUT: Rekaman bidikan dari drone menunjukkan apa yang tersisa dari Palmyra setelah penjarahan ISIS. [READ MORE: Striking drone footage shows what remains of Palmyra after ISIS pillage — Red DK]

dk-71b-1 Palmyra-6

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

Teater Romawi di Palmyra menjadi tempat mengerikan kejahatan IS, di mana panggung kunonya itu digunakan sebagai tempat untuk eksekusi publik. Para Jihadis merilis video yang mendokumentasikan pembunuhan puluhan tahanan  mereka di situs tersebut. Pensiunan kepala kepurbakalaan Palmyra, Khaled al-Assad, juga disiksa dan dipenggal kepalanya oleh kaum jihadis, yang menginginkan sejarawan itu membocorkan informasi tentang harta benda situs tersebut.

BACA LEBIH LANJUT: 6 dari 6 – SELURUH Situs Warisan Dunia Suriah UNESCO rusak atau hancur selama perang sipil [READ MORE: 6 out of 6 – ALL of Syria’s UNESCO Heritage Sites damaged or destroyed during civil war]

dk-71b-1 Palmyra-7

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

Museum Palmyra yang ditinggalkan hancur oleh kaum militan IS, yang sejumlah besar artefak nya dijarah dan dihancurkan. Kini, ada harapan termasuk [hadirnya kembali sebagai – Red DK] museum, karena pihak berwenang Suriah sempat memindahkan beberapa objek itu sebelum pendudukan IS, dan membawanya ke Damaskus untuk diamankan. “Setelah pembebasan Palmyra ini, sekarang kita [memikirkan apa yang bisa kita lakukan] menyoal rehabilitasi kota tersebut,” Maamun Abdel Karim, kepala Direktorat Jenderal Kepurbakalaan dan Museum (DGAM [Directorate-General for Antquities and Museums – Red DK]), mengatakan pada Minggu [27/3/2016 – Red DK]. Ada sebuah “visi” dari apa yang sudah dapat kita dilakukan, pejabat itu menambahkan, [dan – Red DK] mengatakan bahwa “ada [banyak] harapan di dalam hati kita”.

dk-71b-1 Palmyra-8

© Mikhail Voskresenskiy / Sputnik

“Pemandangan di Palmyra bagus,” Karim menyimpulkan, sementara Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, mengatakan bahwa badan PBB itu mulai mempertimbangkan opsi untuk melestarikan dan memulihkan Situs Warisan Dunia tersebut. Juga telah diumumkan bahwa museum Pertapaan Negara Rusia [Russia’s State Hermitage museum — Red DK] telah diatur untuk erat bekerja sama dengan UNESCO dalam membawa kota kuno itu kembali ke kejayaannya terdahulu, di mana para spesialis Rusia itu tertarik untuk “mengambil bagian aktif dan berbagi pengalaman” dalam proses itu.

Kebetulan, kota Rusia St Petersburg, di mana museum terkenal berada, sudah secara puitis disebut sebagai “Palmyra Utara”, membuat kerja sama Suriah-Rusia seluruhnya lebih simbolis untuk beberapa cendekiawan di sana.

ooOoo

.

Iklan